
Suasana dalam mobil hening tanpa suara. Hanya suara rintik rintik hujan yang menjadi teman perjalanan mereka. Seorang gadis muda memandang keluar jendela mobil. Seolah tahu isi hatinya, hujan seakan enggan berhenti membasahi bumi.
" Kamu kenapa? " Tanya Seorang pria muda disampingnya sembari memperhatikan jalanan dan terus menyetir mobilnya.
" Nggak kenapa napa kok kak " Jawabnya malas.
" Kayaknya lagi galau banget, diputusin sama pacar? " Tanya pria itu lagi
" Ih, apaan sih kak. Punya pacar aja nggak gimana mau putus coba? "
" Hmm, iya. Tapi kakak nggak percaya gitu aja sama kamu. Ceritakanlah sama kakak jika ada yang mengganjal pikiranmu "
" Nggak ada kok! Beneran deh. Cuma capek aja" Jawabnya
" Kalau gitu kita batalin aja ya acara makan siangnya. Langsung pulang aja gimana? " Tanya pria muda itu memastikan
" Jangan dong kak! Kak Nic udah janji loh mau traktirin aku makan direstorantnya omah " Ujar gadis itu memasang wajah cemberutnya
" Oke dear, kita kesana deh " Jawab Nico.
°°°°°°°°°°°°°
✓Toronto, Kanada
" Sayang sekali aku belum menyimpan nomor dia ke dalam buku catatanku " Gumam seorang pria sembari menatap langit malam yang dipenuhi bintang bintang.
Flashback on...
" How? Have you found it? ( Bagaimana?Apakah sudah ketemu?) " Tanya seorang pria muda pada anak buahnya sembari memeriksa berkas berkas dimeja kerjanya.
" Sorry sir, we've been looking all over the airport and all the way we went yesterday, but we couldn't find it! (Maaf tuan, kami sudah mencarinya diseluruh penjuru bandara dan sepanjang jalan yang kita lalui kemarin, tapi kami tidak menemukannya) " Ujar anak buahnya
" Gosh, how's this? Many important numbers stored there! (Astaga, bagaimana ini? Banyak nomor nomor penting yang tersimpan disana!)" Gumam pria itu
" Can't it be traced? ( apakah tidak bisa dilacak?) " Tanya pria itu lagi
" Sorry sir can't. The GPS on your phone has been disabled! (Maaf tuan tidak bisa. GPS yang ada pada ponsel anda sudah dinonaktifkan!) "
" Well you can go! Oiya, please buy me a new cell phone. And ask my secretary to keep all the numbers of my important clients on the phone. ( Yasudah kamu boleh pergi! Oiya, tolong kamu belikan saya ponsel yang baru. Dan minta pada sekretaris saya untuk menyimpan semua nomor klien penting saya diponsel itu.) " Titahnya
" Yes, Sir. Excuse me " Pria muda itu tampak mengangguk dan anak buahnya segera pamit keluar ruangannya.
" Tak ada nomor keluarga yang aku ingat selain nomor adek. Setelah ini aku bakal telpon adek dan minta semua nomor keluarga besar serta klien klienku di Indonesia darinya nanti " Batinnya tersenyum.
Tok... tok.. tok..
" Come in "
" Sir, sorry this is the phone. All your important client numbers have been saved all (Tuan, maaf ini ponselnya. Semua nomor klien penting anda sudah disimpan semua) " Ucap Anak buahnya menyodorkan sebuah ponsel mahal keluaran terbaru.
" Okay, thank you "
" You're Welcome Sir, Excuse me "
********
Setelah anak buahnya pamit ia pun menelpon sang adik..
" Assalamualaikum, maaf ini siapa ya? " Ujar seseorang dari dalam ponsel
" Waalaikumsalam dek, apa kabar? "
" Kakak, Alhamdulillah sehat kak " Pekik sang adik
" Syukurlah kalau gitu "
" Kakak sendiri apa kabar? kok dari kemarin nggak kasih kabar sih, bunda sama ayah khawatir tahu "
"Alhamdulillah kakak juga baik kok.Maaf ya, kemarin ponsel kakak jatuh nggak tahu dimana. Dan kakak udah cari cari dari kemarin tapi nggak nemu. Jadinya beli ponsel baru deh " Jelasnya
" Jadi, ini nomor baru kakak? "
" Iya "
" Oiya, kakak boleh minta tolong? "
" Minta tolong apaan? "
" Tolong kamu masuk kamar kakak dan buka nakas sebelah kiri ranjang. Disana ada buku kecil sampulnya warna hijau. Disana ada catatan semua nomor ponsel keluarga besar kita beserta nomor klien penting kakak. Tolong kamu foto dan kirim ke nomor kakak yang ini ya" Pinta pria itu.
" Termasuk nomor ayah dan bunda? " Tanya adiknya
" Uhhh,, so swettnya kakak gue yang satu ini, yaudah ntar aku cari dan segera kirim ya kak "
" Iya, secepatnya dear "
" Siap kakakku sayang, Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
Flashback off
" Sorry sir, the food is ready " Suara seorang art membuyarkan lamunannya. Ia menoleh dan tersenyum tipis kearah wanita itu
" OK, I'll eat later. Thank you " Jawab Pria itu.
" Yes Sir, excuse me " Art itu pergi meninggalkan tuannya.
" Moga kamu baik baik saja disana. Aku harap bisa bertemu lagi denganmu suatu hari nanti! Aku mengagumimu Bidadari cantik! " Gumam pria itu tersenyum.
Perlahan tapi pasti ia bangkit dari duduknya dan berjalan ke meja makan untuk menyantap makan malam yang sudah disiapkan artnya.
°°°°°°°°°°°°°°°
3 tahun kemudian!
Tok..tok...tok
Sudah ketiga kalinya seseorang dari luar mengetuk pintu ruangan itu. Namun tak sedikitpun mendapat respon dari dalam. Hingga orang tersebut memutuskan untuk masuk.
" Mikirin apa hayo "
" Astaghfirullah Kenan, ngagetin aja! Lagian masuk ruangan orang bukannya ketuk pintu itu kek, ucap salam gitu. Nggak langsung nyelonong aja " Omel seorang gadis muda sembari memutar kursi kebesarannya kembali menghadap meja kerjanya.
" Sorry deh bu bos, habisnya aku udah berulang ulang ketuk pintu tapi nggak ada yang jawab makanya langsung masuk aja " Ujar Kenan santai sembari duduk disofa ruangan itu
" Masa sih " Gumamnya
" Iya, kalau nggak percaya tuh tanya sama bu Zeina orang kepercayaan kamu,dia juga liat tadi " Jawab Kenan.
" Terus mau apa kesini? "
" Mau nyerahin ini " Jawab Kenan memberikan sebuah map berisi berkas penting.
" Oke thanks ya, ntar aku cek "
" Iya, congrats sekali lagi buat kamu Fa karena bokap milih kamu buat jadi desainer produk terbaru perusahaan " Ujar Kenan
" Makasih ya Ken, nggak nyangkah loh aku yang bakal kepilih " Jawab Syafa
" Sama sama, lagian kamu emang pantes kok secara desain kamu tuh bagus bagus semua " Ujar Kenan memuji Syafa. Ya, saat ini Syafa sudah memiliki beberapa cabang butik diberbagai kota. Tidak hanya butik, Syafa juga memiliki sebuah perusahaan perhiasan yang ia beri nama Ferdian Jewelry dan Syafa sendiri menjadi desainer dari setiap perhiasan yang dihasilkan tentu dengan bantuan beberapa desainer lain yang Syafa rekrut langsung. Sebuah perusahaan perhiasan pertama yang dimiliki anggota keluarga Ferdian serta didirikan langsung oleh cucu mereka. Karena itu Syafa menamainya Ferdian Jewelry.
Syafa juga sering menerima tawaran perusahaan perusahaan besar yang mengajaknya berkontribusi untuk menjadi desainer dari produk produk terbaru mereka. Baik dari segi bungkus makanan,botol minyak wangi,desain perhiasan, dan banyak lagi. Tentu saja Syafa menerimanya dengan senang hati karena baginya hal itu bisa dijadikan modal dan ilmu kedepannya supaya butik dan perusahaan perhiasan miliknya bisa tambah berkembang. Dan salah satu perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan ayahnya Kenan.
Ya, Kenan Rahardja adalah sahabat sekaligus rekan bisnis Syafa. Syafa dan Kenan menjadi teman semenjak Syafa menetap dikota Surabaya beberapa bulan terakhir ini. Lulus kuliah, Syafa memfokuskan dirinya pada karir dan cita cita yang ia impikan. Sehingga suatu hari salah satu cabang butik Syafa yang ada dikota Surabaya mengalami Masalah dan hampir gulung tikar. Hal itu yang menyebabkan Syafa harus turun tangan sendiri dan memilih menetap di Surabaya sampai kondisi butiknya benar benar stabil.
" Eh, thanks loh pujiannya " Jawab Syafa
" Okey, no problem. Aku balik dulu ya " Ujar Kenan
" Iya " Jawab Syafa
" Oiya, aku peringatin sama kamu. Jangan suka ngelamun lagi ya, ntar kesambet demit Surabaya " Ujar Kenan menakut nakuti Syafa.
" Apaan sih, nggak takut " Jawab Syafa
" Jangan salah loh, Demitnya Surabaya itu lebih serem dari pada demit di Bandung " Ucap Kenan lagi
" Ngaco loh, udah ah sana kalo mau pergi. Aku masih banyak kerjaan nih " Jawab Syafa setengah mengusir
" Oh, ngusir nih ceritanya. Oke oke bye "
"Waalaikumsalam " Ledek Syafa
" Iya iya ibu ustadzah, Assalamualaikum " Ujar Kenan lagi melangkah keluar
" Waalaikumsalam " Jawab Syafa tersenyum penuh kemenangan.
To be continued!!