Oh My Jilly!

Oh My Jilly!
Bapak juga! Udah pas banget buat aku!



Aku mulai merasakannya, jantung ini tiba-tiba saja sulit dikondisikan, aku mulai gugup dan salah tingkah saat berdekatan dengannya, menyebalkan! Aku mulai melihatnya sebagai seorang wanita!


^^^Raiz.^^^


___


"Bapak beneran mau nikah?" tanya Jill memberanikan diri.


Saat ini Jill dan Raiz sedang berada tak jauh dari ruangan ganti, Jill menahan Raiz saat hendak masuk, sesuatu yang mengganjal ini memang harus segera diselesaikan menurut Jill.


"Kamu tau?" tanya Raiz heran, dari mana Jill mengetahui perihal dirinya yang ingin menikah. Memang sih tadi ia dan Umminya memang tengah memilih beberapa baju muslim couple, namun tidak semerta-merta untuk menikah kan.


"Aku ini, apa sih yang nggak tau!" Jill memberanikan diri menatap Raiz, mata mereka keduanya bertemu, Jill benar-benar merasa tidak rela jika pemuda di hadapannya ini akan menikahi orang lain.


"Apa Bapak benar-benar nggak ada perasaan sama aku?"


"Apa saya harus menjawabnya? Rasanya tidak!"


"Kasih tau aku alasannya!"


Jill tidak peduli akan penolakan Raiz, dia hanya ingin tau alasannya mengapa Raiz tidak menyukaimu, dan kalau Raiz tidak bisa menjawab menurutnya hanya ada satu kemungkinan, karena pria itu sebenarnya juga sudah merasakan hal yang sama seperti apa yang dirinya rasakan.


"Jilly, aku ini guru kamu!"


"Aku tau, tapi umur kita bahkan hanya berjarak tujuh tahun, Papa sama Mama aku aja yang beda sebelas tahun masih bisa sama-sama, nggak ditegur sama Komnas HAM!"


"Apa lagi kalau cuma aku sama Bapak!"


"Aku masih sering mikirin Bapak, sangat sering bahkan!"


"Saya akan menikah!" jawab Raiz, bukannya ingin mematahkan hati Jill, namun ia benar-benar takut memiliki perasaan lebih terhadap Jill, mencintai wanita itu... Jangan pernah bermimpi.


Jill terdiam, matanya tiba-tiba saja berubah sayu, pipinya mulai dingin ditambah lagi dinginnya AC di toko itu semakin membuat suasana menjadi tidak nyaman. Dengan terpaksa Jill harus menarik sudut bibirnya, melengkungkan senyum untuk menutupi kekecewaannya.


"Apa Bapak mencintai wanita itu?" tanyanya kemudian mencoba tegar, ia sudah tau Raiz akan menikah, namun mendengar Raiz mengatakannya sendiri membuatnya benar-benar merasakan kepahitan hidup.


Di kehidupannya yang hampir sempurna, baru kali inilah Jill merasakan yang namanya kesakitan hati yang seperti orang bilang, sakit namun tidak berdarah! Dan itu karena Raiz.


Sementara Raiz, masih berharap Jill hanya menganggapnya cinta monyet semata, yang pada akhirnya akan terlupakan dengan sendirinya. Karena sungguh itu memang lebih baik.


"Kalau gitu... Aku bisa ganti pertanyaan biar Bapak bisa jawab! Apa Bapak menyukaiku?" lagi dan lagi Jill menanyakan itu, pertanyaannya hanya berpusat pada hal yang sebenarnya memiliki makna dan tujuan yang sama.


"Jilly!"


"Satu kali saja!"


"Saya akan menikah, dan jika memang benar kamu memiliki perasaan lebih terhadap saya, mulai hari ini saya harap kamu bisa berhenti!" tegas Raiz.


"Kalau aku tidak mau?" tantang Jill.


"Kamu harus melupakan saya!"


"Bapak yakin?"


"Haahhh!" Raiz menghempaskan napasnya kala menghadapi gadis keras kepala itu.


"Apa Bapak nggak pernah senyum-senyum sendiri saat nginget aku?"


"Jilly!"


"Aku hanya orang biasa, terlepas dari siapa kedua orang tuaku, siapa Ayahku, aku keturunan dari seorang apa!"


"Aku bilang suka ke Bapak, itu benar-benar karena perasaan aku yang ngerasain gitu, jika Bapak ragu karena ngembayangin siapa aja orang-orang yang ada disekitar aku, maka aku cuma mau bilang sekali lagi, aku cuma orang biasa!" ucap Jilly, dia sebenarnya hanya menebak sih. Jilly mengatakan itu karena teringat akan kisah percintaan Misca, Kakaknya itu bahkan dijauhi orang yang di sukainya hanya karena Misca Amalia Dharma adalah bagian dari keluarga Jason Ares Adrian.


Memang ada sebagian orang yang malah merasa bahagia dan senang-senang saja jika bisa dekat dengan mereka, namun ada juga sebagian orang yang sudah menghindar duluan dan tidak mau berurusan dengan mereka.


Dan Jill tidak tau, Raiz ini adalah bagian dari yang mana.


Setelah mengatakan itu, Jill memberikan setelah muslim couple yang telah dipilihnya itu pada Raiz.


"Bilang sama Ummi, aku milih yang ini, karena aku suka warnanya, baju ini memang pas banget buat aku, Bapak juga! Udah pas banget buat aku!" ujarnya kemudian berlalu pergi.


Bersambung...