The Perfection Of Love

The Perfection Of Love
Daddy vs Ikhsan part 1



*Kediaman Safira, Senja hari


Karena malam ini weekend, Daddy mengajakku nonton bioskop di mall. Mommy sangat antusias sekali menikmati moment ini. Kamipun bersiap-siap dan berdandan sekedarnya setelah menunaikan shalat isya berjamaah, aku memakai celana panjang jeans dan memakai sweater Hoodie berwarna hitam yang menutup rambutku, walaupun aku belum berhijab, tapi aku berusaha untuk tampil sopan dalam hal berpakaian. Sedangkan mommy terlihat sangat cantik mengenakan dress dibawah lutut dan memoleskan make up minimalis di wajahnya. Daddy terlihat sangat antusias ketika kami berdua turun ke lantai bawah dimana Daddy menunggu kami.


Daddy : " Wooww, bidadari-bidadari ini cantik sekali sih? Kecantikan kalian tak terlukiskan dengan kata-kata lohh... " Ujarnya.


Safira : " Iiihhh Daddy gombal, pasti Daddy cuma terkesima sama kecantikan mommy aja khan? " Godaku pada Daddy dan terlihat wajah mommy merona merah.


Mommy terlihat hanya menunduk menahan gejolak rasanya. Aku terkekeh. Seperti menyaksikan pasangan remaja ABG yang lagi jatuh cinta. Hahahahhaha.


Tangan kanan Daddy menggandeng lenganku dan tangan kirinya menggandeng lengan mommy. Kami digiring Daddy menuju mobil yang sudah Mang Ucit siapkan. Kami menempuh perjalanan dengan begitu antusias. Senyum kami tak pernah luntur. Kami merasakan bahagia yang teramat sangat. Mobil kami sudah memasuki pelataran parkir di gedung bertingkat ini. Kami tak memarkirkan mobil didalam basement, entahlah.. kejadian lalu membuatku masih trauma bila melihat basement itu lagi.


Kami turun dari mobil dan bergegas menuju outlet kuliner untuk mengisi perut kami sebelum menonton film.


Daddy sejenak permisi ke toilet, kami hanya mengangguk.


POV Daddy


Di jalan menuju arah toilet, aku bertemu seorang anak muda tampan nan rupawan sedang membantu seorang nenek tua yang kesulitan membawa barang belanjaan nya. Entah si nenek tua itu sendiri atau pergi dengan anggota keluarga nya yang lain, tapi nampaknya si nenek terlihat butuh bantuan. Aku tersenyum sendiri, Hmm itu calon menantu idamanku. *eeehhh!


Si anak muda merasa tak kerepotan membawakan belanjaan itu menuju ke mobil si nenek.


Disudut sisi lain mall, terlihat Hasna sedang resah menunggu sang abang.


" Ck ck ck.. Katanya cuma ke toilet, tapi lama amat sih? " dengus Hasna kesal sambil menyeruput Jus Alpukat yang telah ia pesan sebelumnya.


Tak lama kemudian, datanglah sosok yang dinantinya. Ya, Ikhsan. Menghabiskan malam weekend dengan Hasna sekalian mengantarnya membeli laptop baru karena tuntutan sekolah banyak tugas sedangkan laptop lamanya sudah tak layak pakai.


Ikhsan : " Maafin Abang yaa Hasna sayang, tadi bang Ikhsan nganterin nenek tua dulu bawain belanjaannya. Kasian deh, sudah tua tapi gak ada yang nemenin! " Tukasnya.


Hasna : " Eeet dah gimana sih, masa keren begitu godainnya nenek-nenek siiii... " Hasna menggoda abangnya.


Ikhsan : " Iihh apaan seehh, khan Hasna tau gimana wajibnya kita berbuat baik sama orang tua.. " Jawabnya tenang.


Hasna nyengir aja. Tak berselang beberapa lama, Ikhsan dan Hasna menuju ke toko elektronik untuk mencari laptop yang cocok buat Hasna.


POV Safira


Aku bahagia bisa menghabiskan waktu dengan mommy dan daddy di tempat ini. Kami makan, nonton dan bersenda gurau. Kulihat wajah mommy begitu sangat merona bahagia. Apakah ini moment langka mommy menghabiskan waktu bersama daddy? Aku tak peduli, pokoknya saat ini aku bahagia sekali.


Sepintas aku seperti melihat teman di sekolah karateku, ya.. itu Hasna! Aku berusaha melihatnya dengan seksama, Hasna terlihat sangat mesra berjalan bergandengan dengan seorang lelaki tampan. Apa itu pacarnya? Uunnchh, so sweet... Jiwa jomblonya meronta, meringis dan hatinya terasa hmmm hanya jomblo yang mengerti perasaanku saat ini.