The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Celine



Seorang pria muda tampak sudah selesai mandi. Ia segera mengenakan pakaian formalnya karena hari ini adalah hari pertamanya memantau perusahaan di Kanada.


" Young master, here is your breakfast " Ujar Camel yang masih menata makanan dimeja makan.


" Thank you Camel. You and Nancy soon have breakfast too after this " Jawab pria itu


" Yes, Sir " Jawab Camel berlalu dari hadapan tuan mudanya.


Setelah sarapan, Ia kembali ke kamarnya dan mengambil tas kerjanya. Setelah itu ia keluar apartemen dan mulai masuk lift dan turun ke lantai satu. Di basemant Alex telah menunggunya.


" Morning, Young master " Sapa Alex


" Morning Alex " Ujar pria itu memberikan kunci mobilnya pada Alex. Setelah itu membuka pintu mobil belakang dan segera naik. Mungkin hari ini Alex yang akan mengantarnya karena ia belum terlalu mengerti Kanada.


°°°°°°°°°°°°


Relace Prant Group


Setelah sampai di perusahaannya, Ia dan Alex turun.


" Welcome to Relace Prant Group, Sir " Ujar Sang direktur menyambut kedatangan pria muda itu


" Thanks Mr. Andreas "


" please gather all the company staff right now. I have an important announcement to make (Tolong kumpulkan semua staf perusahaan. Saya punya pengumuman yang sangat penting)" Perintah Andreas pada anak buahnya.


" Yes, Sir "


" this is Mr. Rivando Pranata. He is the son of Mr. Andra Pranata, the owner of this company. Starting today, Mr. Rivan will directly lead this company.I hope you can work with him ( Perkenalkan ini Tuan Rivando Pranata. Dia adalah putra dari Tuan Andra Pranata pemilik perusahaan ini. Mulai hari ini, Tuan Rivan yang akan memimpin langsung perusahaan ini. saya harap kalian bisa bekerja sama dengannya) " Ujar Andreas ketika sudah berada diruang rapat perusahaan.


" Welcome Sir " Ujar para karyawan kompak


" Thanks to all. I hope you are consistent in your work. Please cooperate so that I quickly adjust here. Maybe that's just my welcome for today. Please work again ( Terimakasih untuk semua. Saya harap Anda konsisten dalam pekerjaan Anda. Mohon kerjasamanya agar saya cepat menyesuaikan diri disini. Mungkin itu saja sambutan saya hari ini. Silakan bekerja lagi )" Ujar Rivan. Para karyawan pun membubarkan diri.


" Oke, Sir. " Semua mulai membubarkan diri. Sekarang tinggal Rivan, Alex dan juga Andreas diruangan itu.


" come sir, I will invite you around this company ( Mari tuan, saya akan mengajak anda berkeliling perusahaan)" Ajak Andreas. Rivan menggangguk.


Mereka bertiga mulai mengelilingi perusahaan itu. Hingga akhirnya mereka sampai pada ruangan yang terletak di lantai paling atas. Ruangan Presiden Direktur, yang akan ditempati Rivan.


" Morning, Young master " Sapa seorang wanita cantik yang juga seksi


" Morning " Jawab Rivan setengah acuh


" She's Celine, she's your secretary, sir (Dia Celine, dia sekretaris anda tuan)" Ujar Alex


" Oke, " Ujar Rivan menatap Celine dari atas sampai ke bawah. Celine sendiri dibuat salah tingkah. Ia mengira Rivan adalah lelaki hidung belang seperti kebanyakan lelaki di Kanada. Celine tersenyum, ia kira akan dapat uang banyak jika seorang bos seperti Rivan menyewanya.


" Celine I think starting tomorrow you should dress more modestly. Honestly I really don't like seeing you like this (saya rasa mulai besok kamu harus menggunakan pakaian yang lebih sopan. Jujur saya sangat tidak suka melihatmu seperti ini) " Ujar Rivan


" Hah? " Celine terperangah mendengar ucapan Rivan.


" I don't think you are deaf so I have to repeat my words again Miss Celine (Saya rasa kamu tidak tuli sehingga saya harus mengulangi ucapan saya lagi nona Celine)" Ujar Rivan menatap tajam sekretarisnya itu.


" S.. Sorry Sir " Ujar Celine menunduk.


" Go back to your place and work properly (Kembali keruanganmu dan bekerjalah dengan benar) " Titah Rivan yang sudah duduk di kursi kebesarannya. Namun Celine tetap ditempatnya berpura pura tak mendengar ucapan bosnya.


" I don't like repeating my words ( Saya tidak suka mengulagi perintah)" Ujar Rivan lagi menatap tajam Celine. Seketika nyali Celine menciut. Selama ini ia paling bisa membuat semua pria bertekuk lutut. Tapi sepertinya tidak dengan Rivan, ia sama sekali tak tertarik dengan Celine.


" But.. Sir.. "


" Get out now " Teriak Rivan. Membuat Andreas dan Alex kaget. Mereka tak menyangkah tuan muda yang terlihat ramah bisa seperti itu ketika marah. Andreas menatap tajam Celine. Buru buru Celine meninggalkan ruangan bosnya.


" Interesting (Menarik) " Gumam Celine tersenyum licik. Kemudian dia berjalan keluar ruangan dengan santainya.


" I don't want something like this to happen again. Starting tomorrow, make sure all employees, especially women, wear decent clothes ( Saya tidak mau hal seperti ini terjadi lagi. Mulai besok pastikan semua karyawan terutama yang perempuan memakai pakaian yang sopan)" Titah Rivan pada Andreas.


" Yes, Sir. I apologize for the inconvenience (Iya tuan. Saya minta maaf atas ketidaknyamanan ini) Ujar Andreas. Rivan mengangguk.


" You guys also go back to your room and go back to work. Thanks for today (Kalian juga kembalilah keruangan kalian dan kembalilah berkerja. Terima kasih untuk hari ini)" Ujar Rivan yang diangguki oleh keduanya. Andreas dan Alex segera keluar dari ruangan Rivan.


" Bismillah " Gumam Rivan memulai pekerjaannya.Saat sedang fokus pada kerjaannya, ponsel Rivan berdering sehingga membuatnya menunda pekerjaan dan mengangkat telponnya.


" Assalamualaikum " Sapa Rivan


" Waalaikumsalam, mas Rivan "


" Maaf, ini siapa ya? " Tanya Rivan


" Ini Syafa, masa iya nggak tahu? kan udah sering chattan sama aku, gimana sih mas? "


" Maaf² aku tadi langsung jawab aja nggak liat siapa yang telpon..he...he.. maaf ya Syafa "


" Hmm "


tok..tok..tok..


Sudah 3 kali Celine mengetuk pintu ruangan Rivan. Tapi tak sedikitpun Rivan menjawab dari dalam. Sehingga ia berniat masuk.


Ceklek..


" Ha.. ha.. ha.. Iya kamu bener, " Samar samar Celine mendengar suara Rivan. Tapi kali ini Rivan berbicara menggunakan bahasa yang tak dimengerti olehnya.


" Celine, why are you here? (Celine, kenapa kamu disini) " Ujar Rivan mengintrogasi. Ia kaget saat membalikkan kursi kebesarannya kembali menghadap meja, ada Celine yang berdiri tegak disana.


" Heyyy aku Syafa bukan Celine." Teriak Syafa dari dalam panggilan telpon


" Iya "


" Sorry sir, I only delivered the files you asked for (Maaf tuan, saya hanya mengantar berkas yang anda minta) " Jelas Celine dengan senyum semanis mungkin. Rivan memerintahkan Celine menaruh berkas itu dimeja setelah itu ia menyuruh sekretarisnya itu pergi. Rivan kembali membalikkan kursinya.


" Wow, so sweet. Jadi gimana sekretaris kamu mas, cantikkan? " Tanya Syafa dari dalam ponsel.


" Lebih cantikan kamu kok " Jawab Rivan


" Apa? "


" Eh.. nggak, mana ada cewek cantik pake bedak udah kayak pake topeng saking putihnya" Jawab Rivan blak blakan.


" Hahahhah.. "


" Mana pada pake baju kekurangan bahan. Katanya disini orangnya pada kaya kaya semua tapi beli baju kok kecil banget ya? Nggak nyadar apa bajunya itu nggak sesuai dengan badan " Omel Rivan


" Namanya juga orang barat mas. Masa baru satu hari disana udah menggerutu kayak gitu " Ujar Syafa terkekeh


" Abisnya aku emosi liat sekretarisku "


" Nggak usah diliatin biar nggak emosi "


" Iya juga ya "


" Eh, sampai lupa lagi. Aku nelpon mas Rivan karena ada perlu nih "


" Apa? "


" Mas, masih nyimpen foto dokumentasi waktu kito lagi didesa yang kena gempa waktu itu nggak? "


" Nggak tahu deh, ntar aku coba periksa. Emang kenapa? " Tanya Rivan


" Mau buat koleksi kampus sekalian bukti. Tapi foto yang ada sama aku udah keapus. " Ujar Syafa


" Ohh ntar aku kirim kalo masih ada ya "


" Iya ditunggu "


" Sip "


" Oiya, kamu inget waktu kamu hampir kepeleset dideket mobilnya Nico? "


" Iya emang kenapa? "


" Nico fotoin waktu aku nolongin kamu. Jadi kesannya kayak kita lagi pelukan gitu "


" Astaghfirullah, kok bisa? "


" Hapus dong mas " lanjut Syafa


" Ini juga udah mau aku hapus, tapi kalau dipikir pikir sayang lah. Lucu juga tahu.. hahahah "


" Apaan sih, kalau diliat orangtua mas gimana?"


" Ya nggak gimana gimana, paling disuruh nikah "


" Enak aja "


" Yaudah deh aku tutup dulu dipanggil sama papa nih " Ujar Syafa


" Iya, Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam " Jawab Syafa


" damn, I don't understand the language they use. But it seems that Mr. Rivan's call is a woman, is that his girlfriend? (sial, aku tidak mengerti bahasa yang mereka gunakan. Tapi sepertinya yang ditelpon Tuan Rivan adalah perempuan, apakah itu pacarnya?) " Gumam Celine yang ternyata masih ada didalam ruangan Rivan


" Celine, why are you still here?( Celine, kenapa kamu masih disini? ) " Tanya Rivan dingin


" S.. sorry Sir, I... "


" Get out now " Teriak Rivan sekali lagi. Dengan segera ia keluar sebelum mendapat amukan dari tuannya itu.


" it seems that the woman that Mr. Rivan called is a special person. But don't worry, I'll make sure Mr Rivan falls into my arms (sepertinya wanita yang ditelpon tuan Rivan adalah orang spesial. Tapi tenang saja, aku pastikan Tuan Rivan jatuh kepelukanku ) " Gumam Celine tersenyum licik sembari melangkah keluar ruangan.











To be continued!!!