Oh My Jilly!

Oh My Jilly!
Konflik ijab qobul III.



Aku tidak bisa melihat kau dimiliki orang lain, terdengar egois memang, tapi itulah perasanku yang sesungguhnya!


^^^Jill.^^^


___


Semua orang yang hadir tampak menyaksikan perdebatan itu, Jill mendorong keras tubuh Aliyah hingga gadis itu terhuyung ke belakang, jatuh sembari memegangi dadanya.


"Aliyah!" teriak Ibunya.


"Nak!" Ummi Hana juga ikut membantu, ia ingin marah pada Jilly, namun masih mencoba untuk sabar.


"Bangun lo!" tantang Jilly.


"Beraninya lo nampar gue!"


Jill hendak menghajar Aliyah namun Raiz dengan cepat menghentikannya, "Jilly sudah, sudah! Apa yang akan kau lakukan, ingat ini rumah orang, tau tata Krama sedikit!"


"Lepas, gue mau hajar itu cewek murahan, dasar Bit*h, bang*at!" Jilly tidak bisa lagi menahan untuk tidak berkata kasar, dia lupa bahwa dia berkelakuan begitu di hadapan orang tua Raiz, terlihat Jason yang menutup wajah karena malu, Jilly ini memang tidak sabaran persis sepertinya.


"Jilly sudah!" Raiz memeluk paksa Jill, dan hal itu sontak membuat semua orang yang hadir di sana mencemoohnya, mereka yang pada awalnya memuji Raiz kini bahkan berbalik merendahkan.


"Anak ustadz tapi kelakuannya, liat bahkan dia peluk-peluk itu cewek, siapa sih itu!" bisik-bisik mulai terdengar, namun Raiz tidak memedulikan itu, ia hanya ini membicarakan semua yang terjadi secara baik-baik, tidak peduli bagaimana nanti orang menganggapnya.


"Hei tapi lihat di sana ada Tuan Jason, apakah itu... Astagah! Jilly itukan adalah nama anak bungsu keluarga Adrian!" pekik yang lainnya.


"Apa dia Jilly, Astagah bukankah si pria itu tadi menyebutkan nama Jilly Almas, berarti mungkinkah mereka memiliki hubungan?"


"Waahhh, dramatis sekali! Tapi tukang bully itu memang ternyata seperti rumor, mengerikan!"


"Lihatlah caranya menantang, sama sekali tidak punya sopan santun!"


"Jilly sudah!"


"Dia udah boongin kamu, kamu udah ditipu sama dia, Raiz kamu nggak boleh nikah sama dia!" Jilly setengah berteriak.


Lalu sebuah tangan kekar memisahkan pelukannya, memegang lembut tangan Jilly dan membawanya ke belakang.


"Saya hanya tidak ingin terjadi kesalahpahaman!" ungkap Jason, yah Jason memang memisahkan pelukan antara putrinya dan Raiz. Dia hanya tidak ingin orang-orang di sana semakin berprasangka buruk terhadap Jill dan Raiz.


"Tuaaan..." Januar ternganga, dia sama sekali tidak menyadari kehadiran Jason.


"Maaf sudah mengganggu!" ucap Jason, ia berbicara sembari memeluk putrinya, di susul oleh Shirleen yang terlihat juga mengusap lembut punggung Jill.


"Roy!" panggilnya pada asisten pribadinya yang selalu siap.


"Ya Tuan Muda!"


"Bubarkan semua orang!" titahnya, tanpa mengalihkan pandangannya dari Januar.


Hanya dalam kurun waktu lima belas menit saja para tamu undangan sudah lenyap tanpa sisa, Roy memang selalu bisa diandalkan.


"Tenangkan Jilly By!" pintanya pada Shirleen, Shirleen membawa anak gadisnya itu menuju sofa, ia menenangkan Jill yang sebenernya tidak kenapa-napa, hanya emosinya saja yang meledak-ledak karena ingin segera menghabisi Aliyah.


"Saya Jason Ares Adrian! Papanya Jilly!" ucapnya memperkenalkan diri dan langsung duduk tanpa dipersilahkan.


Januar benar-benar tidak bisa berkata apa-apa, dia bagai mati kutu, sedang istri dan anaknya terlihat menahan amarah.


"Saya rasa, saya pernah mendengar nama Nak Jason, pengusaha muda terkenal itu, tapi kiranya mengapa bisa ada kejadian seperti ini? Saya bertanya karena ingin tau!" ujar Kyai Ahmad, memulai wawancaranya dengan baik.


Ia benar-benar sukses menjadi seorang yang bijak.


"Saya ingin menjadikan Raiz sebagai menantu saya, karena putri saya menginginkannya! Maaf telah membuat keributan sedikit!"


Sedikit katamu By, sampai membubarkan banyak orang itu bukannya sedikit!


Shirleen mendengus kesal sembari masih memegangi tubuh Jill, ia benar-benar akan gila karena seringnya dihadapkan dengan kelakuan minim akhlak suaminya itu.


"Tapi, bukankah Nak Jason tau, anak saya sudah mau menikah dengan Nak Aliyah!"


"Kalau begitu, bagaimana jika kita tanyakan pada Raiz, tentunya dia akan memilih siapa?" ujar Jason mengusulkan.


"Aku?" bingung Raiz pada kondisi tersulitnya itu.


Bersambung...


...Hai Gaesss, boleh minta waktunya sebentar nggak?...


...Aku mau bilang makasih banget buat kalian yang udah mau baca, dukung cerita Oh My Jilly ini, yang udah setia nungguin update, yang udah berkenan ngasih komentar meskipun cuma lanjut gitu, aku tuh udah makasih banget sama kalian! Apa lagi sampe ada yg ngasih vote sama hadiah, makasih yaaa 🤗🤗...


...Tapi, bukannya ngelunjak yaaa, Author bener-bener lagi mau minta dukungan banget sama kalian, boleh nggak minta rate nya sebentar, nilai bintang 5 kalau kalian suka sama cerita ini, bagi yang berkenan, nggak pake duit kok, cuma butuh kemauan kalian semua aja....


...Dan untuk hadiah sama Vote, author juga mau dong biar lebih semangattt, dukungan kalian sangat berarti banget buat aku yg hanya Author remahan ini, doain juga supaya novel author yang ini bisa naik ke permukaan!...


...Ok! Segitu aja! Salam kenal dan salam sayang semuanya 🙏🙏 🤗🤗😘😘...