
Sesampainya dirumah mereka disambut oleh beberapa wartawan.
" Pa, banyak banget wartawan didepan rumah kita " Ujar Syafa yang masih didalam mobil. Rizky, Syafa dan Aleta serta Kalista pulang menggunakan mobil Syafa sedangkan mobil Rizky sudah dibawah Edo terlebih dahulu.
" Iya, kalian dimobil aja. Biar papa yang turun " Ujar Rizky
" Nggak pa, biar kakak aja. Pak, berhenti sebentar! " Ujar Syafa pada sopirnya.
" Siap non "
" Hiks.. hiks.. maafin Leta ya pa, karena Leta keluarga kita jadi incaran para wartawan kayak gini " Ujar Leta
" Huss.. ini bukan salah kamu dek. Sudah jangan nangis lagi ya " Bujuk Rizky
" Yaudah kakak turun ya "
" Kakak "
" Pa please.. Hanya Syafa dan Leta yang tahu kronologis kejadiannya dari awal sementara Leta nggak boleh ketemu sama mereka " Ujar Syafa
" Baiklah kakak hati hati ya "
" Iya pa " Syafa segera membuka pintu mobil diikuti 3 orang bodyguard keluarganya. Setelah itu, mobil kembali berjalan menuju kerumah utama. Melihat nona muda Ferdian turun dari mobil para wartawan segera mengerumuninya.
" Nona muda Ferdian apakah benar isu mengenai adik anda dan anak pengusaha Dio Hermawan " Ujar wartawan satu
" Apa benar adik anda sudah berbuat hal yang memalukan itu? " Sambung wartawan dua
" Rencana anda dan keluarga kedepannya apa? Apa Nona Aleta akan dinikahkan dengan tuan Dio? "
" Apa mereka sudah berhubungan sejak lama? "
" Bagaimana tanggapan keluarga besar Ferdian dan juga keluarga besar Amberlt? "
" Kenapa baru sekarang diketahui kalau ternyata adik anda punya kekasih? "
" Apa kalian sekeluarga sudah tahu juga sejak lama? "
Syafa mengangkat tangannya mengisyaratkan pada para wartawan untuk diam. Setelah semua diam Syafa angkat bicara.
" Silahkan kalian tunjuk satu orang untuk bertanya satu pertanyaan mewakili kalian semua kepada saya karena saya tidak punya banyak waktu " Ujar Syafa. Bukan bermaksud sombong, ia hanya tak mau awak media terlalu ikut campur urusan pribadi keluarganya. Seorang wartawan maju dan mulai menjulurkan mikropon kearah Syafa.
" Baiklah nona Syafa mewakili yang lain mau bertanya apakah benar berita mengenai nona Aleta yang berduaan dengan tuan Dio dirumah kosong dan apa rencana keluarga Ferdian selanjutnya? " Tanya Wartawan itu
" Tidak, Semua itu tidak benar. Saya sudah membuktikannya bahwa rekaman cctv yang beredar itu merupakan rekayasa belaka " Jawab Syafa singkat.
" Saya minta berhentilah menguntit keluarga saya dimanapun mereka berada. Dan berhentinya menyiarkan berita berita tentang adik saya atau saya pastikan kalian semua akan kehilangan pekerjaan " Ancam Syafa langsung beranjak dan masuk kedalam rumah diikuti ketiga bodyguardnya yang masih mengamankan Syafa dari kerumunan para wartawan.
°°°°°°°°°°°°°°°
" Hallo kak, boleh minta tolong " Ucap Syafa dalam sambungan telpon setelah ia memasuki kamarnya.
" Apa dek? " Tanya Seseorang dari balik telpon
" Kak Dina, tolong tutup semua media yang memberitakan tentang Aleta. Bisa nggak? " Ujar Syafa pada Dina yang merupakan salah satu kakak sepupunya, anak dari kakak Lesty. Dina mempunyai kekuasaan dibidang itu sehingga sangat mudah baginya membuat berita berita itu hilang.
" Bisa dong. "
" Oke aku tunggu secepatnya ya kak, kasihan Leta " Ujar Syafa karena memang seluruh keluarga Ferdian dan Amberlt sudah tahu permasalahan sebenarnya.
" Iya dek, kakak usahain "
" Makasih banyak ya kak "
" Sama sama "
Setelah menelpon kakak sepupunya Syafa kembali berbaring di kasur Queen Size miliknya.
" Kok aku galau gini sih dia nggak ngasih kabar hari ini " Gumam Syafa memandangi handphonenya. Syafa memandangi jam dinding dikamarnya.
Pukul 13.30..
" Hem.. pasti dia lagi tidur. Disanakan udah jam setengah dua belas malam. Tapi biasanya dia selalu chat saat mau tidur " Gumam Syafa lagi. Entah kenapa hatinya gelisah hanya karena Rivan tak memberinya kabar hari ini. Syafa akhirnya keluar kamar mencari udara segar. Saat melewati kamar Aleta, ia melihat pintunya sedikit terbuka.
" Nggak seperti biasanya " Batin Syafa. Ia pun berinisiatif masuk. Ia mencari cari keberadaan sang adik.
" Lagi mikirin apa hayo? " Ujar Syafa menepuk pelan bahu sang adik saat ia melihat Aleta duduk dibalkon kamarnya.
" Astaghfirullahalazim, Kakak ngagetin aja deh " Ujar Leta cemberut.
" Kamu juga ngelamun sendirian disini. Ntar kemasukan demit loh " Canda Syafa sembari duduk dikursi samping Aleta. Aleta hanya tersenyum tipis membalas candaan sang kakak.
" Ehmm.. kamu masih mikirin yang tadi ya? " Tanya Syafa
" Nggak kok "
" Leta, kamu itu nggak pandai berbohong. Udah ngaku aja " Ujar Syafa membuat Aleta bungkam.
" Ehhmm.. karena kamu udah minta izin nggak sekolah dua minggu, gimana kalau kita jalan jalan " Ujar Syafa
" Kemana kak? "
" Kemana aja "
" Yah, kakak nggak seru. Kan kakak yang ngasih saran "
" ehmm.. kalau keluar negeri? "
" Boleh " Jawab Aleta antusias
" Tapi kemana? " Tanya Aleta lagi
" Gimana kalau Kanada " Jawab Syafa spontan. Entah kenapa ia sangat ingin ke Kanada setelah kurang lebih 5 tahun lalu ia pergi kesana bersama opah dan omahnya.
" Ide bagus, tapi.. " Aleta menggantung pertanyaannya.
" Tapi kenapa? "
" Papa dan mama pasti nggak ngizinin kak "
" Masalah itu tenang aja, kakak yang atur... Oke. Sekarang kamu istirahat, nanti kita bicara sama papa dan mama " Ujar Syafa yang dibalas anggukan kepala oleh Aleta
" Tapi kuliah kakak gimana? " Tanya Aleta
" Kakak bisa minta izin sementara waktu " Ujar Syafa
" Yaudah kakak temenin aku ya, aku pengen curhat sama kakak " Mohon Leta
" Hemm.. baiklah adek kakak yang cantik " Goda Syafa
" Kakakkk "
°°°°°°°°°°°°°°°°°
Malam harinya!
Syafa dan keluarganya kini sedang berkumpul diruang keluarga setelah makan malam barusan. Hari ini formasi keluarganya lengkap. Bahkan Raka dan Nayra serta sikecil Nara yang sudah pindah rumah pun sedang ada disana.
" Pa, Ma, boleh nggak kalau kakak ajak adek liburan buat refreshing " Ujar Syafa mengawali pembicaraan
" Boleh dong kak. Kalau kamu nggak ada kerjaan atau tugas kuliah ajaklah adek kamu ini pergi kealun alun kota kek, ketaman kek biar dia nggak terus terusan kepikiran masalah kemaren " Ujar Lesty
" Ehmm.. bukan gitu ma, rencananya kakak sama adek mau liburan ke Kanada karena udah lama banget kita nggak kesana " Ujar Syafa
" Apa? Kanada? " Ujar semuanya terkejut
" Nggak kak, kalau kalian mau pergi jauh harus sama papa atau mama. Kalian tahukan disana pergaulannya bebas, papa nggak mau kalian juga ikut rusak disana " Ujar Rizky
" Kami janji bakal bisa jaga diri kok pa " Jawab Syafa
" Nggak kak, mama tetap nggak setuju " Sambung Lesty
" Wait, tunggu tunggu mas juga bakalan menghadiri pelatihan dokter seluruh dunia di Kanada selama dua Minggu. Jadi kalau kalian mau Syafa sama Aleta biar pergi sama mas. Mas bisa kerja sedangkan kalian refreshing " Ujar Dafa yang dibalas anggukan dari mereka berdua
" Gimana ma, pa? kalian ngizinin nggak kalay ada mas yang ikut? " Tanya Syafa
" Ehmm.. yaudah boleh " Ujar Rizky
" Yeayy, makasih papa " Ujar kedua gadis itu memeluk sang papa yang membuat semua geleng geleng kepala karena ulahnya.
" Aunty lepasin kakek Nala, kasihan nanti kakek kehabisan napas kalena di peluk telalu elat " Ujar Nara melihat Syafa dan Aleta memeluk Rizky. Sontak membuat kedua gadis itu melepas pelukannya.
" Nggak akan Nara sayang. Kakek kuat kok " Jawab Syafa
" Tapi tetep aja kasihan kakek aunty " Ujar Nara cemberut sembari mendekati dan segera memeluk sang kakek.
" Nara sayang udah malam loh. Ayo bunda antar kekamar, Nara tidur ya " Ujar Nayra
" Siap bunda. Aunty awas aja ganggu kakek lagi. " Ujar Nara menatap tajam Syafa dan Aleta yang membuat mereka tertawa. Kemudian Nara dan Nayra segera kekamar Raka sekaligus kamar Raka dan Nayra ketika mereka masih tinggal disini.
" Terus kuliah kamu gimana dek? " Tanya Raka
" Aku izin dulu selama dua minggu bang " Jawab Syafa.
" Jadi kapan kalian berangkat? " Tanya Marsel
" Insyaallah besok kalau nggak ada halangan a' "Ujar Dafa
" Besok? " Tanya Aleta
" Iya dek " Jawab Dafa
" Yaudah kalai gitu kalian kekamar gih, istirahat" Ujar Lesty
" Siap ma "
" Untuk masalah penerbangan jangan khawatir, aak bakal suruh pilot jet pribadi keluarga Ferdian buat siap siap ngater kalian besok pake jet pribadi kita dong " Ujar Marsel
" Uh.. makasih aak " Ujar Syafa
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
To be continued!!