
Safira pun tak kalah terkejutnya. Safira takut ini karena lelaki itu gak mau antar ia pulang kerumahnya.
Safira : " Abang, maaf sebelumnya, nanti di gapura kompleks perumahan aku, biar aku turun disitu aja, aku mau naik taksi online aja.. Maaf aku merepotkan bang! "
Ikhsan merasa tambah tak enak hati. Ia melirik sejenak, dan melempar jawaban : "Biar kami antar sampai rumah ya dek!"
Safira dan Hasna pun mengangguk.
Hasna : "Jadi endingnya gimana love story ini?" Hasna menggoda Safira.
Safira : " Yaa, life must go on. Mommy ku bilang 'sibukkan diri dengan kegiatan positif' makanya aku ikut sekolah karate biar bisa lindungi diri aku sendiri. Gak mungkin khan aku ngarep si lelaki penyelamat itu datang lagi? hahhahahahha... " Tawanyaa hambar. Hasna manggut-manggut. Ikhsan sudah gak tahan lagi. Ingin rasanya dia keluar mobil, buka jaket Hoodie nya dan lepasin maskernya sambil berteriak : HAIIII AKULAH SANG LELAKI PENYELAMAT ITU...
Bayangan konyol itu bikin Ikhsan tertawa dan terkekeh, membuat dua bocah labil itu makin merasakan aneh dan gak wajar.
Hasna : "Bang, are you okey? Kayaknya kita harus bawa Bang Ikhsan ke psikiater deh, atau ke kyai supaya bang Ikhsan di ruqyah gituh, tingkah abang hari ini tuh konyol tau gak sih! " Semprot Hasna gemas. Safira hanya menggelengkan kepalanya sambil nyengir.
Tak terasa mereka sudah sampai di tujuan. Safira terlihat akan turun dari mobil yang memberikannya tumpangan. Safira mengucapkan terima kasih kepada Hasna dan abangnya itu.
Hasna ikut turun mengikuti Safira.
Safira : " Makasih yaa beb, udah mau antar aku balik. Bilang juga sama abangmu supaya berobat biar sakitnya cepet sembuh.. "
Hasna : " Iya, kalo perlu aku bawa dia ke psikiater biar konsul hahahahha... Heran aku, kok hari ini bang Ikhsan aneh banget loh, padahal gak biasanya begitu... "
Terdengar bunyi klakson mobil, sebagai kode supaya obrolan dua bocah labil itu segera berakhir.
Din...diiinn...diiinn....
Hasna menoleh ke arah mobil dan memberikan isyarat dua jempol.
Hasna : " Ya udah, aku balik dulu yaa, ketemu besok lusa kita latihan lagi... "
Hasna melambaikan tangan dan bergegas masuk mobil, kemudian mendudukkan dirinya di kursi penumpang depan sejajar dengan Ikhsan.
Melepas kepergian Hasna dan abangnya, Safira bergumam : ' Loh? Perasaan aku baru kasih tau kompleks perumahan aku doank deh, aku yakin belum kasih nomor dan blok rumah aku, kok dia bisa tau yah? Emang aneh abangnya Hasna itu... '
Safira segera masuk kedalam rumah dan bergegas menuju kamarnya. Ia ingin segera membersihkan diri dan istirahat sejenak menanti adzan magrib tiba.
Sementara di mobil, Ikhsan, entah apa yang merasukinya, mendendangkan lagu dan sesekali ikut bergoyang sana sini membuat Hasna tak abis pikir, what's wrong with Abang Ikhsan?
Tak butuh waktu lama, Ikhsan dan Hasna pun datang kerumahnya dan disambut sang mama.
Mama : " Eh jemput Hasna koq tumben lama amat? Kemana dulu bocah? " Mama menghujani pertanyaan dengan khas bawelnya..
Hasna menjawab : " Ini lohh mah, abis anter teman Hasna dulu, kasian mobilnya masuk bengkel, kalo nunggu beres, bisa kemalaman dia mah... "
Ikhsan tak mau ambil pusing. Ia bergegas ke kamar dan melewatkan begitu saja dua ibu dan anak itu. Mama mengernyit heran. Kemudian bertanya kepada Hasna : " Hasna, abang kamu kenapa? "
Hasna hanya mengangkat bahu dan menggeleng kepala dengan pelan.
Kemudian mereka masuk kedalam rumah secara bersamaan karena sayup-sayup sudah terdengar suara adzan magrib berkumandang.
Tau apa yang terjadi di atas sana? Ya, dikamar Ikhsan. Ikhsan tak kuasa menahan gejolak hatinya sedari tadi, ia menumpahkan perasaan nya yang bercampur aduk itu dengan melompat-lompat di atas kasurnya sambil berteriak : AKULAH SANG LELAKI PENYELAMAT Whahahahhahaha..... Sambil menirukan gaya superhero di TV yang ia nyalakan.
Tetapi dalam kehebohan nya itu, ia tetap berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendekati gadis itu?
Apakah perasaan membuncah ini disebut CINTA?
.
Happy reading yaa 😘 Tolong dukung author dengan memberikan bintang, like dan vote biar author semangat menulisnya yaa. Jangan lupa mampir ke novel baru author bergenre ROMANTIS dan TIME TRAVEL berjudul KUTUKAN RATU KEKAL. Terima kasih.