The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Kehancuran



" Apa? " Tanya Syafa


" Ada cctv lain yang merekam seseorang sedang meretas dan menghapus video asli dan juga sepertinya orang itu juga yang merekayasa semua video yang tersebar. Sepertinya dia handal dalam hal ini nona, tapi sayangnya ada satu cctv tersembunyi yang tak dia ketahui "


" Seret orang itu ke hadapanku sekarang juga" Teriak Syafa lantang membuat semua orang kaget.


" B.. baik nona "


Tut.. tut...


" Sepertinya aku benar benar butuh bantuan abang Ilham " Gumam Syafa segera mencari nomor Ilham yang sudah dikirim sang papa.


" Assalamualaikum bang " Sapa Syafa saat telponnya tersambung.


" Waalaikumsalam, wah ada angin apa nih tiba tiba adekku yang paling sombong ini nelpon " Canda Ilham terkekeh.


" Bang, please aku lagi nggak mood buat bercanda. Aku mau minta tolong darurat banget " Ujar Syafa serius


" Oke oke, ada masalah apa hem? " Tanya Ilham. Syafa mulai menceritakan permasalahannya dari awal sampai akhir.


" Jadi, aku mau abang dapetin video asli yang sudah dihapus itu " Ujar Syafa pada akhirnya.


" Oke, sekarang kirim video rekayasa dan alamat dimana cctv itu berada " Ujar Ilham


" Sudah " Jawab Syafa


" Tunggulah sebentar, kalau videonya terhapus bukan berarti filenya juga terhapus kan? " Tanya Ilham.


" Iya, buruan bang kasihan Leta " Ujar Syafa


" Oke "


Tok.. tok.. tok


Sambungan telpon terputus tepat saat seseorang mengetuk pintu.


" Masuk " Ujar bu Desi, sang kepala sekolah. Dengan segera enam orang berjas hitam dengan cap Interast Ferd.Group di lengan baju bagian kanannya masuk.


Sangat jelas mereka adalah bodyguard resmi keluarga Ferdian. Mereka sedikit membungkukkan badan ketika berhadapan dengan Syafa dan Aleta. Sontak membuat mamanya Dio kaget. Bagaimana mungkin bodyguard keluarga Ferdian yang terhormat sangat menghormati Syafa dan Aleta yang dia tahu hanyalah gadis biasa. Sesaat mamanya Dio itu berpikir Syafa adalah salah satu anak dari rekan bisnis Interast Ferd. Group yang sedang memanfaatkan tim keamanan dari Keluarga terpandang itu. Karena memang mamanya Dio tidak terlalu mengenal anak anak dari keluarga Ferdian.


" Dimana orang itu? " Tanya Syafa


" Maaf nona muda, dia... "


" Dia kenapa hah? "


" Di.. dia ada bersama Daniel dan Edo nona" Ujar ketua bodyguard menyebut nama anak buahnya yang bersama orang yang Syafa maksud


" Apa? Lalu kenapa mereka belum datang juga?" Teriak Syafa menatap tajam bodyguard itu. Para bodyguard itu tampak takut mendengar bentakan Syafa.


" Saya tidak mau tahu, kalian susul mereka dan kembali dalam 3 menit bersama orang itu. Sekarang " Bentak Syafa


" B..baik nona " Mereka berbalik dan berniat keluar. Namun saat akan membuka pintu mereka dikejutkan dengan kedatangan kedua rekan mereka bersama seorang pria.


" Selamat siang nona muda " Sapa salah seorang bernama Daniel


" Darimana saja kalian? Kenapa baru sampai " Ujar Syafa


" Maaf nona, tadi ada beberapa teman pria ini yang mencegat kami. Untungnya kami berhasil menghindar dan melawan mereka "


" Baiklah, seret pria itu kesini " Ujar Syafa. Dengan segera Daniel, Edo dan enam teman lainnya mulai memaksa pria muda itu masuk. Dio tampak memucat. Hal itu tak luput dari penglihatan Syafa. Syafa tersenyum sinis kearah Dio. Syafa menengadah tangannya. Mengerti dengan isyarat dari nona muda mereka, Satyo sang ketua tim segera menyerahkan sebuah map berwarna biru kepada Syafa. Syafa segera membuka map itu.


" Arseno Bramasta " Ujar Syafa menyebut nama pria yang ada didepannya.


" Jadi tuan Arseno, benarkah anda yang sudah merekayasa video ini? " Ujar Syafa berdiri dan melempar sebuah handphone dihadapan Arseno yang sedang duduk bersimpuh dilantai dengan tangan diikat.


" Saya tidak tahu apa apa " Jawab Arseno dengan lantang membuat Syafa tersenyum sinis.


" Apakah uang 50 juta mampu menutup mulut anda tuan? " Tanya Syafa dengan santainya


" Apa maksud anda nona saya tidak mengerti " Ujar Arseno membuat Dio dan juga mamanya Dio tersenyum karena mengira Syafa sudah kalah.


" Sudahlah nona Syafa, apalagi yang ingin anda buktikan, semua sudah jelas. Izinkan adik anda menikah dengan anak saya dan masalah selesai. Anda tidak perlu berpura pura mendatangkan orang yang tidak bersalah ini kehadapan kami semua " Ujar mama Dio dengan gaya mengejek.


" Satyo " Panggilan Syafa yang merupakan isyarat untuk Satyo. Satyo mengangguk tanda mengerti dengan perintah nona mudanya. Dengan langkah lebar ia mendekati mama Dio itu.


" Maaf nyonya, sebaiknya untuk sementara waktu ini sebaiknya anda berperan sebagai penonton, karena nona muda sangat tidak suka jika ada yang mencelah ketika sedang mengorek informasi dari tersangka. Jika hal itu terjadi maka jangan salahkan saya jika saya melakukan hal yang tidak diinginkan kepada nyonya disini " Ujar Satyo dengan tegas membuat mama Dio membungkam mulutnya.


" Jadi anda tetap pada pendirian anda tuan " Ujar Syafa kembali mendekati pria itu. Saat ini didalam ruang BK itu hanya ada Bu Desi, Dio, Mamanya Dio, Syafa, Dan para bodyguard beserta Arseno tak lupa dua orang guru yang masih setia duduk disana sedangkan satu lainnya sudah masuk kelas untuk mengajar.Bu Ratna, pak Asep dan juga bu Irma yang kembali masuk ruang BK tak lupa Aleta dan Kalista yang masih ada disana juga.


" Hemm.. baiklah. Kalau dengan uang 50 juta bisa membungkam mulut anda tidak menutup kemungkinan dengan uang 5 juta saja saya bisa membuat hidup keluarga anda tidak tenang dan bahkan akan hancur " Ujar Syafa tersenyum sinis


" Tidak,, tolong jangan libatkan keluarga saya dalam hal ini " Ujar Arseno. Syafa tersenyum karena berhasil memancing Arseno.


" Kalau begitu katakanlah dengan jujur "


" Tidak nona, s.. sa.. saya sama sekali tidak ter.. libat " Ujarnya terbata.


" Oke, jadi itu pilihanmu tuan. Tidak jadi masalah, tanpa pengakuanmu pun saya akan dengan sangat mudah bisa menemukan dalang dibalik semua ini " Ujar Syafa berputar mengitari Arseno


" Tapi jangan salahkan saya jika kau juga akan ikut tertangkap dan mendekam dipenjara karena terlibat dalam hal ini. Dan akan saya pastikan baik anda maupun keluarga anda akan hancur berkeping keping " Ancam Syafa dengan menatap tajam Arseno membuat nyali pria muda itu menciut.


" Tidak nona.. s...sa.. saya mohon jangan lakukan itu "


" Ehhmm.. saya akan mempertimbangkan keputusan saya jika kau berani mengakui apa yang kau perbuat. Dan saya akan melindungi keluargamu dari ancamannya " Ujar Syafa lagi menunjuk kearah Dio.


" Apa maksudmu hah? Anakku juga korban disini.. " Teriak mama Dio. Satyo kembali menatap tajam wanita paruh bayah itu membuat ia kembali membungkam mulutnya.


" Saya tidak suka membuang buang waktu seperti ini tuan Arseno. Jadi mengakulah atau kau benar benar akan tamat " Ujar Syafa dengan nada meninggi. Arseno masih diam saja.


ting..


*Bang Ilham


Dek, ini video cctv yang asli! Dan ternyata pelaku dibayar oleh seseorang untuk menjebak Leta...


Ilham mengirim pesan beserta dua video cctv yang berhasil dia retas. Syafa tersenyum melihatnya.


*Syafa


Oke, makasih bang!


Syafa segera menyimpan handphonenya dan kembali mengintrogasi Arseno.


" Baiklah, Satyo hubungi anak buahmu yang masih ada dilokasi dan eksekusi sekarang juga" Titah Syafa


" Baik nona " Satyo hendak mengangkat telponnya tapi sebelum itu terjadi...


" Tunggu tuan, ehmm.. baiklah nona saya akan mengaku, ja..jadi sebenarnya saya disuruh oleh tuan Dio me..mengedit video cctv area sana supaya terlihat seperti nona ini yang berada disana. Pa..pada hal bukan nona ini yang ada disana tapi teman wanita tuan Dio. Sa..Saya juga disuruh meng..hapus video yang asli. Dan saya dibayar 50 juta. Sebenarnya saya terpaksa melakukan itu karena saya sangat membutuhkan uang untuk operasi ibu saya yang sedang sakit. Maafkan saya nona " Ujar Arseno menunjuk Aleta


" Apa? Nggak mungkin anak saya melakukan itu, kamu pasti berbohong. " Teriak mama Dio lagi membuat Satyo lagi lagi menatap tajam wanita itu.


" Apa dia mengancammu? "


" I..iya nona "


" Baiklah, saya suka anda berbicara jujur tuan Arseno. Sesuai janji saya, saya akan melindungi keluargamu dari ancaman pria ini " Ujar Syafa.


" Lepas ikatan tangannya dan biarkan dia duduk disofa " Titah Syafa pada anak buahnya.


" Baik nona " Daniel segera melepas ikatan tangan Arseno dan membiarkan dia duduk disofa.


" Bu Desi, Bu Irma dan ibu bapak guru lainnya. Coba liat ini, ini merupakan video cctv asli yang abang saya dapatkan " Ujar Syafa memberikan ponselnya pada guru. Mereka semua sangat terkejut melihat video itu.


" Jadi ini perbuatan kamu Dio " Tunjuk bu Desi pada Dio


" En..nggak bu, ini semua salah. Pasti saya dijebak "


" Hey, kau yang menjebak adikku Dio Hermawan " Teriak Syafa


" Saya sangat kecewa dengan tingkah laku kamu Dio. Sangat memalukan. Dan maaf sekali dengan sangat terpaksa kamu harus saya keluarkan dari sekolah ini " Ujar Bu Desi


" Apa? Saya tidak terima anak saya dikeluarkan dari sekolah hanya karena bocah ingusan ini. Saya pastikan sekolah ini dan juga kau akan hancur " Ujar mama Dio menunjuk Syafa.


" Singkirkan jari anda dari hadapanku atau kau akan melihat jari itu tidak berada ditempatnya lagi nyonya " Ujar Syafa santai. Mama Dio segera menyingkirkan jarinya.


" Katakan nyonya, bekerja di perusahaan mana suami anda? " Tanya Syafa


" Suami saya pemilik perusahaan Antara Group dan pastinya perusahaan itu perusahaan terbesar dikota ini. Jadi, katakan apa pekerjaan orangtuamu atau keluargamu yang lain karena saya akan segera menghancurkannya " Ujar Mama Dio dengan Sombongnya.


" Saya takut anda jantungan jika saya menyebutnya nona " Ujar Syafa santai


" Katakan saja " Teriak Mama Dio


" Hemm.. baiklah, pertama saya sendiri kuliah di Universitas Trisakti Dharma dan merupakan owner Syafa Boutique " Ujar Syafa membuat Mama Dio sedikit terkejut


" Kakak saya yang pertama bernama Raka yang bekerja Sebagai seorang perwira polisi. Kakak saya yang kedua bernama Marsel pemilik perusahaan Mrl. Group. Kakak saya yang ketiga bernama Dafa merupakan Direktur sekaligus pemilik Df.Ferd Medika. Mama saya bernama Agrecia Lesty Amberlt pemilik toko kue terkenal Les'cake dan Papa saya bernama Rizky Dirgantara Ferdian pemilik Interast Ferd.Group. Jadi katakan dari mana anda akan menghancurkan keluarga saya nyonya? " Jelas Syafa yang membuat semua orang kaget. Sesaat kemudian mama Dio tertawa


" Hahaha.. kamu kira saya percaya hah? "


" Anda sudah keterlaluan Nyonya Hermawan. Berani sekali anda mengejek anak saya. Mulai hari ini saya batalkan kerjasama perusahaan kita, saham yang pernah saya tanamkan diperusahaan keluarga anda akan saya tarik kembali. Dan saya pastikan keluarga anda yang hancur " Teriak seseorang dari arah pintu


" Papa "


" Om Rizky "


Ucap Syafa, Leta dan Kalista bersamaan.


" Tuan Ferdian " Ucap Mama Dio tidak percaya


" Kenapa anda kaget seperti itu nyonya besar. Ayo hancurkan saja keluarga saya " Ujar Rizky menghampiri kedua anaknya dan memeluk mereka.


" Kalian nggak papa? " Tanya Rizky mengelus kepala kedua putri kesayangannya.


" Kami nggak papa kok pa " Ujar Syafa tersenyum.


" Tuan Ferdian tolong jangan batalkan kerjasamanya. Suami saya nggak salah apa apa " Ujar Mama Dio


" Suamimu memang tidak salah, tapi kamu dan putramu itu yang salah " Balas Syafa


" Diam kamu "


" Kau yang diam " Bentak Rizky


" Kita pulang sekarang " Ujar Rizky yabg diangguki kedua anaknya.


" Ibu Kepala Sekolah, terima kasih karena sudah memberikan kesempatan pada putri saya untuk mencari kebenarannya dan terima kasih atas keadilan yang ibu berikan " Ujar Rizky tulus


" Sama sama pak, sudah tugas saya sebagai guru mereka untuk melakukan itu " Ujar Bu Desi


" Bu Irma, anda liat sendiri kan. Adik saya tidak seperti itu. Jadi lain kali jaga mulut anda. Untuk kali ini saya memaklumi anda karena saya masih menghormati anda sebagai guru adik saya. Tapi jika hal itu terulang lagi, maka maaf jika saya melakukan hal yang lebih dari itu " Ijar Syafa tenang namun penuh penekanan.


" Tuan Arseno kali ini anda juga saya lepaskan. Dan untuk keselamatan keluarga anda, anda tidak perlu khawatir karena saya yang jamin. Serta saya akan membayar semua biaya operasi ibu anda "


" Terima kasih banyak nona.Sekali lagi maafkan saya "


" Tolong kamu ambilkan tas anak saya dan Kalista dikelas mereka " Titah Rizky


" Baiklah tuan besar " Mereka bergegas mengambil tas nona muda mereka dikelasnya.


" Kalista ikutlah pulang bersama kami, om akan mengantarmu "


" Tidak perlu om, Bunda yang jemput Lista "


" Lista papa benar kamu ikut kami aja ya "


" Tapi kak.. ".


" Nggak ada tapi tapian "


" heem.. oke "


" Tuan Ferdian tunggu. Tolong pertimbangkan kembali keputusan anda! Saya mohon maafkan saya " Mohon Mama Dio


" Saya bisa memaafkan anda jika itu berhubungan dengan saya sendiri. Tapi tidak jika berhubungan dengan keluarga saya. Terutama Orangtua, Istri dan juga anak anak saya. Apalagi perbuatan putra anda yang benar benar menjijikan itu " Ujar Rizky menunjuk Dio


" Tuan saya minta maaf, tolong beri kami kesempatan tuan " Ujar mama Dio lagi


" Berhentilah bicara atau saya bawa masalah ini kejalur hukum " Ancam Rizky langsung melangkah keluar diikuti ketiga gadis muda itu dan para bodyguard. Sebelum keluar Syafa sempat mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah karena sudah memberi kesempatan kepadanya untuk membuktikan kebenarannya yang dibalas senyuman oleh kepala sekolah.


Syafa, Aleta, Rizky, Kalista dan para bodyguard melangkah keluar ruangan itu menuju mobil. Setelah mengantar Kalista,mereka langsung meluncur ke kediaman Ferdian.Arseno juga diantar salah satu bodyguard mereka kerumahnya.


Sedangkan Dio dan mamanya yang baru pulang mendapat amukan dari sang papa. Bahkan papa Dio mengusir Dio dan mamanya dari rumahnya saat itu juga.


To be continued!!