
Safira sudah selesai bersiap sesaat ketika ada seseorang yang mengetuk dan membuka pintu kamarnya. Safira menoleh ternyata mommy nya.
Safira : " Hai mom, aku tinggal dulu yaa, mau latihan karate sore ini kebetulan ada jadwalnya.. "
Mommy : " Iya sayang, dianter jemput mang Ucit khan? "
Safira mengangguk. Bersama mereka keluar dari kamar dan kelantai bawah menuju ruang keluarga. Disana sudah ada sang Daddy dan beberapa rekan yang entahlah, Safira tidak mengenali mereka. Sang Daddy beranjak dari tempat duduk dan melambaikan tangan ke arah Safira.
Daddy : " Hey girl, come on. Kami butuh tanda tangan mu nak untuk berkas ini. Just a few minute please.. " Pinta sang Daddy. Safira hanya menurut dan mengernyit heran. Berkas apa ini? Tapi karena dorongan lain dari dirinya yang terlalu bersemangat menuju ke tempat latihan karate, ia hanya menyetujui dan membubuhkan tanda tangannya duatas beberapa berkas itu. Setelah selesai, Safira segera pamit dan meminta diri untuk segera keluar dari ruangan itu.
Safira sempat menoleh kearah ruangan dimana orang-orang dewasa itu berkumpul dan mengobrol entah hal penting apa. 'Ada apa sih?' Gumamnya penuh tanda tanya.
Mang Ucit sudah menanti anak majikannya itu didalam mobil. Derit ban terdengar menjauhi halaman rumah mewah itu seiring menghilangnya pula sosok Safira dari sana.
* Sekolah karate
* Pukul 3 sore waktu setempat
Hasna celingukan mencari seseorang yang sudah ia tunggu sedari 15 menit lalu. Belum ada tanda-tanda sahabatnya itu datang. Ia mendesah dengan nafas beratnya dan mengusir rasa gabutnya dengan memainkan ponsel pintar miliknya. Hasna berselancar di dunia maya dan melupakan sejenak kekesalannya terhadap Safira karena tidak datang tepat waktu.
Sesaat kemudian, datanglah gadis cantik yang tentu saja merasa bersalah karena terlambat beberapa menit, ia langsung berlari tergopoh-gopoh menuju ke arah Hasna. Hasna pun melihat kawannya itu bersusah payah untuk mencapai ke tempat duduknya kini. Hasna tersenyum jahil.
Hasna : " Hey sweety, just calm baby, apa kamu lagi dikejar anjing, segitu ngos-ngosan amat siii... " Semprotnya pada Safira.
Safira belum mampu membalas ucapan Hasna. Ia meletakkan kedua telapak tangannya di lutut kanan kiri ( seperti gerakan rukuk pada sholat ), berusaha mengatur nafasnya yang tersengal dan menenangkan ritme detak jantungnya yang belum stabil.
Hasna nyengir. Sambil menepuk lengan sang sahabat barunya itu.
Hasna : " Kalem napa bos, its okey sist, no problem... "
" ...... " belum ada jawaban dari Safira. Dengan cekatan, Hasna membuka tasnya dan mengeluarkan botol minuman air mineral yang kemudian di sodorkan kepada Safira. Safira terlihat sangat senang sekali. Tak lama kemudian, botol minuman itu sudah berpindah tangan ke Safira dan sekali teguk ia menghabiskan air mineral itu. Hasna mengernyit heran, ' gila nih calon bidan, kayak vampir aja minumnya doyan amat ' Gumam Hasna dalam hati.
Setelah merasa tenang, Safira mulai mengatur nafas dan berbicara kepada Hasna : " Thank's a lot sweety, maaf aku telat, tadi Daddy aku memperlambat aku kesini... "
Hasna hanya menganggukan kepala. Safira merasa sangat bersalah.
Safira : " Eum Hasna, balik latihan, aku traktir makan yah, anggaplah aku nyogok, yaa..? yaa..? " Rayu Safira.
Hasna : " Uuhh dasar yah, tau aja kalo aku demen makan wkwkwk " Tawapun pecah diantara mereka.
Mereka segera bergegas menuju ruang dimana tempat berlatih karate dan tetap fokus mempelajari detail gerakan yang Bu Mela ajarkan.
2 jam berlalu, kini mereka sudah bersiap pulang. Namun mereka hendak mampir dulu ke restoran cepat saji seperti rencana sebelumnya karena Safira akan mentraktir Hasna makan.
Tak lupa sebelumnya, Hasna mengabari pada sang Abang agar menjemputnya di sebuah restoran fast food di kawasan dekat dengan arena latihan karate itu.
Hasna dan Safira menikmati kebersamaan mereka dengan bahagia dan disertai dengan canda tawa diantara satu sama lainnya.