
Aku hanya sedikit mengabaikanmu saat bertemu mereka, sedikit saja... Nanti yang sedikit itu akan kembali lagi seperti semula, selalu mikirin kamu!
^^^Jill.^^^
___
"Lo kemana aja sih Jill?" tanya Jio saat Jill sudah menemuinya di dekat kasir.
"Gue ke toilet bentar! Sibuk banget sih lo!" dusta Jill.
"Ya lo di telpon juga kagak diangkat, gue udah nyari di sekeliling toko juga nggak ada, tadi lo ngapain sih?"
"Ya buang air dong di toilet, ya kali kek lo main game!"
"Udah ah, yuk cabut! Mereka lama banget!" ajak Jio, karena melihat Celia dan Oliv yang belum juga selesai di kasir.
"Bentaran Jio, lo kalau mau pulang, pulang aja dah, ribet banget!"
"Wah lo udah bisa bilang gitu ya semenjak kenal itu dua alien!"
"Padahal dulu juga ke mana-mana sama gue!"
"Itu kan dulu! Gue udah menemukan jati diri gue sekarang, kek pilem upin-upin! Sodara kembar itu keknya emang nggak usah deket-deket deh, nggak baik buat pertumbuhan, liat aja mereka nggak gede-gede!" seloroh Jill, matanya melihat Raiz yang berada tak jauh darinya, tampak kebingungan menjelaskan saat Ummi Hana menanyakan keberadaannya.
"Sialan lo ya!" umpat Jio.
Jio membawa Jill ke arah pintu keluar, ia tidak peduli baginya menunggui gadis-gadis berbelanja sungguh adalah hal yang paling menyebalkan, Jilly tidak pernah berbelanja selama ini.
"Jio..." ucap Jill berusaha melepaskan tangan Jio.
"Jill gue nggak mau nungguin mereka!"
"Jio!" bentak Jill mulai tidak suka, padahal dulunya ia tidak masalah jika Jio mengekangnya seperti ini. "Ini acara gue! Lo kalau nggak suka ya pulang aja, lagian besok udah sekolah, gue cuma mau hangout sama mereka berdua apa salahnya sih?"
"Sejak kapan lo nggak nurut sama gue?" tanya Jio kesal.
"Sejak ini!" tantang Jill.
"Jill..."
"Kak Jill!" seru Celia, ia memegang tangan Jill langsung, memelototi Jio seolah tidak ada takutnya dengan kembaran Jill itu, padahal tangannya sedikit gemetaran.
"Ngapain sih, perasaan suka benget deh bentak-bentak orang!" sindir Celia. Ia menarik tangan Jill untuk mengikutinya. "Yuk Kak, hawa di sini udah nggak bener!" lanjutnya sembari meninggalkan Jio.
"Eh sialan! Beraninya lo ya!"
"Apa? Weekk!" ledek Celia semakin menjauh.
Sementara Oliv, ia yang begitu malu terpaksa harus mengikuti Celia, padahal dirinya sudah sangat senang saat Jio ikut dengan mereka, itu berarti ia bisa menatap wajah tampan pemuda yang disukainya itu lebih lama.
"Ya abis dia kasar banget, gue nggak suka!"
"Kak Jill, Jio itu orangnya emang suka maksa ya?" lanjutnya, sementara Oliv menyimak, ia juga tertarik mendengarkan setiap omongan tentang Jio.
"Hemmm, ya kek gitu lah!" angguk Jill.
"Gue malah nggak yakin kalau Kak Jill sama itu es batu sodara kembar, beda banget, jauuuuuhh malah!"
"Hahaha, lo itu lucu banget sih Cel!" Jill merasa senang, karena setiap kali ia dia berkawan dengan Celia pasti pemikiran tentang Raiz sedikit terlupakan.
"Lucu? perasaan gue nggak ngelawak deh, apanya yang lucu coba?"
"Kalau lo marah gemesin banget!"
"Hemmm, kak Jill jangan gitu dong!"
"Lah kenapa?"
"Ntar jatuh cinta lagi sama gue!"
"Dasar, mana ada! Gue normal kali, sukanya sama abang gemes!"
"Ya kali kan!"
"Eh Liv, Lo dari tadi diem mulu, nyambung dong!" singgung Celia pada Oliv di sebelahnya. Jadi Celia itu berada di tengah-tengah Jill dan Oliv.
"Apa? Gue dengerin kok!" sahut Oliv, yang masih terbayang-bayang wajah Jio yang berjarak dekat dengannya tadi, meski sekilas namun sulit untuk dirinya lupakan.
"Hemmm, lo emang gini mulu ya orangnya?" tanya Jill.
"Gini? Kek gimana Kak?"
"Ya pemalu abis, pendiem, suka menyendiri, tiati lo biasanya orang kek lo gini kalau ada masalah nggak pernah ngomong, ntar suka sakit sendiri!" sambung Celia blak-blakan.
"Bukan gitu, maksudnya lo emang orangnya nggak suka banyak bicara!" ralat Jill, jangan sampai menyakiti hati Oliv, meski dia juga setuju dengan apa yang dikatakan Celia barusan.
"Iya Kak! Udah kebiasaan mungkin!" sahut Oliv.
"Temenan sama gue jangan gitu dong, nanti kalau gue ada salah lo malah main tinggal aja!" sambung Celia lagi.
"Udah yuk, jadi nonton nih kita?" tanya Jill mengalihkan pembicaraan.
"Jadi!" sahut Celia semangat.
"Oke, let's go!"
Bersambung...