The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Syukuran



Seminggu sudah mereka tinggal di kediaman keluarga Ferdian. Dan hari ini, Rivan akan membawa Syafa kekediaman baru mereka. Rumah kejutan yang dipersiapkan Rivan untuk sang istri sudah selesai sepenuhnya.


Semua anggota keluarga sudah stay disana. Selain memberi kejutan untuk istrinya, Rivan juga akan membuat syukuran untuk rumah baru itu. Ia juga mengundang beberapa tetangga dan anak yatim piatu serta seorang ustadz dari pondok pesantren.


" Sudah siap sayang? " Tanya Rivan pada Syafa yang sedang mengemasi baju²nya juga baju suaminya di koper.


" Sudah mas " Syafa menutup kopernya.


" Kita berangkat sekarang! " Ujar Rivan seraya menarik dua koper besar itu. Sementara dua koper lagi dibawa oleh pegawal mereka.


" Mau kemana sih mas? Masa semua baju kita dibawa kalau cuma mau menginap ditempat saudaranya bunda? " Tanya Syafa yang sudah siap dengan baju gamis toscanya serta jilbab pashmina yang melekat di kepalanya. Senada dengan baju kokoh yang dikenakan suaminya.


" Kamu akan tau nanti sayang! Ayo, kita sudah terlambat " Saat menuruni tangga, ternyata rumah sudah sangat sepi. Mama Lesty, Papa Rizky, Aleta, semua tidak ada dirumah. Padahal ini weekend. Kemana mereka semua?


" Mas, kemana semua orang? Bukannya tadi mereka ada disini? " Tanya Syafa lagi. Rivan hanya tersenyum tipis.


Cupp..


Karena gemas, Rivan mengecup pipi sang istri.


" Bisakah kita berangkat sekarang, Zaujatii? Terlalu banyak bertanya membuat kita semakin terlambat! " Ujar Rivan.


" Aku kan hanya bertanya mas! Bukannya... "


Cupp..


" Ayo berangkat " Rivan berlalu keluar rumah. Ia membuka garasi dan meletakkan kopernya disana. Setelah koper tersusun rapi, ia beralih membuka pintu disamping kemudi.


" Syafa " Panggil Rivan melihat sang istri masih diam disamping mobilnya. Mendengar suaminya memanggil namanya membuat Syafa terkesiap dan mau tak mau masuk kedalam mobil.


Didalam perjalanan, tidak ada yang berniat buka suara. Syafa yang merasa bersalah karena terus bertanya sementara Rivan berpura pura marah pada sang istri.


...****...


" Maa.. Kak Rivan bilang mereka udah dalam perjalanan " Ujar Aleta pada sang mama yang saat ini sedang sibuk mengatur para tamu undangan Rivan untuk duduk di halaman samping rumah itu.


" Hemm.. iya dek! Semua sudah siap kan? Coba kamu tanya sama tante Viona, kateringnya udah nyampek belom? " Tanya mama Lesty balik.


" Udah beres semua ma. Ayo kita keluar, bentar lagi kak Rivan sama kak Syafa sampai " Aleta menggandeng tangan sang mama dan mengajaknya menyambut pemilik rumah didepan pintu utama. Disana semua orang sudah menunggu.


" Kemana aja Les? Orang kita semua udah nungguin dari tadi " Omel bunda Viona melihat sahabatnya itu baru muncul bersama Aleta.


" Aku liatin tamu Vi! Ntar nggak kebagian tempat duduk "


" Ada ada aja! Masa anak menantumu itu membiarkan tamunya nggak kebagian tempat duduk. Pasti semua udah dihitunglah Les "


" Iya.. cuma mastiin aja Viona sayang "


Yang lain hanya geleng geleng kepala melihat tingkah laku kedua wanita paruh bayah itu. Selalu saja ada perdebatan jika bertemu.


" Sudah², lihatlah mobil Rivan sudah memasuki gerbang utama " Lerai papa Rizky.


......****......


Tanpa kata, Rivan memakaikan sebuah kain hitam yang sudah dibuat memanjang pada Syafa guna menutup matanya.


" Mas.. " Ucapan Syafa terhenti karena ia takut Rivan bertambah marah jika ia kembali bertanya. Sementara Rivan hanya membiarkan Syafa merasa ia marah. Rivan kembali melajukan mobilnya memasuki gerbang rumah mewah itu.


Saat sampai, Rivan memarkirkan mobilnya tepat didepan pintu utama. Ia turun dan membukakan pintu untuk istrinya juga. Ia menuntun sang istri hingga berada didepan semua anggota keluarganya yang berjajar diteras. Perlahan Rivan membuka kain penutup mata Syafa.


" Surprise.. " Bisik Rivan ditelinga Syafa. Syafa yang masih menutup mata perlahan mulai membuka matanya setelah mendengar ucapan sang suami.


" Mas.. ini? " Sungguh, Syafa kini bingung. Kenapa semuanya ada disini? Rumah siapa ini?


" Welcome in your house, kakak²ku sayang " Aleta dan Kalista segera maju seraya mengalungkan kalung bunga pada keduanya. Mereka disambut bak raja dan ratu saja.


" Ini rumah kita sayang! Lebih tepatnya rumahmu, hadiah pernikahan kita dari suamimu ini. Kamu suka? " Tanya Rivan. Syafa menatap rumah bertingkat dua yang begitu mewah dan elegan di depannya ini. Dari luar saja, rumah ini terlihat begitu menawan, nyaman dan juga asri.


" Jadi ini.. " Syafa beralih menatap suaminya yang ada disampingnya. Sungguh, Rivan penuh dengan kejutan. Ada saja kejutan yang diberikan untuk istri tercintanya itu. Dan Syafa senang sekali. Rivan mengangguk menanggapi ucapan Syafa itu.


" Makasih mas.. makasih! Aku suka sekali " Ujar Syafa seraya memeluk Rivan erat.


" Hemm.. masih ada orang disini " Ujar Raka menyadarkan keduanya. Syafa melepas pelukannya.


" Bang Raka? " Syafa memeluk abangnya itu. Sudah lama rasanya ia tak bertemu dengan abangnya yang kita sudah menetap di Jakarta itu.


" Nanti acara kangen kangenannya lanjut lagi. Sekarang kita masuk, tamu undangan sudah pada datang " Ujar Marsel menengahi. Bahkan kini para keponakan Syafa dan Rivan sudah bermain bersama anak anak panti.


" Baiklah, karena tuan rumahnya sudah datang, alangkah baiknya kalau kita mulai acaranya " Ujar ustadz muda yang di undang oleh Rivan.


" Silahkan ustadz " Ujar Rivan. Ia mengajak Syafa duduk berbaur dengan ibu ibu.


Acara syukuran itu pun di mulai.


Sekitar 2 jam, acara syukuran selesai ditutup dengan doa yang masih dipimpin oleh ustadz itu.


" Silahkan dinikmati hidangannya bapak², ibu² " Ujar Rivan mempersilahkan tamu undangannya untuk makan bersama.


" Suatu kehormatan bagi kami bisa di undang di acara ini nona Syafa " Sahut salah satu tetangga baru mereka.


" Terima kasih juga sudah mau datang ibu, semoga kedepannya kita bisa saling bantu ya bu " Jawab Syafa tersenyum ramah.


" Tentu saja nona "


" Syafa aja bu, nggak perlu pake nona segala " Canda Syafa. Ibu ibu itu terkekeh.


" Baiklah² kalau begitu mbak Syafa aja "


" Senyamannya aja bu "


" Sayang, ibu panti sama anak anak pantinya mau pamitan " Tiba tiba Rivan datang seraya menggendong Ivan. Anak Shalsa yang berusia satu tahun itu.


" Oh iya mas, mari bu! Syafa kedepan dulu " Syafa bangkit dari duduknya seraya berpamitan pada ibu itu.


" Iya mbak "


...****...


" Semoga bermanfaat ya! Rajin rajin sekolahnya, jadi anak sholeh dan sholehah. Biar bisa banggain bunda ya adik adik " Ujar Syafa seraya membagikan bingkisan dan amplop berisi sedikit uang untuk anak anak itu.


" Aamiin.. terima kasih kak " Jawab mereka serentak.


" Bu, ini ada sedikit rezeki untuk anak anak! " Rivan juga mengeluarkan sebuah cek dengan nominal fantastis yang sudah ditanda tanganinya olehnya dan memberikannya pada ibu panti itu.


" Masyaallah, terima kasih banyak nak Rivan, nak Syafa. Semoga rezekinya semakin lancar, dan dijauhkan dari segala kemaksiatan " Ibu panti itu turut mendoakan Syafa dan Rivan.


" Aamiin! Terima kasih atas kehadirannya ibu "


" Kami yang seharusnya berterima kasih. Anak anak begitu senang dapat bingkisan " Ibu panti itu tersenyum seraya menyalimi keduanya. " Kami pamit nak, assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Para tamu berangsur pulang. Yang tersisa tinggallah keluarga Ferdian dan keluarga Ananta.


" Ivan, ayo ikut aunty! " Syafa mengambil Ivan dari gendongan Rivan. Mereka pun masuk ke dalam rumah.


" Kamu yang desain sendiri rumah ini Van? " Tanya Dafa pada adik iparnya yang baru saja ikut duduk bersama mereka.


" Iya mas, kebetulan waktu itu Rivan juga ada waktu senggang " Jawab Rivan.


" Sweet banget sih kak Rivan! Aku mau dong punya doi gitu " Kalista ikut berkomentar.


" Nanti abang jodohin kamu sama teman abang. Mau? " Tawar Vivto membuat adiknya itu mendelik kesal.


" Kalau nggak sama temannya mas ada yang polisi. Pangkatnya udah Ipda. Ganteng, baik hati juga " Sahut Axel.


" Kalau mau yang dokter ngomong sama kakak " Nayra juga ikut ikutan menggoda Kalista.


" Ihhh.. kok pake acara jodohin Kalista sih! Nggak asyik " Kalista menarik tangan Aleta dan membawanya ke taman samping rumah itu. Entah apa yang mereka lakukan disana. Sementara yang lain sibuk mengobrol seraya menikmati cemilan.


To be continued!!!


Selamat memperingati Hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1444 H untuk semua reader muslim di seluruh dunia..


Semoga kita senantiasa menjadi pengikut nabi Muhammad yang setia...


Aamiin YRA..


Salam Wong Kito Galo!!


Salam Serasan Sekate!


Nnda_Utamy