
Pulang dari masjid, Syafa kembali bekerja. Kali ini ia memilih menyelesaikan pekerjaannya dirumah. Lebih tepatnya di kamarnya supaya para ponakannya yang nakal tidak mengganggunya.
1 jam berlalu, kini Syafa meletakkan kembali laptopnya dan segera beranjak mandi. Ia pun berkumpul bersama keluarganya di musholah rumahnya sembari menunggu azan maghrib. Seperti biasa, jika sedang berkumpul mereka akan tadarusan bersama,sembari menunggu azan maghrib.Setelah sholat maghrib mereka makan malam bersama.
********
Pagi hari yang cerah, tak secerah wajah gadis cantik yang saat ini sedang bersiap siap. Usai subuh tadi, sang kakak Raka dan Nayra beserta kedua ponakannya Nara dan Nabil kembali ke Jakarta. Mereka menaiki jet pribadi milik keluarga Ferdian. Semestinya mereka pulang pukul 9, namun karena Raka mendapatkan panggilan darurat dari komandannya, Raka memutuskan untuk segera berangkat usai subuh.
Sedangkan Marsel dan Dafa juga sudah pulang kerumah mereka masing masing. Kini rumah keluarga Ferdian kembali sepi. Hanya ada Rizky, Lesty, Syafa dan Aleta. Kebetulan Rizky tidak kekantor hari ini dan Aleta yang tidak ada mata kuliah. Sedangkan Lesty memang jarang ke toko kue.
" Pa, Ma! Syafa izin mau ke butik bentar ya " Ujar Syafa menghampiri kedua orangtuanya dan adiknya yang sedang duduk di ruang keluarga.
" Iya, jangan pulang malam kak! " Tanya Rizky
" Iya pa, aku pergi dulu. Assalamualaikum " Ujar Syafa menyalimi tangan papa dan mamanya.
" Waalaikumsalam " Jawab semuanya
" Hati hati kak " Ujar Lesty
" Iya ma! "
°°°°°°°°°°°°°°°°°
" Selamat pagi nona " Sapa beberapa karyawan butik saat Syafa melewati mereka
" Pagi " Balas Syafa. Ia hendak menaiki lift menuju lantai atas, namun seseorang memanggilnya.
" Syafa " Panggil orang itu. Syafa menoleh dan tersenyum. Ia pun menghampiri orang itu.
" Iya? "
" Maaf, apa kamu punya waktu luang? " Tanya orang itu
" Ehmm.. mungkin sedikit! Kenapa? " Tanya Syafa balik
" Kita mau konsultasi mengenai baju.. hehe " Jawabnya lagi seraya terkekeh sendiri.
" Boleh sih! Tapi kayaknya bayarannya gede nih " Canda Syafa
" Boleh Fa, Rivan yang bayarin. Tenang aja " Ujar Arka. Yups! Yang memanggil Syafa tadi Rivan yang datang bersama Arka, Bagas dan tak lupa Darren.
" Enak aja! " Dengus Rivan
" Oke, kalau gitu ayo ikut keruanganku " Ujar Syafa hendak melangkah. Namun, ia hentikan lagi saat melihat ada seorang pria yang tidak ia kenali datang bersama Rivan.
" Wait! Anda teman mereka? " Tanya Syafa pada pria asing itu membuat mereka semua terkekeh kecuali Darren yang hanya mengikuti mereka. Terkadang ia menimpali saat ia benar benar tidak mengerti apa yang mereka ucapkan.
" Iya, kenalin saya Bagas " Ujar Bagas menangkupkan tangannya didepan dada
" Syafa " Balas Syafa juga menangkupkan tangannya di depan dada
" Bagas ini sahabat aku juga selain Arka dan Darren Fa " Sambung Rivan. Syafa mengangguk.
" Okelah, lest go " Saat hendak kembali naik ke lift lagi lagi suara teriakan seseorang menghentikan langkah mereka.
" Syafffaaa " Teriak orang itu
" Astaghfirullah! Kenapa banyak sekali orang yang berteriak hari ini. Sepertinya aku harus menyiapkan penutup telinga " Dengus Syafa yang membuat Rivan and the genk terkekeh kecuali Darren.
" Enak banget ya! Dikelilingi pria pria ganteng gini " Dengusnya mendekati Syafa
" Iya dong " Jawab Syafa.
" Huh! Dasar "
" Mau ngapain kalian kesini? " Tanya Syafa
" Mau ketemu sama lo lah " Jawabnya
" Yaudah keruangan gue aja! "
" Oiya, semuanya yang belum kenal kenalin ini sahabat aku namanya Rara dan Asya. Dan ini kak Arka, kak Bagas, juga Darren dan Mas Rivan. " Ujar Syafa memperkenalkan mereka pada teman teman Rivan.
" Rara "
" Asya "
" Arka "
" Bagas "
" Darren " Ujar Darren ikut menimpali
" Darren! You understand what I say? ( Darren! Kamu mengerti dengan apa yang aku bicarakan? ) " Tanya Syafa pada Darren
" Yes, I understand " Jawab Darren
" What? Jadi Darren ini bule? " Tanya Rara.
" Iya "
" Dan kenapa wajahnya nggak kebule bulean gitu? Tanya Asya
" Karena mommynya asli Indonesia " Ujar Syafa
" Udah ah ngobrol diruanganku aja " Syafa pun segera menyuruh semuanya masuk lift.
************
" Inka, tolong suruh ob bawakan 7 gelas es teh keruangan saya " Ujar Syafa saat melewati Inka
" Baik nona "
" Ayo masuk! " Mereka semua masuk kedalam dan duduk di sofa.
" Jadi apa yang ingin kalian konsultasikan? " Tanya Syafa pada keempat pria tampan.
" Ehmm.. jadi kita itu mau buat baju couple berempat terus ada tulisannya BRAD ( Bagas, Rivan, Arka, Darren) " Ujar Arka
" Owh.. t-shirt atau kemeja? " Tanya Syafa
" Kemeja lebih bagus kayaknya " Ujar Arka
" Boleh, ntar aku cari contoh modelnya dulu " Ujar Syafa. Ia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju lemari. Ia mulai mencari seperti yang diinginkan oleh kliennya itu.
" Oiya Fa, lo udah dapet undangan dari kak Bimo sama kak Jihan? " Tanya Asya
" Belum, mungkin nanti pas kak Bimo ngambil mobilnya " Jawab Syafa seraya sibuk dengan beberapa desain ditangannya.
" Emangnya mobil kak Bimo kemana? " Tanya Rara
" Ada sama gue, kemarin kak Bimo mau nganterin kak Jihan pulang duluan. Kebetulan kak Jihannya aku suruh istirahat dimobil aku kemarin. Jadi ya, kami bertukar mobil pulang kemarin " Ujar Syafa seraya melangkah kearah semua.
" Ini coba dilihat dulu modelnya " Ujar Syafa menyodorkan beberapa desain itu kepada Rivan. Mereka pun melihat lihat. Tak lama dua orang ob masuk dengan membawa 7 gelas es teh.
" Terima kasih! Kalian boleh kembali " Ujar Syafa
" Baik nona " Jawab kedua ob tersebut. Mereka pun keluar ruangan Syafa.
" Ra, Fa jalan yuk! " Ajak Asya
" Boleh, gue bosen dirumah terus. " Sambung Rara
" Iya, tapi nanti nunggu para klien gue udah selesai! Sayang ini biayanya gede karena pelayanannya eksekutif " Kelakar Syafa
" Itung aja Fa, biar Bagas yang bayar " Jawab Rivan
" Kok gue? " Tanya Bagas
" Yaiyalah lo, kan lo yang nyaranin tadi " Ujar Arka
" Kok pada berantem. Buruan kita mau jalan nih " Ucap Rara
" Iya, sabar napa! " Balas Arka
" Eh, gimana kalau kita jalannya bertujuh aja. Seru nih kayaknya " Usul Rivan
" Boleh " Seru Syafa.
" Yaudah, tolong kamu simpan dulu desainnya Fa! Nanti kapan kapan kita liat lagi yang penting hari ini kita jalan jalan dulu " Ujar Rivan
" Oke! "
°°°°°°°°°°°°°°
Pada akhirnya mereka berangkat bersama. Rivan, Arka, Bagas dan Darren satu mobil dengan mobil Rivan yang mereka bawa tadi. Sedangkan Syafa, Rara dan Asya menaiki mobil Rara yang dibawa oleh Rara dan Asya tadi. Tak lupa Syafa mengirim pesan kepada Bimo.
^^^Me^^^
^^^Kak Bimo! Kalau mau nganterin mobil Syafa agak sorean aja ya, soalnya aku lagi nggak di butik! Aku lagi jalan sama Rara dan Asya.Mobil kak Bimo aku titipin sama satpam butik! Tapi tenang pasti aman kok..hehe!^^^
Kak Bimo
Iya Fa! Kabari saja kalau kamu udah di butik ya. Ada yang mau kakak omongin juga sama kamu!
^^^Me^^^
^^^I**ya kak!^^^
Mereka sampai pada mall terbesar dikota. Mall itu milik keluarga Pranata, keluarganya Rivan. Tidak ada yang tahu hal itu kecuali Arka dan Bagas.
" Ayo masuk! " Ujar Rivan
" Iya "
" Wow! This mall is very big, it turns out. (Wah! Mall ini sangat besar ya ternyata.) " Puji Darren yang sangat kagum saat pertama masuk mall itu
" Of course! This is the biggest mall in Indonesia. And the owner is the Pranata family, the number one richest family in Asia. (Tentu saja! Ini adalah mall terbesar di Indonesia. Dan pemiliknya adalah keluarga Pranata, keluarga terkaya nomor satu di Asia.) " Jelas Rara membuat Rivan, Arka dan Bagas tersenyum.
" Amazing " Ujar Darren
" Yesterday I also visited Ferd Mall. I thought the mall was the biggest, but it turns out there are even bigger ones (Kemarin aku juga berkunjung ke Ferd Mall. Aku kira mall itu yang terbesar, tapi ternyata masih ada yang lebih besar lagi) " Sambung Darren lagi
" Yes, Ferd mall is owned by his family, Sya... ( Iya, Ferd Mall itu milik keluarganya Sya...) " Rara hampir keceplosan menyebut nama Syafa.
" Sya? " Tanya Arka mengulang ucapan Rara yang terputus
" Ehmm.. itu Sya... Syakilah! Iya Syakilah Ferdian " Jawab Rara pada akhirnya
" Anaknya tante Cia dan om Rizky " Sambung Asya. Asya teringat sahabatnya Lesty yang sering memanggil Lesty, Cia! Makanya spontan ia menyebutkan itu supaya mereka tak curiga pada Syafa karena Syafa memang tak suka jika orang tahu dirinya anak keluarga Ferdian. Banyak penjilat yang mendekat, kata Syafa.
" Syakilah Ferdian? Anaknya tante Cia dan om Rizky! Apa itu anaknya sahabat bunda dan ayah? " Batin Rivan menerka nerka
" Kita mau kemana dulu nih? " Tanya Bagas
" Restoran! " Jawab para wanita
" Okedeh, ayo " Jawab Rivan. Mereka pun menuju ke salah satu restoran seafood. Sesampainya disana mereka memilih duduk dipojok. Dan memesan makan sesuai selera mereka.
...*******...
Selesai makan, mereka menuju bioskop. Mereka berniat menonton.
" Mau genre apa? Biar aku yang beli tiketnya " Ujar Arka
" Horror " Jawab Rivan
" Jangan horror dong! Action aja, lebih menantang " Jawab Syafa
" Boleh tuh " Sambung Bagas
" Oke,fiks film action ya " Ujar Arka memastikan
" Iya " Arka pun ditemani Bagas dan Darren membeli tiket sedangkan Syafa dan Rara membeli popcorn dan minuman. 15 menit kemudian mereka masuk kedalam bioskop. Perlahan lampu didalam bioskop mati dan film pun mulai di putar.
...×××××...
Puas menonton, kini mereka memilih berbelanja. Mulai dari tas, baju, sepatu, pernak pernik. Dan para pria hanya mengikuti sembari sesekali memberi komentar. Memang tak banyak yang mereka ambil, namun butuh waktu berjam jam untuk memilih.
Kali ini mereka benar benar menghabiskan waktu bersama sahabat. Hanya saja bedanya kali ini mereka pergi bersama keempat pria tampan. Walau begitu tak mengurangi keseruan mereka. Bahkan dengan hadirnya keempat pria tampan itu membuat mereka seperti ratu yang dikelilingi para bodyguard.
" Udah sore nih guys, pulang yuk! " Ujar Syafa
" Iya Fa " Jawab Rara
" Kita duluan ya! Oiya, kalau kalian mau liat desain bajunya lagi insyaallah besok aku ada di butik " Ujar Syafa
" Iya, kalian hati hati "
" Iya, Assalamualaikum " Ujar Rara
" Waalaikumsalam " Jawab mereka
" Thanks for today " Sambung Asya
" Thanks too " Jawab Rivan.
°°°°°°°°°°°°
Syafa sudah sampai diparkiran butiknya. Ia sengaja turun di butik karena Bimo dan Jihan akan mampir untuk mengembalikan mobil Syafa sekaligus mengambil mobil Bimo.
" Assalamualaikum Syafa " Ujar mereka berdua
" Waalaikumsalam, kak Bimo, kak Jihan " Jawab Syafa
" Mau masuk dulu " Tawar Syafa
" Nggak usah Fa, udah sore! Oiya, ini buat kamu " Ujar Jihan menyodorkan sebuah undangan.
" Jangan lupa datang ya! " Sambung Bimo
" Makasih kak, insyaallah aku datang! Selamat buat kalian berdua, semoga bahagia selalu " Ucap Syafa tersenyum
" Makasih ya " Ujar Jihan memeluk Syafa.
" Yaudah kita pulang duluan ya Fa! Kamu hati hati nyetirnya " Pamit Bimo
" Iya kak, kalian juga "
" Oiya, ini kunci mobil kak Bimo " Ujar Syafa menyerahkan kunci mobil Bimo
" Heheh.. iya sampai lupa! Ini punya kamu " Bimo dan Jihan segera naik mobil dan berlalu. Setelah mereka pergi, Syafa juga masuk kedalam mobilnya dan melajukannya menuju rumah.
To be continued!!!!