
Ternyata ini menyenangkan, aku bahkan kecanduan dibuatnya, hanya dengan memandanginya saja sudah bisa membuatku bahagia.
^^^Raiz.^^^
___
"Siang nanti nggak ada bekal makan siang, maaf ya aku nggak sempat bikin!" ujar Raiz, saat ini keduanya sedang menuju sekolah, belum menuju rumah karena ini saja mereka sudah hampir telat.
"Nggak papa, aku bisa ke kantin! Eh iya Ay, aku nanti gimana?" tanya Jill, tidak mungkin kan dia turun dari mobil Raiz nantinya.
"Ohh, ya turun di sekolah, kenapa emang?"
"Ay, semua orang bakalan tau, nanti reputasi kamu sebagai seorang guru bakalan..."
"Shuuttt!" Raiz membungkam mulut Jill dengan kecupan, "Tenang aja lagi, pokonya kamu nurut aja, aku udah punya caranya biar kita bisa berangkat dan pulang barengan!" jawab Raiz.
"Hah?"
Yah benar, semalam bahkan Jason sudah mengurus itu, Papa mertuanya itu memang seperti rumor paling bisa diandalkan.
Hari ini juga Roy akan langsung turun tangan, memberikan sedikit informasi mengenai Jill dan Raiz, Roy akan mengatakan pada pihak sekolah kalau Raiz adalah juga seseorang yang ditugaskan untuk menjaga Jill, jadi jangan ada yang heran jika mereka sering bersama.
Mobil mereka sudah sampai di sekolah, Raiz memang baru kali ini membawa mobilnya, karena saat ini Jill sudah menjadi tangguh jawabnya.
"Gila, itu kan Pak Raiz, makin keren aja, apa lagi pake mobil gitu?"
"Kayaknya ada yang gak biasa deh gue liat-liat dari guru BK gue ini!"
"Pak Raiz I love you!"
Beberapa siswi mulai mengomentari Raiz saat guru BK mereka itu keluar dari mobil, namun mata mereka sejurus membulat kala melihat siapa yang keluar dari mobil Raiz berikutnya, bahkan Raiz membukakan pintu itu.
Untuk seorang Jilly? Dan... Apakah mereka juga tidak salah liat, anak berandal itu kini memakai hijab dan sayangnya memang semakin cantik sih.
"Gila... Apa dunia udah mau kiamat woy?"
"Ada main apa ini?"
Jill memang memakai ke sekolah memakai jilbab, untuk hari ini dan seterusnya semoga saja dia bisa selalu Istiqomah.
"Pagi Pak Raiz..." sapa siswi-siswi itu, Jill sudah lebih dulu meninggalkan Raiz, sementara Raiz dia mencoba bersikap biasa saja dan sewajarnya, dia tidak ingin pernikahan rahasianya terbongkar. Jika saja Jill sudah lulus SMA atau tidak bersekolah di SMA ini, tentunya dia akan dengan senang hati mengabarkan statusnya.
"Pagi..." sapa balik Raiz, dia tetap mencoba menjadi guru BK yang ramah, selalu di senangi murid-muridnya.
"Jilly..."
"Dia adalah orang yang harus saya jaga, Tuan Jason sudah menugaskan saya!" jawab Raiz seolah tau apa yang akan ditanyakan muridnya itu.
Kali ini sepertinya dia tidak termasuk berbohong, karena bukankah memang benar kalau Jason, mertuanya itu memang menugaskannya untuk selalu menjaga Jilly, definisi menjaga kan lumayan luas, biarkanlah orang lain berprasangka penjagaannya seperti seorang bodyguard yang menjaga Tuan Putri sepenuh hati, tapi bagi Raiz, dia tetap menjaga Jilly sebagaimana suami menjaga seorang istri, pasangan halalnya.
"Ooohhh!" semua siswi itu hanya bisa ber-Oh ria, oke bukan masalah bagi mereka, apa lagi mengingat mereka juga mengetahui siapa Jason Ares Adrian, tentunya tidak akan ada yang sanggup protes.
"Baiklah, saya masuk dulu ya, kalian juga siap-siap sebentar lagi bel!" ujar Raiz, kemudian berlalu meninggalkan gerombolan siswi itu.
Namun saat ia hendak masuk ke ruangannya, tiba-tiba ponselnya bergetar, Raiz berhenti sejenak untuk melihat isi dari pesan yang ternyata dikirimkan istrinya itu.
💌 Seneng banget Pak digodain dedek gemes?
Seulas senyum terbit di bibir Raiz, ternyata Jilly tadi melihat interaksinya pada siswi-siswi itu. Sebuah pesan yang dianggap Raiz sebagai ancaman, wanita memang kadang sulit dimengerti.
Lalu dengan masih tersenyum juga Raiz mengetikan pesan untuk membalas,
📨 Nggak juga, paling seneng kalau digodain Ayang!
Kemudian tak lupa juga mengirimkan emoticon cium sebanyak lima biji. Jangan hiraukan Raiz, dia sedang dalam mode bucin nggak ketulungan.
Bersambung...