Oh My Jilly!

Oh My Jilly!
Ke rumah Bunda.



Aku menyukainya, tidak memerlukan alasan mengapa aku bisa menyukainya, aku menyukainya ya karena aku menyukainya!


^^^Jill.^^^


___


"Bunda..." seru Jill saat sudah dibukakan pintu, sepulang sekolah ia sengaja datang jauh-jauh hanya untuk mengunjungi Bundanya, Shakira.


Shakira turun dari kamarnya karena maid mengabarkan Jill tiba-tiba saja berkunjung.


"Lho Jill, kenapa nggak minta Bunda aja ke rumah?" tanya Shakira lembut.


Jill dan Jio memang memanggilnya Bunda, hal itu dikarenakan suatu kejadian di masa lalu yang membuat Shirleen mungkin bersimpati padanya dan mengharuskan Jill dan Jio memanggilnya dengan sebutan Bunda. Shirleen juga mengatakan kalau Jio dan Jill adalah juga anak-anaknya.


"Shuttt! Jangan keras-keras Bunda!" ucap Jill cepat, ia takut kalau Ayahnya, Roy sudah pulang ke rumah. Jill tau, Ayahnya itu adalah orang yang sangat jujur. Jika Jason yang katanya tidak bisa berbohong dengan Shirleen, dan menurut Jill, Roy yang adalah Ayahnya ini tidak akan bisa berbohong dengan Jason, Papanya.


"Ada apa sih?" tanya Shakira menghampiri Jill dengan berbisik.


"Apa Ayah udah pulang?" tanya Jill balik.


Shakira menggeleng, "Ada apa?"


"Ayo kita ke kamar Bunda, ada yang mau aku omongin sama Bunda!" ajak Jill yang sudah melenggang pergi mendahului Shakira.


"Ada apa sih dek?" tanya Shakira, ia begitu penasaran karena melihat Jill yang begitu antusias.


Sesampainya di kamar, Jill langsung menarik tangannya menuju ranjang, memaksanya duduk seperti ada yang harus benar-benar dirinya simak.


"Aku mau minta sesuatu sama Bunda!" ucap Jill mengungkapkan keinginannya.


"Ya... Apa?" tanya Shakira.


"Cari informasi pribadi tentang Raiz Hanif Al-Haaqi!" jawab Jill.


"Raiz Hanif Al-Haaqi? Itu siapa? Artis? Atau tokoh masyarakat? Kamu ada tugas sekolah?" tanya Shakira lagi yang belum nyambung dengan permintaan Jill yang tiba-tiba.


"Ihhh Bunda bukan, pokoknya cari aja, sekarang! Aku maunya sekarang sebelum Ayah datang!" pinta Jill.


Jill duduk manis di ranjang, dirinya akan segera mengetahui dengan cepat semua tentang Raiz, sungguh mudah saja baginya memiliki Bunda yang sangat bisa diandalkan untuk hal semacam ini.


"Raiz Hanif Al-Haaqi." gumam Shakira, menuliskan sesuatu pada laptop yang memang sudah disetting khusus olehnya itu.


Dan tak berapa lama muncullah segala informasi terkait Raiz yang memang tengah Jill cari, "Ini siapa dek?" tanya Shakira menyelidik.


"Gebetan aku!" jawab Jill santai, "Cakep kan Bun, guru itu!" lanjut Jill dengan bangganya.


"MasyaAllah Jill, Bunda kira siapa? Memangnya kamu udah dibolehin pacaran sama Tuan Muda!"


"Nggak tau, tapi nggak mungkin deh Papa nggak bolehin, Papa aja umur kek aku gini bentar lagi nikah!" jawab Jill dengan polosnya namun mengena.


Yah memang benar kan, dulu Papanya itu bahkan seumurannya udah nungguin bini orang, Mamanya, Shirleen saat itu masih berstatus sebagai istri orang lain saat Jason mendekatinya. Bahkan saat Mamanya itu sudah resmi menyandang status janda, Papanya itu langsung saja menikahi Mamanya dengan waktu jeda yang kurang dari satu tahun. Itu adalah prestasi yang menurut Jill harus dirinya ikuti, karena saat ini ia juga tengah memikirkan proyek untuk menjerat Raiz ke dalam pernikahan.


"Haaahhh!" Shakira menghempaskan napasnya berat, "Jadi ini mau di salin?" tanyanya kemudian.


"Hemmm!" jawab Jill dengan anggukan.


Shakira mengambil satu flashdisk kosong yang ia simpan di nakas, dan lalu menyalin semua data itu untuk Jill.


"Bun, jangan bilang Ayah ya..." pinta Jill sembari mengedipkan matanya genit.


"Tapi dek..."


"Ah ya, jangan bilang Papa, jangan bilang Mama, juga Jio. Untuk Jio terkhusus, pokoknya anggap aja hari ini aku nggak pernah nyuruh Bunda buat ngerjain ini!" ucap Jill lagi, mengingat nama Jio tentunya ia tidak boleh membiarkan Jio sampai mengetahui ini.


Shakira hanya bisa mengangguk patuh, mau bagaimana lagi rasa cinta terhadap anaknya ini tentunya kadang bisa mengalahkan abdinya pada Jason.


Shakira dan Roy memang tidak memiliki anak, setelah suatu kejadian di masa lalu itu bahkan Shakira tidak bisa lagi untuk hamil, memang tidak ada masalah saat ia melakukan pemeriksaan diri, namun Shakira mengira obat yang tidak sengaja dirinya minum waktu dulu memang mempengaruhi kesuburannya.


Rencananya mereka akan melakukan proses bantuan bayi tabung, dan Roy saat ini juga sedang berkonsultasi tentang itu tinggal menunggu waktu yang tepat saja.


"Kamu memang persis seperti Tuan Muda!" gumam Shakira.


Bersambung...