
Untukmu...
Aku tidak memberikan sepenuhnya padamu, aku hanya mengharapkanmu bisa menjaganya dengan baik, jika suatu hari nanti kamu tidak mampu, maka kembalikan saja dia padaku, tanganku ini selalu siap mendekapnya lembut, dan pundakku ini selalu siap untuknya bersandar!
^^^Jason.^^^
___
"Ada apa?" tanya Yudha sembari mendaratkan tubuhnya di sofa, dia masih mempunyai satu jam tayang lagi sore ini, namun sebuah pesan di grup 4 Perjaka mengabarkan kalau Jason ingin mengadakan janji temu tentunya juga tidak bisa dia abaikan.
"Tunggu yang lainnya dulu!" sahut Jason.
Tak lama, Afik dan Angga juga datang, Angga dengan wajah kusutnya karena baru saja bangun tidur, padahal hari sudah menunjukkan pukul lima sore, apa nggak salah?
"Ngapa sih Junedi?" tanya Afik sewot, sembari mengambil buku menu yang tergeletak di meja, dia lapar karena dari tadi tidak sempat makan siang, bisnis EO-nya memang sedang berkembang pesat, membuatnya tidak bisa makan dan tidur dengan benar.
"Gue mau bahas sesuatu!" ujar Jason serius, dia bahkan menghela napasnya sebelum memulai.
Yudha menyimak, Angga juga meskipun beberapa kali menutup mulutnya yang menguap karena ngantuk, mereka bertemu di salah satu cafe Jason yang memang paling dekat dengan rumah Angga, jadi wajar saja Angga menjadi manusia paling santai di sini, kaos putih khas babe babe dan celana kolor di atas lutut namun branded, Angga memang benar-benar tidak memedulikan penampilan semenjak Ivanna lahir, karena jam tayang tidurnya yang juga tidak teratur di malam hari itulah yang menjadikan hot Papa tiga anak itu selalu mengantuk di sore hari.
Sementara Afik, dia masih berkutat dengan menu, sepertinya Jason salah memilih cafe untuk pertemuan mereka kali ini, karena di cafe ini hanya ada menu yang ringan-ringan saja, tidak ada nasi, bagi orang indo kental no campuran sepertinya memang belum memuaskan dan tidak akan mengenyangkan jika lambungnya tidak diberikan sentuhan nasi.
"Gue bentar lagi mau dapet mantu!" ujar Jason memulai pembicaraan seriusnya.
"Hah?"
"Ohh!"
"..."
Ketiganya tampak tenang dan bisa menerima, mereka mengira Misca yang akan menikah, anak sulung Jason itu memang sudah di tahap umur matang untuk menikah, tidak ada salahnya, oke oke saja.
"Jilly mau nikah!" ungkap Jason lagi.
"What!"
"Byuuurrr!"
"Uhukkk... Uhuukkk..."
Yudha terkejut, Angga menyemburkan air kemasan yang baru saja diminumnya, sementara Afik keselek ludah sendiri sampe terbatuk, Jason benar-benar sukses membuat mereka terkejut.
"Si bocil yang mau nikah?" tanya Afik langsung, setelah Angga memberikannya minum untuk meredakan batuknya.
"Jilly yang mau nikah?"
"Gila gercep banget itu bungsu!"
"Lo jodohin apa gimana?"
"Bukan kewong paksa kan?"
"Kenapa buru-buru?"
"Anj*y lo kagak ngeprank kan Juned?"
"Gue serius!" tegas Jason mematahkan tuduhan dan rasa penasaran ketiga sahabatnya itu.
"Ya sama laki lah!"
"Gue tau ege! Ya kali anak lo belok!" gedek Angga. Jason ini, giliran dia dan Afik becanda pasti suka serius, giliran di seriusin malah becanda, memang mahluk kayak gini sejenis nyusahin banget.
"Sama pacarnya!" jawab Jason.
"Emang Jill punya pacar, Cel bilang enggak, Jill baru aja bilang jomblo? Nah lo jodohin ya, sama siapa? Anaknya Darren?" tebak Afik. kemarin Cel malahan pernah bilang padanya saat Afik bertanya mengapa anak sulungnya itu tidak punya pacar, dan Celia mengatakan ingin meniru Jill, meski cantik ngapain buru-buru punya pacar, lalu apa ini? Tiba-tiba saja terdengar kabar bahwa anak bungsu Jason itu mau nikah, yang bener aja Junedi ini, pikir Afik rancu.
"Kemauan dia sendiri, sama guru BK-nya di sekolah!" jawab Jason lagi.
"Apa? Sama Pak Guru? Wah gila parah lo, gurunya udah tua ya, gimana bisa selera Jill jadi expired gitu, jangan-jangan masih tuaan calon laki Jill lagi sama kita-kita!" Angga nyelutuk lagi, dia benar-benar tidak habis pikir akan pernyataan Jason yang mengatakan Jill akan menikah sebentar lagi.
"Lo kata gue apaan nikahin anak gue sama modelan gitu, gue hempaskan juga lo dari muka bumi!" Jason meradang.
"Weess santai, kita kan nggak tau!" lerai Afik, sebelum api makan ilalang, akan lebih baik dirinya menyiramkan air suci untuk menjernihkan pikiran Jason. Maklum, sahabatnya itu kalau sudah marah sulit dikontrol.
"Image guru BK biasanya gimana sih? Perasaan dulu guru BK pas kita sekolah, lo inget Pak Arman nggak? Gue soalnya malah bayangin tuh Bapak-bapak perut buncit!" ujar Angga, ia memang spontan bicara begitu tadi, karena langsung saja teringat dengan guru BK SMA Guna Bhakti pada masanya.
"Iya gue sama!" ujar Yudha setuju, terus terang dia terkejut mendengar Jason mengatakan Jill akan menikah dengan guru BK.
"Namanya Raiz, anaknya sopan, gantenglah dari pada lo pada! Anak santri!" jelas Jason.
"Wuidiihh, yang bener aje lo!" bangga Angga.
"Beneran lebih ganteng dari gue? Perasaan setiap kali gue ngaca gue suka narik napas deh!" ujar Afik yang membuat Yudha dan Angga menyergit heran.
"Lah kenapa narik napas? Abis itu lo hembuskan nggak?"
"Ya kali nggak dihembuskan, almarhum dong gue! Gue itu suka ngeluh kalau liat kaca."
"Kenapa? Wajah lo burik banget yak?" ucap Angga kelewat jujur.
"Ishh, manusia sirik! Gue itu suka narik napas, ngeluh gitu, kenapa gue ganteng banget? Perasaan nggak ada yang lebih ganteng dari gue, masa iya itu guru BK bisa ngalahin gue!" ungkap Afik kelewat pede.
"Anj* lo, Zalin aja mau sama lo karena nggak ada pilihan lain waktu itu!" sindir Angga.
"Hemmm, lo belum tau aja, buktinya dia jadi bucin sama gue!"
"Alah lagu lo!"
"Gue penasaran sama orangnya?" ujar Yudha, ia menatap Jason, tidak menyangka salah satu atau dari mereka sudah ada yang akan memiliki mantu.
Lalu Jason dengan bangga memperlihatkan foto calon mantunya itu pada ketiga sahabatnya, siapa yang menyangka ternyata Jason juga mengagumi sosok Raiz. Meski dia terlihat acuh namun sebenarnya sungguh merestui jika putrinya itu menikah dengan Raiz yang dianggapnya akan mampu membimbing Jill ke arah yang benar. Ia berharap Raiz bisa menjadikan Jill sebagai satu-satunya wanita untuk pemuda itu, mencintai Jill dan akan selalu bersama dengan Jill, memberikan Jill kasih sayang dan pengajaran agama yang selama ini kurang dirinya lakukan.
"Gila cakep parah, ada satu lagi nggak buat Cel? Adiknya kek, atau sepupunya yg sebelas dua belas modelan gini?" antusias Afik.
"Gada, Raiz ini mantu limited edition, cuma tercetak satu di dunia!" ucap Jason songong.
"Pelit amat lo Junedi! Lo kata Pak BK setara LV?" dengus Afik kesal.
Bersambung...
Lanjut nggak?
Author minta vote sama hadiahnya dong, biar semangat! Jangan lupa kasih bintang 5 🤗