The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Danau Ontario



Pagi ini Syafa, Aleta serta Dafa berencana mengunjungi danau Ontario. Danau Ontario merupakan salah satu dari lima danau terbesar di Amerika Utara yang paling rendah dan sempit. Danau ini juga satu satunya danau besar yang tidak beku selama musim dingin.


Letaknya tak terlalu jauh dari Ferd Arethan Appartement. Kebetulan hari ini Dafa tidak ada seminar jadi ia akan ikut bersama kedua adiknya ke danau itu.


Setelah bersiap, mereka bertiga naik mobil. Dafa duduk disamping kemudi sedangkan Syafa dan Aleta duduk dikursi belakang. Dan Hansel selaku sopir mereka duduk dibangku kemudi. Mobil mewah itu pun melaju membela keramaian kota dengan kecepatan sedang menuju danau. Tentu diikuti oleh mobil bodyguard mereka.


°°°°°°°°°°°°°°


Ontario Lake


Hansel memarkirkan mobil mewah itu diparkiran. Setelah itu mereka turun dari mobil menuju ke area danau Ontario. Suasana pagi yang masih sejuk ditemani angin semilir membuat Syafa dan Aleta makin semangat. Mereka berlari lari kecil mengelilingi danau yang begitu indah itu.


" Hati hati ntar jatuh dek " Ujar Dafa melihat tingkah kedua adiknya itu seperti anak kecil. Namun sepertinya kedua adiknya itu tak menghiraukan ucapannya.


" Eh, mas fotoin kita dong " Ujar Aleta saat ia menemukan tempat yang cocok untuk mereka berfoto.


" Siniin ponsel kamu " Ujar Dafa. Aleta segera memberikan ponselnya pada Dafa. Sudah banyak pose yang ia lakukan. Baik sendiri maupun berdua dengan Syafa.


" Mas juga ikutan foto dong " Ujar Aleta


" Nggak usah, kalian aja " Jawab Dafa


" Ayolah mas, bagus banget lo backgroundnya disini " Bujuk Syafa


" Hemm, okelah " Jawabnya.


" Yes,, Satyo! " Panggil Syafa


" Iya nona " Jawab Satyo


" Fotoin kita dong. Ntar aku kasih bonus deh " Ujar Syafa


" Baik nona "


Selesai berfoto, mereka kembali mengelilingi area danau itu.


" Duduk disana aja yuk " Ajak Syafa


" Boleh "


Mereka pun menggelar tikar diatas pasir pasir putih itu. Dan akhirnya duduk disana sembari menikmati indahnya danau Ontario dipagi hari. Hari ini memang hari kerja, jadi membuat suasana di danau itu cukup sepi.


" Kalian haus nggak? " Tanya Dafa


" Haus banget mas " Jawab Syafa


" Laper juga " Sambung Aleta


" Yaudah, tunggu disini. Mas beli minum sama makanan dulu ya " Ujar Dafa


" Ehmm.. tuan muda, biar saya saja yang beli. Kalian sebut saja apa yang kalian mau " Ujar Satyo


" Tidak perlu Satyo, biar saya saja. Kamu jagain adik adik saya saja " Ujar Dafa


" Baik tuan " Jawab Satyo. Dafa segera beranjak mencari penjual makanan dan minuman. Sementara Syafa dan Aleta masih sibuk dengan acara selfie dan foto fotonya sembari sesekali tertawa bersama. Entah apa yang mereka bicarakan.


" Hai, kalian juga ada disini " Ujar seorang pria menegur Syafa dan Aleta. Sontak Syafa dan Aleta menoleh.


" Mas Rivan "


" Kak Rivan "


" Wah wah kebetulan sekali ya kita ketemu lagi disini " Ujar Rivan


" Iya, padahal nggak janjian " Sambung Aleta


" Jangan jangan jodoh, nona muda " Canda Satyo membuat semua terkekeh kecuali Syafa.


" Satyo, mau saya potong gajimu " Ancam Syafa dengan sorot mata tajam.


Gleg..


" Maaf nona " Ujar Satyo menunduk.


" Boleh gabung? " Tanya Rivan


" Boleh dong " Jawab Aleta


°°°°°°°°°°°°°


Saat sedang asyik asyiknya mengobrol, seorang pria menghampiri mereka.


" Rivan " Panggil pria itu. Mereka bertiga menoleh.


" Sorry, I'm late " Ujar Pria itu.


" No problem Darren, Come here! " Jawab Rivan. Pria yang dipanggil Darren itu pun mendekat dan duduk disamping Rivan.


" Wow..Looks like you have prepared today's agenda carefully, friend. Are they our date today? (sepertinya kamu sudah menyiapkan agenda hari ini dengan matang teman. Apakah mereka teman kencan kita hari ini?) " Tanya Darren dengan senyum jahil.


" What? " Pekiki kedua gadis itu


" No, they are my friends from Indonesia. They were on vacation here and happened to meet me here! (tidak, mereka adalah temanku dari Indonesia. Mereka sedang berlibur disini dan kebetulan bertemu aku disini! ) " Ujar Rivan cepat.


" oh,,, I guess... " Sambung Darren tersenyum menggoda.


" Do not be crazy! I still know the boundaries between men and women. Moreover, in my religion it is forbidden even to touch his hands if you are not a relative or have blood ties (jangan gila! aku masih tahu batasan antara pria dan wanita. Apalagi diagamaku dilarang bahkan untuk menyentuh tangannya saja jika bukan saudara atau memiliki ikatan darah) " Ujar Rivan.


" Sorry bro, I'm just kidding " Ujar Darren.


" This is Darren, my co-worker and friend. And Darren, they are Syafa and Aleta my friend from Indonesia ( Ini Darren, rekan kerja sekaligus temanku. Dan Darren, mereka adalah Syafa dan Aleta temanku dari Indonesia ) " Ujar Rivan sembari menunjuk kearah Syafa dan Aleta


" Hy, Darren " Ujar Darren sembari mengulurkan tangannya pada Syafa


" Syafa " Ujar Syafa menangkupkan tangannya didepan dadanya tanpa membalas uluran tangan Darren. Akhirnya Darren menarik kembali tangannya. Ia pun kembali mengulurkan tangannya pada Aleta. Namun lagi lagi Aleta melakukan hal yang sama seperti kakaknya.


" My name is Aleta " Ujar Aleta tersenyum.


" Sorry, we're not used to touching hands with men who are not our relatives! ( Maaf, kami tidak terbiasa berjabat tangan dengan pria yang bukan saudara kami! ) " Ujar Syafa tersenyum.


" Are you muslim? " Tanya Darren


" Yes, of course " Jawab Syafa


Darren adalah rekan kerja Rivan yang sekarang sudah jadi temannya. Dulu, mereka hanyalah rekan bisnis. Namun, Darren yang usianya sama seperti Rivan membuat ia tertarik untuk berteman dengan Rivan. Hingga akhirnya mereka berteman dan terkadang mereka juga sering berbagi ilmu tentang bisnis. Darren memang bukanlah seorang muslim. Ia penganut agama Kristen. Namun, ia sangat menghargai Rivan sebagai seorang muslim. Begitupun Rivan, ia sangat menghormati Darren sebagai seorang Nasrani.


Darren suka gonta ganti pasangan. Bahkan hampir setiap hari. Namun ia tak pernah melakukan hal lebih selain berpegangan tangan dan berpelukan dengan teman kencannya.


" Let's go there! It looks like fun ( Kita kesana yuk! Sepertinya menyenangkan) " Ajak Darren. Sebelum mereka menjawab, Dafa datang menghampiri mereka dengan membawa beberapa botol air mineral dan juga sekantong roti isi coklat.


" Nih pesenan kalian " Ujar Dafa yang belum menyadari kehadiran Rivan dan Darren.


" Mas Dafa ada disini juga " Tegur Rivan


" Eh, Rivan. Iya kebetulan hari ini mas nggak ada kerjaan, jadi nemenin mereka kesini deh " Jawab Dafa. Rivanpun mengangguk


" Dia siapa? " Tanya Dafa menunjuk Darren


" Ini Darren mas, temanku " Ujar Rivan


" Darren, this is Dafa. Their older brother " Ujar Rivan. Darren dan Dafa mengangguk dan saling memperkenalkan diri.


°°°°°°°°°°


Kini mereka berlima kembali menikmati indahnya danau itu.


" Main air yuk! " Ajak Rivan


" Boleh tuh, pasti menyenangkan " Sambung Dafa


" What are you talking about? (apa yang kalian bicarakan? ) " Tanya Darren tak mengerti dengan yang dibicarakan Dafa dan Rivan.


" I invite you to play in the water, do you want? ( Aku mengajak kalian bermain air, apa kau mau? ) " Ujar Rivan


" it looks like fun " Jawab Darren tersenyum


" Come on "


" Syafa, Aleta kalian mau ikut nggak? " Tanya Dafa


" Nggak mau mas, ntar basah lagi " Ujar Syafa


" Bener, mendingan kita tunggu disini " Jawab Aleta duduk diantara bebatuan yang berada ditepian danau. Akhirnya ketiga lelaki meninggalkan Syafa dan Aleta yang duduk dibebatuan. Tiba tiba Syafa dan Aleta ditarik oleh seseorang dari belakang dan ikut tercebur kedalam danau.


" Kena " Ujar orang itu


" Mas Dafa " Pekik Syafa dan Aleta


" Jahil banget sih " Protes Syafa


" Biarin, lagian ngapain disana aja coba. Nggak seru tahu " Jawab Dafa.


" Ngeselin "


" Nggak usah cemberut gitu. Ntar cantiknya ilang loh " Sambung Rivan.


" Mas Rivan " Teriak Syafa kencang yang membuat hampir semua pengunjung danau menoleh kearah mereka.


" Sorry " Ujar Syafa menunduk.


Akhirnya Syafa dan Aleta juga ikut basah basahan karena bermain air. Bahkan mereka bermain kejar kejaran didalam air.


" Hahaha, udah ah capek " Ujar Syafa berhenti bermain dan duduk ditepi danau.


" Nggak bisa, kamu curang " Ujar Rivan menghampiri Syafa


" Aku nggak curang kok " Jawab Syafa


" Tapikan kamu lebih dulu berhenti bermain dibanding yang lainnya. Jadi apa namanya kalau bukan curang " Jelas Rivan


" Tapi aku capek " Jawab Syafa cemberut.


" Nona muda butuh sesuatu " Tawar Satyo saat mendengar keluhan nona mudanya.


" Tidak Satyo, makasih " Jawab Syafa. Satyo segera undur diri.


" Yaudah, ganti baju gih ntar kedinginan. Kita pulang sekarang " Ujar Dafa menghampiri mereka.


" Tapi kitakan nggak bawa baju ganti " Sambung Aleta.


" Tenang, itu semua sudah mas atur. Satyo, tolong kamu ambilkan tas yang ada didalam bagasi mobil! " Ujar Dafa


" Iya tuan " Jawab Satyo.


°°°°°°°°°°°°°


To be continued!!