
Sembari menunggu Syafa selesai memasak, Rivan melihat lihat furniture mewah yang ada di apartemen itu.
" sir, what are you doing? ( Tuan, apa yang kau lakukan?) " Tanya Celine
" none of your business ( Bukan urusanmu) " Jawab Rivan acuh membuat Celine kesal.
" Damn " Umpatnya kesal.
Ada satu yang menarik perhatian Rivan. Sebuah pigura besar yang terpajang di ruang tamu itu. Diatasnya ada tulisan FERDIAN'S FAMILY. Ditengahnya ada foto opah dan omah Syafa sepertinya. Ada juga beberapa anak dari mereka yang Rivan sendiri tak tahu siapa. Tapi yang jelas ia mengenal Lesty, Mamanya Syafa. Juga ada Kedua orang paruh bayah yang pernah ia lihat bersama Syafa dibandara waktu itu. Dan ya, lelaki paruh bayah itu papinya Nico yang waktu itu memergokinya dan Syafa yang sedang duduk berdua.
Pandangannya kembali tertuju pada Syafa dan... Nico? Oh no, Nico juga ada disana dan berdiri berdampingan dengan Syafa? Melihat itu, entah mengapa membuat Rivan kesal.
" Apa hubungan mereka sebenarnya? " Tanya Rivan dalam hati.
Netranya kembali tertuju pada foto dibawah foto tadi bertuliskan SON and DAUGHTER of the FERDIAN FAMILY, Disebelah kirinya ada juga foto berjudul SON-IN-LAW and DAUGHTER-IN-LAW of the FERDIAN FAMILY. Disebelah kanannya ada foto yang bertuliskan FERDIAN'S GRANDCHILD disana kembali ada Syafa. What? disampingnya ada Nico lagi?
" Ferdian's Grandchild? Berarti Nico cucu keluarga Ferdian juga? " Tanyanya dalam hati. Bergeser kebawah ada lagi sebuah foto betuliskan FERDIAN'S GRANDCHILD-IN-LAW.
" Disini nggak ada foto Nico. Berarti Nico dan Syafa saudara sepupu? " Terka Rivan.
" Dorrr, lagi ngeliatin apaan kak? " Kaget Aleta
" Astagfirullah Leta, ngagetin aja deh " Jawab Rivan
" Maaf maaf, abisnya kak Rivan serius banget. Liat apaan sih? " Ujar Aleta mendekati figura itu.
" Oh, liatin ini ya? " Tunjuk Aleta pada foto keluarga Ferdian.
" Hemm... iya "
" Tapi kok serius banget kak "
" Nggak juga kok "
" Bohong " Jawab Aleta
" Hemmm... pasti liatin foto kak Syafa sama kak Nic ini ya? " Tunjuk Aleta lagi pada foto besar itu yang ada Syafa dan Nico berdekatan.
" N..nggak kok " Jawab Rivan
" Udah deh kak, kak Rivan tuh nggak pandai bohong. Jadi, kak Nic itu adalah kakak sepupu kami. Anak dari papi Hendri dan Mami Yuli. Dan papi Hendri itu kakaknya Papa " Jelas Aleta seakan tahu isi hati Rivan.
" Sepupu? " Tanya Rivan
" Hemm.. iya. Kak Nic itu anak tunggal, jadi dia menyayangi aku, kak Syafa dan saudara sepupu kami yang lain layaknya saudara kandungnya sendiri " Jelas Aleta
" So, jangan cemburu lagi sama kak Nic karena kak Nic itu kakak kami bukan saingan kakak buat dapetin cintanya kak Syafa " Sambung Aleta terkekeh.
" Apaan sih Leta " Ujar Rivan.
" Sorry miss, sir. Miss Syafa calls you to eat together in the dining room (maaf nona,tuan. Nona Syafa memanggil kalian untuk makan bersama diruang makan) " Ujar Aunt Etta yang entah sejak kapan sudah ada disana.
" Oke, thanks Aunt Etta " Jawab Leta. Rosetta pun segera berlalu kembali kedapur untuk membantu nona mudanya menyiapkan makanan yang sudah dimasak Syafa tadi.
" Ayo kak, kita makan! " Ajak Aleta. Rivan mengangguk dan berjalan bersama Aleta keruang makan.
" Miss Celine, if you want to dine with us then follow me ( Nona Celine, jika anda ingin ikut makan bersama kami, ikuti aku!) " Ujar Aleta tanpa melihat Celine. Dengan terpaksa ia mengikuti Rivan dan Aleta.
" Ayo makan! " Ajak Syafa
" Uhhh... pasti enak ini " Ujar Aleta
" Iya dong, masakan kakak gitu loh " Jawab Syafa. Mereka semua duduk dikursi.
" Iya deh iya " Jawab Aleta
" Aunt Etta, Nina " Panggil Syafa
" Yes, Miss " Jawab mereka berdua segera menghampiri nona muda mereka.
" Let's eat together " Ajak Syafa
" No miss, we'll just eat in the kitchen later. Miss and sir first (Tidak nona,kami makan di dapur saja nanti. Nona dan tuan duluan saja) " Jawab Aunt Etta
" But.. Miss.. "
" No buts, aunt Etta " Balas Syafa
" Okay " Jawab Aunt Etta pasrah. Aunt Etta dan Nina segera duduk.
" Oh no, the maid eats with her master ( Oh tidak, pembantu makan bersama majikannya) " Pekik Celine
" We already treat them like family. So don't ever say that again in front of me or you get out of here (Kami sudah menganggap mereka seperti keluarga. Jadi jangan pernah katakan itu lagi di depanku atau kau pergi dari sini) " Ujar Syafa menatap tajam Celine.
" Celine, take care of your attitude ( Celine, jaga sikapmu!) " Tegur Rivan.
" Sorry Sir " Ujar Celine
" Bikin badmood aja nih cewek ondel ondel. Yaudah makan yuk, udah keroncongan banget perut aku " Ujar Aleta membuat semua orang menahan tawanya kecuali Celine dan Rosetta karena mereka tak mengerti bahasa Indonesia.
" let's eat everything " Ujar Syafa. Aunt Etta mulai membuka satu per satu penutup makanan. Kemudian mereka mulai mengambil nasi beserta lauk pauk khas Indonesia buatan Syafa. Semua orang terlihat berselera makan, kecuali Celine karena ia memang tak biasa makanan Indonesia seperti itu.
Berbeda dengan Rosetta. Ia sudah sering makan makanan Indonesia karena ketika Syafa ataupun keluarga Ferdian lainnya sedang berlibur dan menginap diapartemen ini, Mereka sering memasak makanan Indonesia membuat Rosetta sedikit demi sedikit menyukai makanan Indonesia.
" What's this? " Tanya Celine
" This is a typical Indonesian food. This is rice as a staple food. And these are the side dishes, there is beef rendang, stir-fried kale mixed with katu, and there is chili sea fish. If this is the sauce, it is sambalado along with boiled cassava leaves and cucumber. (Ini adalah makanan khas Indonesia. Ini adalah nasi sebagai makanan pokok. Dan ini lauk pauknya, ada rendang daging sapi, tumis kangkung campur katu, dan ada sambal ikan laut. Kalau ini sambalnya yaitu sambalado beserta daun singkong rebus dan timun) " Jelas Aleta
" don't like this, is there any other food? ( Saya tidak suka ini, apakah ada makanan yang lain?)"Tanya Celine
" nothing, if you want to eat something else, go to your house (Tidak ada, jika kau ingin makan makanan yang lain,pulanglah kerumahmu) " Jawab Syafa
" Shitt " Umpatnya. Lagi lagi dengan terpaksa ia makan makanan yang baru pertama kali ia makan. Bahkan rasanya sangat tidak selera makan. Andai bukan karena bosnya yang tampan itu pergi bersama dua gadis cantik ini pasti ia tak mau ikut sama sekali.
Saat sedang asyik asyiknya makan, Dafa pulang. Ia segera menuju keruang makan karena mendengar suara dentingan sendok dari sana.
" Kok makan nggak ngajak ngajak sih " Ucap Dafa tiba tiba ada di sana.
" Mas Dafaaaa " Teriak Syafa dan Aleta saat Dafa akan mengambil makanan dengan tangannya.
" Nggak usah teriak teriak gitu kali, telinga mas masih berfungsi dengan baik " Jawab Dafa
" Abisnya mas tuh sembarangan banget sih, cuci tangan dulu sono baru ngambil makanan " Omel Syafa
" Iya, katanya dokter tapi kok nggak jaga kebersihan " Sambung Aleta
" Iya iya, maaf deh. Soalnya mas udah laper banget nih. Apalagi makanannya menggugah selera banget " Jawab Dafa. Ia segera mencuci tangannya di wastafel dan segera mengambil piring. Kemudian ia duduk dibangku yang tersisa. Kebetulan bangku itu terletak diantara Celine dan Syafa.
" this man is handsome too, not much different from Mr. Rivan " Gumam Celine.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
To be continued!!!