Oh My Jilly!

Oh My Jilly!
Akting. (Jio dan Celia)



Gue nggak paham sama ati gue sendiri, kadang cinta emang bisa datang di saat yang nggak tepat, mau bertahan atau enggaknya ya tergantung gimana kita menyambut kedatangannya.


^^^Jio.^^^


___


Sementara di SMA Guna Bhakti,


Jio lagi-lagi di tembak oleh salah satu dari gadis-gadis yang mendambanya, kali ini Ariana, ketua cheers dengan penampilan mendekati sempurna, namun sayangnya dari awal masuk SMA ini, dia hanya menyukai satu orang saja, yaitu Jio. Dia sudah pernah menyatakan perasaannya pada Jio waktu itu, namun Jill yang sudah bagai bodyguard berkedok kembaran itu selalu saja berhasil membuatnya ditolak mentah-mentah, kali ini dia mencoba lagi, karena menurutnya Jill sudah minggat dari sekolah itu jadi tidak ada yang bisa menghalanginya.


"Gue udah lama suka sama lo Yo!" jujur Ariana mengungkapkan perasaannya.


Jio tersenyum kecut, dari tadi dia sudah menolak, namun sepertinya gadis di hadapannya ini juga tidak menyerah dengan mudah.


"Apa ini karena Jill?" tanya Ariana.


"Gue udah punya pacar!" ucap Jio tiba-tiba, hanya dengan pengakuan seperti itu dirinya bisa bebas, karena semenjak Jill minggat empat bulan ini, Jio bahkan sudah tak terhitung kalinya menolak cewek yang menyatakan suka padanya.


"Apa?" kaget Ariana.


"Iya, gue udah punya pacar, jadi gue harap nggak ada lagi dari kalian yang ngarepin gue!" ujar Jio berdusta.


"Bohong banget, nggak mungkin, itu pasti cuma akal-akalan lo doang kan!" Ariana mulai marah, dia tidak terima. Awalnya Jilly dan ini siapa lagi cewek yang udah berhasil ngenggaet Jio, mengingat selama ini cowok di hadapannya ini tidak mudah untuk ditaklukan tentunya dia tidak akan percaya begitu saja.


"Itu cewek gue!" aku Jio, kemudian langkahnya maju untuk mendekati seseorang dan tanpa ragu merangkulnya.


"Udah kantinnya? Kamu kok nggak beliin aku sih yang?" tanya Jio pada gadis itu, hingga membuat si gadis tampak heran akan kegilaan Jio.


Dan kali ini, melihat Jio yang dikiranya sudah tidak waras, otaknya yang memang sedikit lemot malah semakin lemot, tidak mengerti ada apa dengan Jio.


Ketiga sahabat yang mengekor padanya juga benar-benar heran dan tidak percaya, Celia dijadikan pacar oleh kakak kelas yang super duper ganteng ini, heh! Sayang sekali mimpi saja mereka sulit untuk percaya.


"Shuutt diem lo, nurut aja!" bisik Jio mengancam.


Tak lama Ariana menyusulnya, menatap Celia remeh dan berkata, "Dia? Pacar lo?" karena merasa dirinya lebih cantik dari Celia, makanya Ariana bisa bersikap merendahkan begitu.


"Iya, kenapa emang? Suka-suka gue dong, mau dia bentukannya kek apa, yang penting gue sayang sama dia!" ujar Jio tak mau kalah, seolah-olah Celia adalah pacar sungguhannya.


Apa kata dia, bentukannya? Kurang ajar nih cowok, emang mau minta disleding keknya.


"Ck, iiihhh! Kamu ngapain sih pegang-pegang aku? Aku lagi marahan ya sama kamu. Heh cewek! Lo kalau mau sama dia ambil aja, kita baru aja putus kok semalam!" balas Celia telak sembari melepas paksa rangkulan Jio, Jio sampai melongo dibuatnya.


Karena gelagapan dan merasa tidak sesuai rencana, Jio kembali merangkul Celia, "Sayang, aku minta maaf ya kalau udah buat kamu marah, aku janji deh nggak lagi-lagi!" balas Jio lagi, sudah berakting dan membawa Celia masuk ke dalam dramanya, tidak mungkin melepaskan gadis itu begitu saja.


Celia semakin gila, ketiga sahabatnya juga melted parah dibuat sikap Jio yang mereka anggap kelewat bucin.


"Iiihh, sana!" usir Celia, selain tidak ingin meladeni Jio dia juga tidak mau sampai nantinya terjadi salah paham, ini saja entah bagaimana dia menjelaskan pada ketiga sahabatnya nanti.


Sebenarnya ini es batu kenapa sih, tiba-tiba jadi gila? Apa kepalanya abis kepentok ya? Celia.


Awas aja lo cewek licik, beraninya nolak gue, kali ini lo bener-bener bakal gue tandain! Jio.


Bersambung...