Oh My Jilly!

Oh My Jilly!
Baju couple.



"Aku masih sering mikirin Bapak, sangat sering bahkan!"


"Saya akan menikah!"


"Apa Bapak mencintai wanita itu?"


"Saya rasa, saya tidak perlu menjawab apa yang kamu tanyakan itu!"


"Kalau gitu... Aku bisa ganti pertanyaan biar Bapak bisa jawab! Apa Bapak menyukaiku?


___


Raiz benar-benar dilanda kebosanan kala Ummi Hana yang sedari tadi terus saja menyuruhnya untuk mencoba beberapa pakaian. Pakaian itu akan dikenakannya untuk acara nanti malam, yaitu melamar Aliyah.


Alasannya cukup membuat dirinya kelelahan, Ummi Hana mengatakan kalau mengapa semua pakaian yang dicoba oleh Raiz terlihat cocok-cocok saja dikenakan, bukannya membeli satu atau dua stel pakaian, namun Ummi Hana malah ingin melihat Raiz mencoba lagi dan lagi.


"Apakah Ummi sudah selesai?" tanya Raiz, ini memang baru pertama kalinya ia bertanya setelah sekian lama, Raiz memang terlalu penurut.


"Kenapa, kamu ada kerjaan lain, atau ada tempat yang mau kamu kunjungi?" tanya Ummi Hana sembari tangannya terus saja memilih setelan pakaian muslim modern untuk Raiz.


"Eng... Enggak kok Ummi!" sahut Raiz, ingin mengatakan dirinya bosan namun lidahnya itu malah dengan gilanya sudah kelu duluan.


"Ini... Yang ini bagus tapi Ummi kurang suka kalau kerahnya gini!" Ummi Hana bergumam, lalu langkah Ummi Hana berjalan menuju gantungan khusus pakaian muslim couple.


"Nah, yang kayak gini bagus deh, kayaknya cocok sama Aliyah! Kamu suka?"


"Ummi saja yang pilihkan, Raiz akan pakai apapun yang menurut Ummi cocok!" jawab Raiz lagi, sungguh berbanding terbalik dengan apa yang dirinya rasakan.


"Tapi yang ini kayaknya juga bagus! Kamu cobain lagi yah!" pinta Ummi Hana.


Mata Raiz membulat kala Umminya kembali menyuruhnya mencoba baju yang dipilihkan, ini sudah hampir tujuh kali dan Ummi Hana tampak baik-baik saja saat menyuruhnya. Apa tidak malu? Pikir Raiz.


"Tapi Ummi..." Raiz mencoba menolak, ia mundur beberapa langkah bermaksud menghindar. Namun,


"Braakkk!"


Raiz merasakan belakangnya bersentuhan dengan seseorang, karena kaget akhirnya Raiz terjatuh dan menimpa seseorang itu.


"Inalillahi..." ucap Ummi Hana saat melihat anaknya terjatuh menimpa seorang gadis. Segera Ummi Hana membantu Raiz untuk bangkit.


"Uhhhh!" lenguh seseorang itu, Raiz segera memperbaiki posisi, dan menoleh kebelakang siapa gadis yang tadi ditabraknya.


"Jilly!" serunya kaget, Raiz terkejut saat menemukan ternyata seseorang itu adalah Jilly murid bandelnya di sekolah, yang saat ini sedang dibantu oleh Ummi Hana untuk bangkit.


"Eh Pak Raiz!" sapa balik Jilly seolah tidak mengetahui apapun.


"Eh..."


"Aku salah satu siswi di sekolahnya Pak Raiz Tante!" jawab Jilly.


Sedang Raiz, ia begitu gugup, entah sejak kapan jantungnya jadi berdetak tidak karuan kala berada dekat dengan Jilly, tidak biasanya ia seperti ini.


"Oh, benarkah? Wah, seneng banget Ummi bisa ketemu salah satu murid Raiz di sini, siapa nama kamu Nak?" tanya Ummi Hana.


"MasyaAllah dia cantik sekali Raiz!" puji Ummi Hana lagi, meski mengangumi wajah Jill yang memang begitu cantik dan manis menurutnya namun Ummi Hana juga menyayangkan pakaian yang saat ini dikenakan Jill, yang meskipun sopan namun tetap saja tidak menutup aurat.


Karena saat ini Jill sedang memakai celana boyfriend hitam dengan atasan kaos crop polos berwarna hitam juga, yang sayangnya malah memperlihatkan sedikit lekuk pinggangnya yang putih mulus.


"Jilly Tante!" jawab Jill.


"Hai Jilly, salam kenal ya!"


"Raiz, kayaknya badan Aliyah nggak jauh beda deh sama dia!" ucap Ummi Hana.


"Raiz nggak tau Ummi, Raiz kan belum pernah lihat Aliyah yang sekarang!" jawab Raiz gugup.


"Ah benar juga!" Ummi Hana menyayangkan.


"Tapi, tunggu sebentar!" kemudian Ummi Hana menatap Jill dengan ramah, "Nak Jill, boleh minta tolong sebentar?" tanyanya.


"Minta tolong apa Tante!" Jill sedikit melirik Raiz, mengapa baru saja sehari tidak bertemu tapi wajah itu seakan menjadi lebih tampan. Jatuh cinta kadang memang suka bikin orang aneh nggak kira-kira.


"Cobain baju couple ini sama Raiz, nanti Ummi bakal nilai mana yang lebih cocok!" pinta Ummi Hana.


"Tapi Ummi..." tolak Raiz cepat, bagaimana bisa Umminya meminta itu pada Jilly.


Jilly masih diam, menyuruhnya mencoba baju couple dengan Raiz, sebenarnya ia sungguh tidak keberatan, malahan itulah yang dirinya inginkan, tapi... Mendengar beberapa kali nama Aliyah di sebut, Jill mulai menebak, mungkinkah itu adalah nama wanita yang akan dinikahi Raiz? Pikirnya.


"Gimana Jilly, kamu nggak mau ya?" tanya Ummi Hana terdengar meragu.


"Ummi, Jilly kan juga pasti mau nyari sesuatu di sini, Ummi jangan gitu..." bisik Raiz pada Umminya yang masih bisa didengar oleh Jill.


"Mau kok Tante, boleh aja!" jawab Jill yang entah kenapa malah memilih bersedia.


"Jilly!" ucap Raiz tidak percaya Jilly bahkan mau menyetujuinya.


Bersambung...