Oh My Jilly!

Oh My Jilly!
Lo harus jadi pacar gue! (Jio dan Celia)



Gue akan mencobanya, mau bagaimanapun gue harus ngilangin rasa itu!


^^^Jio. ^^^


___


"Masuk!" titah Jio, dia menatap tajam Celia yang saat ini terpaksa menemuinya di mobil.


"Ada apaan sih? Ngomong aja buruan, nggak mau gue masuk!" tolak Celia, ia benar-benar tidak habis pikir, mengapa Jio mengajaknya bertemu, dari mana gerangan cowok dengan julukan es batu itu mendapatkan nomornya, tiba-tiba saja juga membentaknya, ini mau ngajak gelut apa gimana gerutunya heran.


"Buruan masuk, atau gue nggak bakalan ngelepasin lo di sekolah!" sinis Jio, saat ini dia tidak suka dibantah, benar-benar kacau karena ditinggal Jill nikah.


Dengan terpaksa Celia menurut, ia membuka pintu mobil dan masuk, menetralkan rasa gugupnya yang kini sudah bercampur takut, benar! Tatapan bak membunuh yang dilayangkan Jio padanya benar-benar berhasil membuat nyalinya menciut.


"Lo harus jadi pacar gue!" ucap Jio tanpa basa-basi dan pemanasan, ya kali pemanasan kayak mau merawanin anak orang aja.


"Eh buset! Kira-kira dong bang, untung gue nggak keselek sampe meninggoy!" kaget Celia.


"Gue nggak peduli, mulai sekarang lo jadi pacar gue!" kekeh Jio lagi, dia sudah memutuskan itu, dia harus mencoba dengan orang lain, harus segera menghilangkan perasaannya pada Jill.


Celia menatap Jio heran, "Lo sikopat apa gimana? Ngajak pacaran kayak mau ngajak tawuran! Sakit jiwa lo?"


"Gue nggak butuh pendapat lo!" tegas Jio, dia mendekatkan wajahnya pada Celia.


"Tapi sayangnya gue nggak mau tuh!" ujarnya menantang.


Celia ingin segera keluar dari mobil Jio namun tiba-tiba tangannya ditahan oleh Jio, dan dengan buas langsung saja ******* bibir Celia, Jio ingin membuktikan bahwa dia juga bisa merasakan debaran itu saat bersama orang lain, terlebih jika mereka sudah berciuman seperti ini, brengsek memang namun itulah kenyataan yang tengah dirinya hadapi.


"Plaakkk!" setelah ciuman itu terlepas Celia langsung saja menampar wajah Jio, "Brengsek banget jadi orang, lo pikir gue apaan, kalau lo emang lagi mau nyalurin hasrat pergi ke Bar jangan nggak modal, banyak ja*ang nganggur di sana!" Celia benar-benar marah sembari memegangi bibirnya yang kebas, bahkan Jio sampai menggigit bibir bawahnya karena Celia yang tidak membalas ciuman itu.


Jio memegangi sudut pipinya yang memerah, Celia benar-benar menamparnya sekuat tenaga, dia tersenyum miris, pilihannya jatuh pada Celia karena dianggapnya gadis itu tidak akan jatuh cinta padanya, jadi dia tidak akan terlalu menyakiti Celia jika menjadikan gadis itu sebagai pelampiasan.


Namun nyatanya dia tidak memikirkan akan kemungkinan seperti ini, Celia benar-benar bar-bar, mungkin setara dengan Jill jika sudah marah, Jio suka itu.


"Dan gue juga nggak nerima penolakan!" sahut Jio lagi, matanya masih menatap tajam Celia.


"Lepasin gue!" Celia ingin membuka pintu mobil namun sayangnya dikunci oleh Jio.


"Oke! Bisa aja, tentunya setelah lo bisa muasin gue!" balas Jio, Jio langsung saja mengungkung Celia dengan kedua tangannya, mendekatkan wajahnya terlihat menakutkan namun masih juga tampan tak terhindarkan.


"Jio! Lepas, lepasin gue, lepas!" teriak Celia, namun berikutnya sudah tidak terdengar lagi, karena Jio kembali membungkam mulut Celia, ******* penuh bibir gadis itu.


Bersambung...