
Selesai makan Rosetta dan Nina segera membereskan meja makan. Sedangkan majikan beserta tamunya sudah duduk di ruang keluarga. Mereka mengobrol ringan. Rivan juga sudah terlihat akrab dengan Dafa.
" Nona, maaf! Tadi saya lewat didepan kamar anda, dan sepertinya handphone anda berbunyi" Ujar Nina menghampiri Syafa
" Oiya? Makasih ya Nina "
" Iya nona " Jawab Nina. Nina pun segera pergi dari sana.
" Maaf ya semuanya, aku kekamar bentar " Pamit Syafa yang diangguki semuanya. Syafapun berjalan ke kamarnya dilantai atas.
" Kak Nic " Gumamnya. Ia segera mengangkat telponnya dan beranjak keruang keluarga karena Nico juga ingin berbicara dengan Aleta dan Dafa katanya.
" Ganti Video Call aja dek " Ujar Nico dari dalam handphone.
" Hemm.. terserah kak Nic deh " Jawab Syafa sembari menuruni tangga. Nico segera memutuskan telponnya dan menggantikannya dengan Video Call.
" Mana yang lainnya Fa? " Tanya Nico
" Bentar, mereka semua ada di bawah " Jawab Syafa.
" Kalian udah ke Danau Ontario belum nih? Kan deket dari apartemen opah "
" Belum kak, orang kita baru aja nyampe beberapa jam yang lalu " Jawab Syafa
" Jadi masih diapartemen aja nih "
" Iya, tadi cuma kesupermarket deket sini beli bahan makanan. Udah itu kita pulang deh "
" Iya, jaga jaga jangan sampai lupa lagi bawa dompet " Ujar Nico terkekeh. Pernah sekali ketika Syafa belanja peralatan untuk kuliahnya, Ia lupa membawa dompetnya. Untunglah ada Nico yang menemaninya hingga semua belanjaan Syafa, Nico yang bayar.
" Heheh.. emang kelupaan tadi. Untung ada pangeran tampan yang datang nolongin aku " Ujar Syafa bercanda sembari melirik Rivan yang sedang ngobrol dengan Dafa.
" Tuhkan, kebiasaan deh. Eh tapi siapa pangeran tampan yang mau nolongin kamu dengan suka rela? "
" Dinegara orang lagi " Sambung Nico
" Ada dong. Orang Indo pastinya. Kak Nic pasti tahu lah, apalagi kita pernah beberapa kali disatukan dalam acara sosial universitas. " Ujar Syafa lagi sembari duduk disamping Dafa.
" Hemm.. siapa ya? "
" Adadeh "
" Siapa dek? " Tanya Dafa
" Kak Nic, nih dia mau ngomong sama mas juga adek " Jawab Syafa menyerahkan handphonenya pada Dafa.
" Hallo mas, gimana selamat semua kan mas sampe sana " Canda Nico
" Iya, Alhamdulillah selamat semua kok Nic. Kok kamu nggak tidur, padahal disana kan udah jam 2 malam " Ujar Dafa
" Hehe.. sebenarnya tadi aku abis sholat tahajud, habis itu nggak bisa tidur jadinya nelpon deh " Ujar Nico
" Ada ada aja kak Nic " Omel Aleta muncul dilayar handphone Syafa.
" Anak kecil nggak boleh ikut campur " Ujar Nico mengejek Aleta
" Ih.. kak Nic, aku bukan anak kecil lagi tau " Ujae Aleta cemberut
" Iya deh iya, yang udah gede " Ledek Nico lagi membuat Aleta memanyunkan bibirnya.
" Wait, ada siapa tuh disamping mas Dafa? " Ujar Nico lagi ketika melihat ada sedikit bagian Jas milik Rivan tampak pada layar handphone Syafa.
" Oh ini tuh kak Rivan, HER FUTURE HUSBAND kakak " Jawab Aleta sengaja menekan kata katanya dan melirik sekilas kearah Celine yang tampak kesal.Sontak membuat Syafa mencubit lengan sang adik. Sedangkan Nico dan Dafa tampak membulatkan matanya.
" Calon Suami? " Tanya Nico
" Heheh.. bercanda kak Nic "
" Iya nih ada Rivan kebetulan dia ada di Kanada jadi diajak mampir sama Syafa dan Aleta keapartemen opah " Jelas Dafa mengarahkan handphonenya kearah Rivan
" Hai bro, apa kabar nih? Udah lama ya nggak ketemu " Sapa Nico
" Hai juga, Alhamdulillah baik. Iya udah lama banget nggak ketemu soalnya sibuk disini hehe.. " Jawab Rivan
" Ehmm.. terakhir ketemu di UTSD kalau nggak salah ya Van. Waktu lo nanyain Syafa sama gue, inget nggak? " Tanya Nico sedikit menggoda Rivan.
" Apaan sih Nic "
" Tapi bener kan "
" Hemm.. "
" Hilal udah keliatan nih mas. Siap siap kita dilangkahin sama adik kesayangan kita itu " Goda Nico
" Iya, nggak papa dong Nic " Jawab Dafa
" Apaan sih kak Nic " Ujar Syafa cemberut
" Benerkan? "
" Apanya yang bener? "
" Nggak ada deh "
" Oiya, jangan jangan pangeran tampan yang katanya menyelamatkan kamu hari ini tuh... Rivan? " Tanya Nico
" What? Pangeran tampan? " Tanya Aleta
" Hemm.. iya, tadi kakak kamu bilang gitu sama kakak, Leta. "
" Owh.. ciee kakak, gayanya malu malu kucing padahal kan mau " Ledek Aleta
" Udah deh matiin aja nih handphone, ngeselin banget sih kalian semua " Rajuk Syafa
" Kak Nicoooo " Teriak Syafa
" Hahahaha...becanda dek "
" Ngeselin "
Sementara Rivan masih saja kesal melihat Syafa yang akrab dengan Nico walaupun ia tahu kalau Nico itu kakaknya Syafa.
" Lo nggak usah cemburu sama gue Van. Gue itu kakaknya Syafa bukan saingan lo, tenang aja gue dukung kok kalau lo mau sama adek gue yang paling ngeselin itu " Canda Nico saat melihat raut muka Rivan yang berubah.
" Eh, nggak kok " Elak Rivan membuat Nico tersenyum tipis
" Eh, siapa tuh yang ada disamping Rivan, cewek deh kayaknya " Ujar Nico memperhatikan sedikit baju Celine yang tampak.
" Itu tuh sekretarisnya kak Rivan, namanya miss ondel ondel " Kekeh Aleta
" Miss ondel ondel? " Tanya Nico bingung
" Iya heheh.. abisnya make up diwajahnya tebel banget. Udah kayak ondel ondel " Jawab Aleta terkekeh.
" Ada ada aja kamu " Ujar Nico
" Tapi aku penasaran deh, Tunjukin dong " Ujar Nico
" Nggak boleh, ntar jatuh cinta lagi " Omel Aleta
" Nggak lah dek " Dafa pun mengarahkan ponsel Syafa pada Celine
" Hy, beautiful " Goda Nico pada Celine
" Hy, prince handsome " Jawab Celine dengan nada manja
" already, why did Nico's brother seduce this Miss Ondel Ondel? ( Udah udah, ngapain kak Nico jadi godain nona ondel ondel ini? ) " Kesal Aleta
" What? Miss ondel ondel? " Ujar Celine bingung
" Yes, you know ondel ondel? " Tanya Aleta pada Celine
" I dont know "
" Search on google and you will know what is ondel ondel ( Cari di google dan kau akan tahu apa itu ondel ondel ) " Jawab Aleta terkekeh.
" Damn, my phone is dead again! ( Sial, ponselku mati lagi ) " Gumamnya. Ia sangat penasaran dengan ondel ondel karena wanita yang mengaku calon adik ipar bosnya itu terus saja menyebutnya Miss Ondel Ondel.
" Sudah dulu ya Nic, kamu tidur sana ntar telat mau kekantor besok! " Ujar Dafa
" Iya mas, yaudah aku tutup dulu ya kalian semua jaga diri. Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
°°°°°°°°°°°°°
" Yaudah Syafa, Leta, mas Dafa aku pamit dulu ya, makasih banyak makanannya tadi " Pamit Rivan
" Hati hati dijalan Van, lain kali mampirlah lagi kalau ada waktu " Balas Dafa
" Iya mas, Insya Allah. Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam " Syafa dan Aleta mengantar Rivan dan juga Celine ke basemant. Sesampainya disana mereka melihat Alex, asisten pribadi Rivan.
" Good afternoon, Sir " Sapa Alex
" Afternoon " Jawab Rivan
" Siapa dia kak? " Tanya Aleta
" Oiya, kalian belum kenal ya " Syafa dan Aleta mengangguk karena mereka memang belum tahu siapa Alex
" Syafa and Aleta this is Alex, my personal assistant and Alex introduces this is Syafa and Aleta, my friends from Indonesia ( Syafa dan Aleta kenalin ini Alex, asisten pribadiku dan Alex kenalkan ini Syafa dan Aleta temanku dari Indonesia) " Ujar Rivan memperkenalkan Alex pada Syafa dan Aleta juga sebaliknya.
" Greetings Miss Syafa and Miss Aleta "
" Greetings too Mr.Alex " Jawab Syafa
" just call alex miss "
" Okay, Alex " Jawab Syafa lagi
" we go home now! " Titah Rivan. Alex mengangguk
" Makasih untuk hari ini ya Syafa, Aleta " Uajr Rivan lagi
" Iya sama sama kak " Jawab Leta.
Alex sudah duduk didepan kemudi. Rivan memang sengaja memanggil Alex karena ia tak suka jika hanya berduaan dengan Celine.
" Celine, you sit in the front with alex ( Celine, kamu duduk didepan bersama Alex) " Perintah Rivan saat melihat Celine hendak duduk di sampingnya.
" I'm sitting in the back sir ( Saya duduk dibelakang saja tuan ) " Jawabnya
" I said sit in front " Ujar Rivan dengan sorot matanya yang tajam.
"If you are told to sit in front, please sit in front. shameless ondel ondel miss (kalau disuruh didepan ya duduk didepan dong. dasar miss ondel ondel tak tahu malu) " Sambung Aleta
" Shut up! " Ujar Celine kesal
" you who are silent " Teriak Rivan. Mendengar Rivan berteriak akhirnya Celine duduk didepan disamping Alex. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang membela keramaian kota Toronto disiang hari.
To be continued!!