The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Welcome to Canada



✓Bandara Internasional Pearson Toronto,


Kanada


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 17 jam setengah, kini seorang pria terlihat menuruni tangga pesawat dengan memegang koper ditangannya.


" Welcome to Canada Sir " Ujar seorang pria berjas hitam menghampiri pria muda itu.


" Thank you, " Ucap pria muda itu.


" Come on sir, I will take you to the appartement that you will live in here " Jawab Pria berjas sembari mengambil koper pria muda itu.


" Thank you, what's your name? " Tanya pria muda


" Alexander Jhonson, you can call me Alex. I was assigned the great lord to be your personal assistant while here " Jelas pria berjas hitam itu sembari mempersilahkan tuan mudanya masuk ke sebuah mobil mewah berwarna hitam.


" Oke Alex, thanks for the explanation. Will you take me straight to the appartement,please " Ujar pria muda


" With pleasure, young master " Jawabnya kemudian duduk didepan kemudi. Ia mulai mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah apartemen mewah.


°°°°°°°°


Prant Green Appartement


Sesampainya ditempat tujuan, Alex segera memarkirkan mobilnya di basemant. Kemudian ia turun membuka pintu mobil untuk tuan mudanya. Setelah itu ia menurunkan koper tuan mudanya di bagasi mobil.Dan mereka segera naik lift menuju apartemen yang akan ditempati pria muda itu.


" This is your Appartement sir "


" The key? " Kemudian Alex segera mendekati pintu apartemen itu. Dan segera menekan pinnya.


" Six, four, nine, nine " Ujar Alex menyembut satu per satu angka yang ia tekan. Pria itu tampak mengangguk dan mencoba mengingat.


" You can also change the pin if you want sir" Lanjut Alex


Ia dan Alex mulai melangkah masuk apartemen. Didalam ia disambut oleh dua orang wanita muda.


" Welcome sir. Introduce me Nancy and this is Camel. We will take care of all the needs of the master here " Ujar Nancy. Pria muda itu tampak mengangguk.


" Have a good rest, Sir. Here are the keys to your car " Ujar Alex menyerahkan kunci mobil yang ia bawa tadi.


" Thanks, You too go home and rest Alex " Ujar Pria itu


" Okay Sir, let me know if you need anything " Ujar Alex. Pria itu menggangguk dan Setelah itu Alex berlalu.


" Nancy, where is my bedroom? " Tanyanya pada Nancy


" Upstairs, Sir.It is the only master bedroom of this apartment. And that will be your room " Jawab Nancy


" Okey, thank you.will you please make some tea and deliver it to my bedroom " Titahnya


" Yes, Sir "


Pria muda itu perlahan menaiki tangga apartemennya. Ya, apartemen itu adalah apartemen yang paling mewah diantara yang lain. Terletak dilantai paling atas. Dan juga berlantai 2. Tentu saja tak sembarangan orang bisa menempatinya. Hanya pemilik apartemen itu saja bisa menempati ruang apartemen yang mewah itu.


" Huh! Lelahnya " Gumamnya. Pria itu segera menghidupkan handphonenya yang sempat ia matikan saat akan naik pesawat tadi. Ia segera menghubungi keluarganya takut mereka semua khawatir akan dirinya. Setelah menelpon sang ibu, ia meletakkan kembali ponselnya. Dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tingg...


Suara ponsel diatas nakas membuat pria itu segera menyelesaikan kegiatannya. Ia melirik ke cermin lagi untuk memastikan kembali penampilannya. Setelah itu ia membuka ponselnya.


Assalamualaikum mas, maaf ya ganggu. Cuma mau pastiin aja udah sampe Kanada belom? Soalnya nggak ada kabar, takutnya diculik dinegeri orang he...he..he 😁


Sebuah pesan masuk dan membuat pria itu tersenyum sendiri membacanya. Tak lama ia membalas pesan itu.


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Ia segera beranjak membuka pintu kamar.


"sorry sir, the tea is ready " Ujar Camel mengantarkan teh ke kamar tuan mudanya


" Thanks Camel " Ujarnya mengambil teh itu dan segera menutup pintu kembali.


°°°°°°°°°


Syafa, Rara dan Asya sedang asyik mengerjakan tugas mereka sembari sesekali ngemil di dalam kamar Syafa.


" Emang mas Rivan jadi ke Kanada Fa? " Tanya Rara


" Jadi, kemarin dia berangkat. Mungkin sekarang udah sampai " Ujar Syafa


" Kok mungkin? Emang nggak ngasih kabar gitu" Sambung Asya. Syafa menggeleng.


" Ehmm.. gitu ya "


Tringg..


" Tuh hp lo bunyi Fa. Siapa tahu mas Rivan yang kasih tahu " Ujar Rara menggoda sahabatnya


* Mas Rivan


Waalaikumsalam, Alhamdulillah aku baru aja sampai nih.. Duh lelah banget rasanya! Eh.. btw makasih loh udah perhatian.. he. he..


" Kesambet apa tuh anak senyam senyum sendiri " Gerutu Rara


" Namanya juga orang jatuh cinta, paling dari ayang beb " Ujar Asya menimpali


" Sok tahu lo berdua " Ujar Syafa. Mereka kembali fokus pada tugasnya. Setelah selesai mereka pamit pulang. Sementara Syafa duduk diayunan ditaman belakang rumahnya sembari membalas pesan Rivan.


" Abang liat kayaknya lagi bahagia banget nih " Ujar Raka sembari duduk diayunan sebelah Syafa


" emang iya " Celetuk Syafa tetap fokus pada ponselnya.


" Kayaknya ada yang lagi jatuh cinta " Celetuk Raka


" sok tahu banget abang " Ujar Syafa lagi


" Hey abang juga pernah remaja. Jadi abang tahu lah " Sambung Raka terkekeh


" Hemm.. ya ya " Ledek Syafa acuh tak acuh. Merasa diabaikan. Raka mendekat dan mengambil ponsel Syafa.


" Happ, dapat " Ujar Raka menyembunyikan ponsel Syafa


" Ihhh, abang. Kembaliin ponsel Syafa " Rengek Syafa sembari mencoba merebut ponselnya dari Raka


" Nggak, abang mau periksa dulu " Kekeh Raka


" Syafa udah gede bukan adek kecil abang yang harus selalu abang perhatiin. Lagian Syafa juga punya privasi sendiri " Ujar Syafa kesal


" Tapi bagi abang kamu tetap adek kecil abang yang harus selalu abang jaga " Ujar Raka mulai membuka ponsel Syafa


" Abang " Teriak Syafa. Namun Raka semakin jauh membuat Syafa mengejarnya.


" Kembaliin nggak " Teriak Syafa sembari mengejar Raka


" Nggak " Jawab Raka


" Abang ngeselin tahu nggak " Ujar Syafa kesal


" Nggak tahu " Jawab Raka.


" Oh.. oh.. jadi nama pria itu Rivan. Kalau nggak salah sih yang diajak ketoko kue mama waktu itu " Ujar Raka yang membuat Syafa semakin kesal


" Bukan urusan abang " Syafa kembali mencoba merebut ponselnya. Namun Raka kembali menangkis.


" Ada apa sih ribut ribut? " Tanya Lesty yang tiba tiba ada disana bersama Rizky


" Abang ngambil ponsel Syafa ma " Aduh Syafa bergelayut manja dilengan mamanya.


" Bener bang? " Tanya Lesty mendekati Raka


" Nggak ma, abang cuma ngecek aja kok " Ujar Raka membela diri


" Ngecek apaan ma, bohong tuh " Ujar Syafa


" Lagian Syafa juga bukan anak kecil lagi " Dengus Syafa


" Udah udah balikin ponselnya kakak bang " Titah Rizky


" Bentar pa, ini lagi liat chattannya sama pacarnya " Ujar Raka bercanda


" Pacar? " Pekik Lesty dan Rizky bersamaan


" Enggak pa, ma abang aja salah paham " Ujar Syafa


" Eh.. iya pa, ma abang bercanda kok " Ucap Raka


" Yaudah balikin ponsel aku " Ujar Syafa


" Bentar "


" Ih.. abang "


" Sudah sudah kalian udah pada gede masih aja bertengkar " Ujar Rizky


" Kayak papa nggak aja " Balas Syafa dan Raka yang membuat Rizky tersenyum kecut. Bahkan Lesty tertawa mendengarnya.


" Ini " Ujar Raka menyerahkan ponsel Syafa setelah membaca satu per satu pesan Syafa ke Rivan dan juga sebaliknya.


" Dari tadi kek " Dengus Syafa kesal. Lesty dan Rizky geleng geleng melihat tingkah laku anak anaknya. Ada saja hal hal kecil yang membuat mereka bertengkar. Namun tak sampai berjam jam mereka sudah baikan.


To be continued!!!