
Tidak pernah terpikirkan olehku, aku begitu menyukainya!
Jika ini hanyalah salah paham, maka buatlah aku sadar begitu cepat, agar aku tidak terlalu sakit saat mengetahui kenyataannya.
^^^Jill.^^^
___
"Aku tidak mau melanjutkan pernikahan ini!" ucap Raiz akhirnya memutuskan, selain karena Jilly alasan lainnya adalah karena Aliyah telah membohonginya, dan dia tidak bisa hidup dengan pembohong, apa lagi akan menjadi seorang istri baginya.
Terlihat Aliyah yang tidak bisa membendung air matanya, ditenangkan oleh Ibunya namun baginya tidak cukup untuk menyelaraskan hatinya saat ini, Raiz tidak memilihnya, sama sekali tidak memikirkan bagaimana nanti pandangan orang-orang, pernikahan yang gagal bahkan saat belum dimulai, Raiz yang salah menyebut nama dirinya saja tadi sudah tentu akan menjadi omongan dan topik terhangat saudara-saudaranya, apa lagi saat pernikahannya yang benar-benar batal ini, Aliyah tidak bisa membayangkan semua itu akan menyapa hidupnya, menyedihkan.
"Raiz, tolong pertimbangan lagi..." ucap Ibu Aliyah meminta, sebagai seorang itu tentu tau bagaimana kesakitan yang akan dialami putrinya, ia tau bahwa putrinya itu telah berbohong, namun tidak bisakah Raiz mempertimbangkannya, anggap saja sebagai rasa hormat dan menghargai akan sesama.
"Maafkan Raiz Tante, sebenarnya sejak Abi mengatakan akan menikahkan Raiz dengan Aliyah, Raiz sudah meragu!" jelas Raiz, karena perkataan Jason yang menyindirnya tadi, Raiz sekolah memiliki keberanian untuk berterus terang, baiklah dia tidak akan menahan lagi, hari ini akan ia ungkapkan bahwa dia juga mencintai anak penguasa itu.
"Raiz menerima karena menganggap mungkin sudah saatnya Raiz menikah, dan berpikiran bahwa siapapun calonnya selama itu Abi dan Ummi yang pilihkan, Raiz bisa menerima."
"Aliyah, Raiz minta maaf, Aliyah berhak dapet yang lebih baik dari pada Raiz, tapi jika Aliyah masih mengharapkan Raiz sepertinya itu sudah tidak bisa lagi, Raiz sudah memutuskan untuk menikahi Jilly, seseorang yang sudah tanpa sengaja Raiz bukakan pintu untuk memasuki hati!"
"Abi, Ummi, Tuan Jason maaf! Raiz telah lancang memikirkan Jilly, untuk itulah Raiz ingin menghalalkannya supaya apa yang Raiz pikirkan tidak menjadi zina, kadang Raiz sulit menahan untuk tidak memandangi Jilly, tersenyum padanya, Raiz mulai menyadari kalau Jilly sudah mendapatkan tempat di sebagian hati Raiz, maafkan Raiz yang kurang gentle karena tidak berani mengungkapkannya!" ucapnya, kalimat terakhir tentu saja ia tujukan pada Jason, bahkan dengan berani Raiz menatap sang penguasa itu.
"Ekhemm!" Jason bersuara untuk menghilangkan canggung, diliriknya Jill yang tampak tersenyum, sepertinya gadis itu puas sekali.
Ibunya juga, tak mau kalah, mereka tampak tidak puas karena mendapat penolakan Raiz.
"Bu Ninda, maafkan kami ya!" ujar Ummi Hana lembut, meski bagaimanapun jika Raiz sudah mengatakan tidak, dia dan sang suami juga tidak bisa melakukan apapun. Mereka akan menghargai keputusan Raiz, apapun itu, termasuk saat Raiz mengutarakan niatnya untuk menikahi Jill.
"Kau serius dengan apa yang kau katakan Raiz?" tanya Kyai Ahmad.
Raiz mengangguk, "Iya Abi!" jawabnya, Raiz mengalihkan tatapannya pada Jason, "Tuan, saya minta restunya, tentunya saya akan bisa menikahi Jilly, hanya dengan restu dari Tuan!"
Shirleen ingin menangis rasanya, bukankah itu berarti sebentar lagi dirinya punya mantu, dari anak paling bontot lagi, apa tidak salah, Misca saja belum pernah sekalipun membawa teman laki-lakinya ke rumah, namun Jill malah sudah mendahului si sulung.
"Ekhemm!" Jason berdehem lagi, "Kau serius ingin menikahi anak gadisku?" tanya Jason, terdengar begitu menyeramkan, padahal dia bicara biasa saja.
Raiz mengangguk, dia tidak gentar lagi, meskipun Tuan penguasa di hadapannya ini melayangkan tatapan hendak mengikuti, namun karena cinta mungkin Raiz bisa menangkisnya, dia sama sekali tidak terpengaruh lagi, ketakutan itu bagai hilang lenyap entah ke mana. Jilly benar-benar telah merubahnya, padahal seminggu kemarin dia masih berkeringat dingin saat menghadapi Jason.
"Aku tidak terima!" jawab Jason dengan pasti.
"Apa?" Raiz tidak percaya bahwa dia akan ditolak, setelah tadi Jason sendiri yang padahal pernah melamarnya atas nama Jilly.
Bersambung...