The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Lelaki penyelamat itu, lagi



Lutut Safira terasa sangat lemas. Safira tak sanggup lagi berdiri. Perlahan posisi berdirinya mulai roboh, perlahan ia terjongkok dan kemudian terduduk di lantai basement mall itu namun tangannya tetap sekuat tenaga memegang tiang basement yang menjadi satu-satunya penyangga tubuhnya yang mulai terasa lemah itu. Isak tangisnya mulai terdengar miris sekali.


Flashback off


" Hiks... hiks... hiks.... " Sekuat tenaga Safira menahan suara tangisnya agar tidak terdengar siapapun. Tapi percuma, airmatanya mulai deras mengucur sebagaimana hancurnya hatinya saat ini. Benarkah? Mungkinkah?


Disaat bersamaan, ada seorang lelaki yang menyaksikan pemandangan tak lazim tersebut. Ya, Ikhsan. Ikhsan melihat seorang gadis sedang menangis sesenggukan sambil memeluk tiang basement sambil terduduk lemah, mata Ikhsan melihat dimana tatapan gadis itu terarah. Sebuah mobil SUV Hitam keluaran terbaru tahun ini, terlihat mobil itu bergoyang-goyang, sambil sesekali terdengar suara desahan lelaki perempuan yang sedang kesetanan!


" Aaaahhh... oouuhhh... **** me baby, Owhhh... " Desah wanita itu terdengar melengking seiring bergoyangnya mobil itu.


" Rey, aku... akuu mau keluaaarrr reyy... "


" **** me baby... Awhhhh awhhhh... " Lawannya pun tak kalah menjijikkan.


Ikhsan tak tahan melihat pemandangan ini. Satu sisi, pemandangan menjijikkan yang terbayang dari sebuah mobil bergoyang-goyang yang di dalamnya ada sepasang manusia bejat yang tidak tahu malu! Sisi lainnya, Ikhsan tak sanggup melihat bagaimana remuknya gadis yang sedari tadi merunduk sambil sesenggukan tak sanggup melihat pemandangan itu.


Ikhsan mendekati gadis itu, menepuk pelan bahunya, yang kemudian menaruh jari tunjuknya di bibir si gadis sebagai isyarat untuk diam. Gadis itu kaget, sungguh kaget. Dia adalah lelaki penyelamat yang waktu itu menolongnya. Antara bahagia dan sedih. Bahagia karena bertemu kembali dengan lelaki penyelamat itu. Sedih juga karena saat ini sebuah peristiwa pahit terjadi langsung didepan matanya.


Ikhsan : " Apa kamu mengenal mereka? "


Safira : " Ya, itu mobil milik pacar aku, oh maksud ku mantan pacar aku.." Ujar Safira sambil menundukkan wajahnya lesu.


Ikhsan : " Oke, wait and see. Pertunjukan akan segera dimulai.."


Ikhsan beringsut dan mengambil alat pemadam kebakaran yang berupa tabung gas nitrogen yang memang disediakan jika terjadi kebakaran atau situasi gawat darurat.


Safira hanya terbengong penuh tanda tanya, mau apa dia? apa yang mau dia perbuat? Matanya hanya mengikuti arah Ikhsan yang ternyata melangkah pasti menuju mobil jahanam itu sambil membawa tabung gas emergency itu.


Praaaang.....!!! Braaakkk....!!!


Suara pecahan kaca beling mobil terdengar sangat nyaring. Ikhsan memecahkan kaca mobil bagian depan dengan menggunakan APAR ( alat pemadam api ringan ) itu.


Sontak saja sang empunya kendaraan itu terkejut bukan kepalang. Apalagi posisi mereka sungguh tidak siap mendapatkan serangan mendadak seperti ini.


Terlihat Renata sedang berusaha menutupi tubuh bugilnya, begitu banyak tanda kissmark dari leher hingga bagian bawah tubuhnya. Sedangkan Virzha, dia kesal bukan main karena hasratnya belum sampai klimaks tapi sudah diganggu si pengacau itu. Siapa lelaki itu?


Safira memberanikan diri untuk melihat kondisi mereka berdua. Ikhsan masih tegap memegang tabung gas mini tersebut sembari memegang smartphone miliknya. Ikhsan menodongkan smartphonenya dengan capt video ke arah mereka, sepasang wanita dan lelaki jahanam itu pun gelagapan saking malunya bukan main. Mau marah, tak sempat lah mereka, sibuk menutupi aib mereka pun tak mampu!


" Renataaa.... Virzha..... Dasar pengkhianat kalian! Manusia jahat, gak tau diri, kurang ajarrr! " Jerit Safira tak tertahankan. Ikhsan hanya mendelik saat melihat reaksi si gadis itu. Sedangkan Virzha tambah salah tingkah dan gelagapan parahhh melihat Safira memergoki kelakuannya yang ***** itu! Ya, Virzha selingkuh dengan sahabat pacarnya sendiri.


Ikhsan tak tahan ingin segera keluar dari situasi yang tak enak itu, Ikhsan dengan lantang menggertak dua manusia jahanam itu :


" Hey lelaki pengkhianat dan wanita gak tau diri, aku peringatkan, jangan ganggu gadis ini lagi.. " sambil menunjuk kearah Safira


" Inget, gw punya kartu mati loe pada, kalo loe pada bertingkah, kelar idup loe semua be*ngsek! " Kata Ikhsan tegas sambil mengacungkan smartphone nya.


Tangis Safira makin menjadi-jadi. Ikhsan tak tahan. Ikhsan segera menggandeng tangan Safira menjauhi tempat jahanam itu.


Setelah berjalan dua tiga langkah, terdengar umpatan dari dua manusia jahanam itu.


" Cuihh dasar kamu Safira munafik, gw muak punya sahabat kayak loe.. "


" Loe tau gimana bahagianya gw udah rebut pacar loe? "


" Hahhahahahha... Safira **** loh! Mau aja dikadalin..."


Si Virzha terlihat sangat terganggu dengan perkataan Rey, dia berusaha membekap mulut sang selingkuhan nya itu.


" Sudah Rey, diam lah kamu, jangan bikin suasana tambah sial buat kita! " Ucapan Virzha lirih namun masih bisa mereka dengar.


Safira masih tahan mendengar ocehan Renata, alias Rey. Safira terlihat mengambil nafas dan mengeluarkan nya perlahan sebagai teknik meredam emosi.


Namun bukan Rey namanya kalo mudah menyerah. Dia makin menggila saat aibnya terbongkar. 'Biar lah aku tercebur basah sekalian', gumam Rey dalam hati.


" Asal loe tau yah Safira, malam dimana loe gak dijemput Virzha, hahahahhaha Virzha lagi menikmati hangatnya pelukan gw di hotel hahahahha.... Kami indehooyyy sampe pagi loh! Hahahahhaha.... " Ledek Rey kepada Safira.


Langkah Safira terhenti.


Ikhsan mulai siaga melihat ekspresi gadis disampingnya. Agak serem juga yaa mukanya, hiyy kayak nyokap gw kalo ngamuk ampun garangnya kagak ketulungan!


Ikhsan jadi merinding kayak liat setan.


" Daaann Safira, satu hal lagi yang loe harus tau, gw yang kirim preman-preman dungu itu buat rusak idup loe, perkosa loe, bahkan sampe mati sekalian, hahahahhaha...!! "


Safira sudah sampai level batas kesabarannya. Kembali Safira menarik dan menghembuskan nafasnya, berbalik arah menuju mobil jahanam itu. Setelah sebelumnya mengambil paksa tabung mini gas itu dari genggaman Ikhsan. Dan sempat-sempatnya Safira menatap dan tersenyum kearah Ikhsan, sampai Ikhsan dibuat takut oleh tatapan Safira.


Safira melangkah pasti menuju mantan sahabat dan mantan kekasihnya, kemudian tak segan melempar tabung gas mini tersebut kearah mereka berdua hingga mengenai kepala Virzha yang seketika itu mengeluarkan darah segar, kemudian Safira membuka kenop pintu mobil kanan penumpang dimana Renata terduduk disana masih menggunakan pakaian semrawut dan masih menampakkan tubuh bugilnya sebagian. Safira menjambak rambut Renata dan membenturkan kepalanya ke pintu bagian mobil tersebut.


Boouuggghh...!!! Bughh...!!! Terlihat pelipis Renata terluka. Gadis itu meringis kesakitan. Safira merasa puas memberikan pelajaran terhadap para pengkhianat seperti mereka.


Safira kemudian mengacungkan jarinya telunjuknya, kemudian berkata lirih : " Tunggu yah besok atau lusa, kampus akan gempar dengan beredarnya video mesum kalian ini... "


Lepas berkata demikian, Safira berbalik arah menuju Ikhsan yang setia menunggunya di pintu menuju bagian dalam mall tersebut. Ikhsan terlihat sangat bangga atas perlakuan berani gadis itu.


Ikhsan mengangguk sambil tersenyum saat Safira melintas tepat di depannya.