
Langit mulai gelap. Matahari sudah mulai tenggelam. Pertanda hari sudah senja. Seorang gadis muda tampak membereskan meja kerjanya dan mulai beranjak dari kursi kebesarannya. Perlahan tapi pasti ia melangkah keparkiran dan memasuki mobilnya berniat pulang.
Drettt...Drett...
Suara ponselnya membuatnya sedikit terganggu. Ia menepikan mobilnya dan memasang handset ke telinganya. Setelah itu ia mengangkat telpon itu sembari menjalankan mobilnya lagi secara perlahan.
" Hallo, assalamualaikum mbok "
" Waalaikumsalam nona muda. Maaf mengganggu "
" Nggak papa mbok, ada apa? "
" Itu non, bahan makanan diapartemen semua habis. Mbok mau minta uang buat beli lagi. Maaf non, tapi uang yang non kasih bulan lalu sudah mbok beli buat keperluan non yang lainnya "
" Oh, yaudah biar aku yang belanja ya mbok "
" Iya non, makasih ya. Maaf mbok jadi ngerepotin nona muda "
" Nggak masalah mbok, yaudah aku tutup telponnya ya mbok. Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
°°°°°°°°°°°
*Supermarket
Gadis itu segera berjalan menuju kasir setelah semua keperluannya di beli. Ia sedikit terburu buru karena hari sudah semakin sore. Adzan Maghrib sebentar lagi berkumandang. Ia tak terlalu memperhatikan ke depan hingga...
Bugh..
" Sorry " Ujar pria itu sembari membantu gadis muda itu berdiri dan juga membereskan barang belanjaannya yang berserakan dilantai.
" I'm sorry " Ujar pria itu lagi menatap gadis itu. Sontak gadis itu juga menoleh kearahnya.
" Darren "
" Syafa "
Mereka berkata secara bersamaan.
" Darren, why are you here? " Tanya Syafa heran
" I'm with Rivan. He returned to Indonesia because his work in Canada was finished. I also want to vacation here because Rivan said that in Indonesia there are many good and unique tourist attractions wisata ( Aku ikut Rivan. Ia pulang ke Indonesia karena pekerjaannya di Kanada sudah selesai. Aku juga ingin berlibur disini karena Rivan bilang di Indonesia banyak tempat wisata yang bagus dan unik) " Jelas Darren.
Deg...
" Berarti mas Rivan juga ada disini " Batin Syafa tersenyum.
" Hello, Syafa. Are you okay? " Tanya Darren melihat Syafa hanya diam sembari tersenyum sendiri.
" Eh.. yes, I'm okay " Jawab Syafa
" Why are you alone, where is Mas Rivan? " Tanya Syafa lagi
" He had a meeting with his client near here earlier (Dia ada meeting dengan kliennya didekat sini tadi) " Jawab Darren.
" And you? Rivan said you live in Bandung while this is Surabaya right? why you are here? ( Dan kamu? Rivan bilang kamu menetap di Bandung sedangkan ini Surabaya bukan? kenapa kamu ada disini?) " Tanya Darren kemudian.
" I'm having a little work here " Jawab Syafa.
" Well Darren, nice to see you again. I have to go home soon the Maghrib call to prayer (Yasudah Darren, senang berjumpa lagi denganmu. Aku harus segera pulang sebentar lagi adzan Maghrib) " Ujar Syafa. Sebenarnya masih banyak yang ingin ia tanyakan tentang Rivan pada Darren. Bahkan ia berharap bisa bertemu Rivan hari ini. Namun sepertinya tak mungkin mengingat waktu sudah semakin sore.
" Okay, see you again Syafa " Jawab Darren. Syafa segera menuju kasir dan segera membayar belanjaannya.
°°°°°°°°°°°°
Ferd Arethan Appartement
" Assalamualaikum " Ujar Syafa saat memasuki apartemennya.
" Waalaikumsalam non " Jawab mbok Nur
" Mbok, tolong di taruh didapur ya " Ujar Syafa memberikan belanjaannya tadi kepada mbok Nur.
" Baik non " Syafa segera menuju kekamarnya dan mandi. Setelah terdengar suara adzan magrib berkumandang, Syafa segera sholat. Setelah Shalat, Syafa duduk di balkon kamarnya merenungi ucapan Darren barusan.
" Kenapa ya? aku berharap banget ketemu sama mas Rivan hari ini. Apalagi Darren bilang mas Rivan juga ada di Surabaya " Batin Syafa.
" Non, makan malamnya sudah siap " Teriak mbok Nur dari luar kamar Syafa
" Eh, iya mbok. Syafa akan turun " Jawab Syafa. Mbok Nur segera pergi dari kamar Syafa. Sedangkan Syafa segera pergi keruang makan.
°°°°°°°°°°°°°
Green Hotel
Tok...tok..tok..
" Rivan, open the door " Ujar Darren dari luar pintu kamar hotel.
" Darren, where have you been? Why are you coming home now! ( Darren, dari mana saja kamu? Kenapa baru pulang sekarang!) " Tanya Rivan sembari membuka pintu.
" Sorry, Earlier I was helping a woman whose car broke down on the road. ( Tadi saya membantu seorang wanita yang mobilnya mogok di jalan.) " Jelas Darren.
" This is the snack! " Sambung Darren memberikan snack yg dibelinya di supermarket tadi.
" Eat it! I just asked the hotel maid to deliver this food. After that take a rest because tomorrow morning we have to go to Bandung (Makanlah! aku baru saja meminta pelayan hotel untuk mengantar makanan ini. Setelah itu istirahatlah karena besok pagi kita harus berangkat ke Bandung) " Ujar Rivan memberikan makanan pada Darren.
" Thanks " Ujar Darren. Darren segera menyantap makanannya. Sementara Rivan sibuk dengan laptopnya.
" Rivan " Panggil Darren sembari mengunyah makanannya.
" hemm.. " Jawab Rivan
" You know I met someone earlier ( Kau tahu tadi aku bertemu seseorang) " Ujar Darren.
" Who? " Tanya Rivan tetap fokus pada laptopnya.
" Your future wife " Balas Darren singkat.
" What? My future wife? " Tanya Rivan dengan wajah bingung.
" Yes, " Jawab Darren singkat sembari mengaggukkan kepalanya.
" Syafa? " Tebak Rivan secara spontan. Lagi lagi Darren menganggukkan kepalanya.
" You are serious? Where did you meet? (Kamu serius? Bertemu dimana?) " Tanya Darren.
" At the supermarket. Unfortunately she was in a hurry because it was getting late. Otherwise I would have asked her to sit in the cafe and chat with her. (Di supermarket tadi. Sayangnya dia buru buru karena hari sudah menjelang malam. Kalau tidak aku pasti sudah mengajaknya duduk di cafe dan mengobrol bersama.) " Jelas Darren.
" Isn't his house in Bandung? Then what is she here for? ( Bukankah rumahnya di Bandung? Lalu untuk apa dia disini? ) " Gumam Rivan namun masih didengar oleh Darren.
" She said there is a little work here " Ujar Darren
" Then why do you call her my future wife? " Tanya Rivan menatap tajam Darren.
" I'm just following your ex-secretary. After all, he likes you, there's no way he would call Syafa your future wife if you didn't tell him to. (Aku hanya mengikuti mantan sekretarismu itu saja. Lagipula ia menyukaimu, tak mungkin ia menyebut Syafa sebagai calon istrimu jika bukan kau yang menyuruhnya.) " Jawab Darren lagi.
" Not me! Aleta, who provoked Celine and said that Syafa was my future wife because she didn't like Celine, kept pestering me. Especially with his ondel-ondel-like style (Bukan aku! Aleta yang memprovokasi Celine dan mengatakan kalau Syafa adalah calon istriku karena dia tidak suka Celine terus terusan menggangguku. Apalagi dengan gayanya yang mirip ondel ondel itu.) " Jawab Rivan terkekeh membuat Darren ikut tertawa.
" Do you know where his house is? ( Apa kamu tahu dimana rumahnya? ) " Teriak Rivan karena ia melihat Darren berjalan menuju wastafel yang ada di dalam kamar hotelnya untuk mencuci tangan serta menaruh piring kotor bekas makannya.
" I don't now. I forgot to ask ( Aku tidak tahu. Aku lupa bertanya tadi) " Ujar Darren sembari kembali duduk di sofa bersebelahan dengan Rivan.
" Do you want me to accompany you to find out where she lives? ( Apa kamu mau aku temani mencari dimana dia tinggal? ) " Goda Darren pada Rivan.
" No need, if I'm really matched with him, we will definitely meet wherever it is! ( Tidak perlu, jika aku memang berjodoh dengannya pasti kita akan bertemu dimanapun itu!) " Jawab Rivan santai walaupun hati kecilnya sangat berharap bisa bertemu dengan Syafa hari ini.
" Come on, we should sleep. Tomorrow morning we have to leave for Bandung! ( Sudahlah, sebaiknya kita tidur. Besok pagi pagi kita harus berangkat ke Bandung! ) " Ujar Rivan lagi
" Good. I hope you can meet your angel in a dream ( Baiklah. Semoga kau bisa bertemu bidadarimu itu didalam mimpi ) " Ujar Darren menggoda Rivan lagi.
" Whatever " Ujar Rivan kesal. Ia segera beranjak dan tidur di ranjang hotel.
" Hahaha.. come on Rivan, I'm just kidding " Tawa Darren sembari menyusul Rivan yang lebih dulu tidur diranjang.
" It's okay, I want to sleep " Jawab Rivan.
" Okayy " Jawab Darren. Akhirnya mereka berdua terlelap karena lelah akan perjalanan jauh yang mereka tempuh. Belum lagi harus mampir ke Surabaya karena klien Rivan yang meminta bertemu secepatnya.
To be continued!!!