
" Yaudah abang Anif sini sama mami ya, kasihan auntynya capek kalau abang sama adek nempel terus kayak gitu " Bujuk Rasya sembari mencoba mengambil Hanif dari pangkuan Syafa.
" No...no...no..huaaa.. " Rengek Hanif memukul mukul tangan Rasya yang berusaha menggendongnya membuat semua orang tertawa dengan kelakuan Hanif.
" Udah teh, biarin aja. Lagian abang sama adeknya masih kangen sama aunty Syafa! Ya kan sayang? " Jawab Syafa membuat kedua ponakannya itu mengangguk seolah mengerti dengan ucapan Syafa.
" Adek twins curang, kan kami juga kangen aunty " Protes Nara menghampiri Syafa juga dan memeluknya dari samping.
" Kakak.. jangan, aunty Cyafa itu auntynya adek. Kakak jauh jauh cana! " Sambung Nabil menarik narik Nara dan juga langsung memeluk Syafa.
" Nggak mau " Tolak Nara semakin mengeratkan pelukannya pada Syafa.
" Hey, nggak boleh berantem sayang. Ingat kalian itu saudara loh. Kalau sesama saudara itu sebaiknya saling menghargai, saling membantu dan nggak boleh berantem. Aunty sayang banget sama kalian. Jadi jangan berantem lagi oke? " Nasihat Syafa
" Tapi adek mulai duluan aunty " Aduh Nara
" Kakak duluan peyuk peyuk aunty " Protes Nabil
" Kakak harus bisa ngalah sama adek, adek itu masih kecil jadi belum terlalu mengerti. Adek juga nggak boleh bersikap kayak tadi sama kakak, itu nggak sopan karena bagaimanapun kakak itu lebih tua dari adek jadi adek harus menghormati kakak. Mengerti? " Ujar Syafa dengan lembut supaya ponakannya mengerti.
" Mengerti aunty "
" Mengelti "
Keduanya menjawab secara bersamaan!
" Bagus, sekarang saling minta maaf! " Titah Syafa
" Ndak mau! " Tolak Nabil
" Adek! " Tegur Syafa
" Ndak mau aunty, kakak yang calah. Kakak yang halus minta maaf " Protes Nabil
" Kok kakak, adekkan yang duluan ganggu kakak " Jawab Nara
" Loh, kok pada berantem lagi. Kan aunty suruh saling minta maaf. Kakak minta maaf sama adek. Adek juga minta maaf sama kakak. Ayo! " Syafa terus membujuk kedua ponakannya. Sementara yang lain hanya menyimak sembari sesekali tersenyum melihat Syafa yang dengan sabarnya membujuk kedua ponakannya itu.
" Tapi aunty.. "
" Nggak ada tapi tapian. Kalau kalian masih nggak mau saling minta maaf. Aunty bakal balik lagi ke Surabaya dan nggak mau ketemu sama kakak dan adek lagi " Ancam Syafa
" Jangan aunty " Larang keduanya.
" Yaudah, lakuin yang aunty bilang tadi " Ucap Syafa dengan nada tegas. Akhirnya kedua anak itu luluh.
" Adek maafin kakak ya! " Ujar Nara
" Adek juga minta maaf cama kakak. Adek cudah kacar cama kakak tadi " Balas Nabil. Keduanya pun berpelukan membuat semua orang terharu dengan kedua saudara itu.
" Nah gitu dong, baru ponakan aunty yang pintar " Puji Syafa.
***********
" Yah, Syakilah memang menantu idaman. Liat sama ponakan aja dia sayang apalagi sama anaknya nanti " Komen Viona melihat Syafa
" Iya bener bun, benar benar calon menantu idaman " Jawab Andra
" Iyalah anak siapa dulu dong " Sambung Lesty
" Anak papa dong " Jawab Rizky
" Nggak anak mama " Protes Lesty
" Udah udah, tadi Nara sama Nabil yang berantem. Eh, sekarang mama sama papa juga ikut ikutan " Protes Raka
" Iya nih, ma, pa.. ingat umur! " Sambung Marsel
" Nenek sama kakek jangan berantem. Itu nggak baik " Ujar Nara
" Bener tuh kata ponakan aku ma, pa " Sambung Dafa
" Loh, kok pada nyerang kami ini. Mau jadi anak durhaka? " Tanya Rizky. Sontak saja semuanya menggeleng.
" Kalau nggak mau diem dan liatin aja oke? Ntar mama sumpahin jadi orang sukses semua baru tahu rasa " Sambung Lesty
" Enak dong ma! " Canda Nayra
" Iya, kak Nay bener.. aamiinin dong! " Ujar Syafa
" Aamiin.. " Ujar Raka, Marsel, Rasya, Dafa, Zahira, dan Aleta bersamaan. Membuat anak anak dari keluarga Pranata tertawa.
" Hahahah.. tuh diaminin sumpahan kamu Ci " Ledek Viona
" Diem Viona, mau aku nggak restuin hubungan Ando dan Syakilah,anakku? " Ancam Lesty membuat Syafa bingung.
" Ya, jangan gitu dong Ci. " Protes Viona.
" Maksud mama apa ma? " Tanya Syafa
" eh..nggak kak, mama bercanda " Ujar Lesty tersenyum.
" Makanya jangan gitu dong bun, kena batunya kan " Ujar Vivto meledek bundanya.
" Iya bun, kasihan kan kakak kalau nggak di restuin tante Cia " Sambung Kalista
" Iya, sih Ri..eh maksudnya Ando jadi jones ntar" Ucap Axel
" Hahah.. jomblo ngenes. " Sambung Shalsa.
" Iya, kasihan adik ipar aku yang satu itu " Jawab Hana
" Kalau disumpahin kayak tante Cia tadi sih, mau mau aja bun " Jawab Nabila
" Heheh.. mbak Nabila bener tuh bun " Sambung Biman.
" Haduh, gini nih kalau anak anak udah pada besar. Pada pinter ngeledekin bundanya " Protes Viona
" Bercanda bunda sayang " Kalista memeluk bundanya. Mereka terus bercanda ria. Hingga pukul 21.30 mereka memutuskan untuk pulang. Walaupun sedikit kecewa karena Ando yang belum juga datang kesana. Syafa pamit keluar untuk mengambil sesuatu di mobilnya.
" Yaudah, Vi, Ndra kita pulang ya udah malem nih. Kasihan juga Syakilah yang baru sampai di Bandung beberapa jam lalu " Pamit Rizky
" Iya Viona, Andra. Kita duluan ya! " Sambung Lesty
" Hemm.. iya kalian hati hati " Jawab Andra
" Sekali lagi maaf banget, Andonya nggak bisa dateng " Sambung Viona
" Nggak papa tante, kan lain kali bisa ketemu " Sambung Raka mewakili mama papanya.
" Iya tan. Nggak usah ngerasa bersalah gitu, mungkin Ando memang ada kerjaan yang nggak bisa dia tinggal " Ucap Marsel
" Oiya ini aunty ada sedikit oleh oleh untuk ponakan yang cantik dan ganteng " Ujar Syafa yang baru kembali dari mobilnya mengambil cinderamata yg sengaja ia siapkan dari Surabaya untuk keluarga sahabat mama papanya setelah sebelumnya menanyakan pada sang mama.
" Ini untuk Ciko dan Reyna " Ujar Syafa memberikan paper bag pada mereka berdua
" Terima kasih aunty " Ujar mereka berdua
" Sama sama sayang "
" Dan yang ini untuk Bahira sama Tari " Ujar Syafa memberikan paper bag juga pada Bahira sedangkan untuk Tari ia berikan pada Nabila.
" Terima kasih aunty " Ucap Bahira
" Sama sama "
" Dan yang terakhir untuk adek Ivan " Ujar Stafa sembari memberi paper bag berikutnya pada Shalsa
" Wah, makasih banyak ya aunty Syafa " Ucap Shalsa
" Sama sama mbak "
" Oiya, ini ada juga untuk tante Viona sama om Andra " Ujar Syafa memberi paper bag pada Andra dan Viona
" Semoga om sama tante suka ya! " Sambung Syafa tersenyum.
" Pasti sayang, makasih ya! " Ucap Viona
" Dan ini juga ada sedikit oleh oleh untuk bang Vivto sama kak Hana, untuk mas Axel dan mbak Nabila, mbak Shalsa dan mas Biman juga untuk Kalista " Ujar Syafa membagi paper bag itu pada orang yang ia sebut.
" Wah makasih ya kak Syafa " Ujar Kalista. Yang lainnya juga berterima kasih pada Syafa.
" Oiya, tante ini aku titip buat Ando ya! Soalnya orangnya nggak ada disini " Ujar Syafa memberikan satu paper bag lagi
" Iya, nanti tante kasih ya! Makasih banyak ya nak. Maaf banget Andonya nggak dateng " Ujar Viona merasa bersalah
" Nggak papa tante. Biasa, CEO muda itu memang sibuk " Jawab Syafa.
Setelah berpamitan Syafa dan keluarganya keluar dari ruangan VVIP itu.
" Siapa nih yang mau ikut sama aunty. Aunty bosen dari Surabaya sampai ke sini sendiri aja " Ujar Syafa
" Aku ikut " Ujar Nara
" Atu juga " Jawab Nabil
" Kakak sama adek sama bunda dan ayah aja ya sayang. Kasihan aunty pasti capek " Ujar Nayra
" Bener kata bunda sayang " Sambung Raka
" Nggak mau " Jawab mereka berdua
" Iya nih, kalau nggak abang aja yang nyetirin mobil Syafa " Usul Marsel
" Bener kata aak kak, kamu pasti capekkan nyetir seharian " Sambung Lesty. Yang lain hanya mengangguk membenarkan ucapan Marsel dan Lesty.
" Nggak papa a', ma kakak nggak capek kok. Udah biasa! Lagian rumah kita deket kok dari sini " Tolak Syafa
" Kamu yakin kak? " Tanya Rizky
" Iya, pa.. tenang aja! " Jawab Syafa
" Yaudah hati hati dek " Ujar Dafa. Syafa mengangguk.
" Ayo kakak Nara sama adek Nabil kita pulang "
" Lest go! " Teriak keduanya.
Akhirnya mereka semua memutuskan pulang. Mobil mewah itu berjalan beriringan dijalan raya. Pertama mobil milik Rizky yang berisikan Rizky, Lesty serta Aleta yang duduk dibangku belakang. Mobil kedua merupakan mobil Marsel yang berisi Marsel, Rasya dan twins H. Mobil ketiga adalah mobil Syafa yang berisi Syafa dan dua ponakannya Nara dan Nabil. Kemudian diiringi mobil Dafa yang berisi Dafa dan Zahira. Dan yang menjadi pengawal mereka semua adalah mobilnya polisi keluarga Ferdian yang berisi Raka dan Nayra.
15 menit kemudian mereka sampai dirumah. Masing masing mobil mewah itu masuk kedalam garasi dan semua penghuninya segera keluar. Dafa segera membantu sang adik mengeluarkan kopernya dari bagasi mobil.
" Sini biar mas yang bawa ke kamar kamu " Tawar Dafa langsung mengambil koper Syafa didalam bagasi mobilnya.
" Makasih mas " Jawab Syafa yang memang sudah sangat lelah.
" Sebaiknya kamu langsung istirahat dek. Mbak liat kamu capek banget kayaknya " Ujar Zahira
" Iya mbak, yuk masuk! " Jawab Syafa sembari menenteng beberapa paper bag, oleh oleh untuk keluarganya. Mereka berdua masuk menyusul anggota keluarga lain yang sudah masuk duluan. Syafa membagikan oleh oleh yang sudah ia siapkan untuk semua anggota keluarganya. Setelah itu ia permisi masuk kamar untuk beristirahat.
To be continued!!!