
Dan benar saja saat sore nya tiba, mereka akan liburan bersama, Ara yang baru saja bangun dari tidur nya langsung membersihkan diri saat melihat jam yang sudah menunjukan pukul 2 sore .
Ya, saat Ara sudah pulang dari kuliah Ara langsung istirahat biar tubuhnya lebih fit .
Tok Tok Tok
Tapi tak ada jawaban dari sang pemilik kamar.
"Ara sayang, kau sudah bangun nak " ucap Dinda.
Sedangkan Ara yang baru saja menyelesaikan mandi nya, langsung keluar dari kamar mandi dan tanpa Sengahja dia mendengar suara bunda nya.
Ceklek
"Bunda " ucap Ara .
"Kau habis mandi sayang" ucap Dinda.
"Iya, masuk bunda " ucap Ara mempersilahkan Dinda masuk ke dalam kamar nya.
"Bunda perlu sesuatu " ucap Ara duduk di kursi rias nya, walau hanya bedak dan lipstik saja .
"Tidak, bunda kira tadi kau masih tidur sayang, jadi bunda berniat untuk membangun kan " ucap Dinda.
"Ara kira bunda ingin mengatakan apa tadi " ucap Ara.
"Heheh, tidak sayang " ucap Dinda.
Setelah selesai berpakaian santai, Ara langsung menghampiri Dinda.
"Sudah selesai " ucap Dinda.
Ara hanya menggunakan tank top hitam dan jaket jeans bewarna biru untuk pergi ke pantai .
"Sudah Bun, Ara berangkat dulu " pamit Ara.
"Hati-hati, apa pun yang terjadi di sana hubungi kami " ucap Dinda.
"Siap , nyonya putri " ucap Ara.
"Kau ada-ada saja sayang, ayo bunda antar ke depan " ucap Dinda.
"Ayo " ucap Ara.
Saat mereka sudah berada di depan pintu utama , dan kebetulan Dominic yang baru sampai.
"Mas " ucap Dominic.
"Iya sayang " ucap Dominic.
"Dad tumben pulang lebih cepat " ucap Ara.
"Dad harus pergi ke suatu tempat " ucap Dominic.
"Ke mana, apa yang lain juga ikut " ucap Ara.
"Tentu saja , kami harus menyaksikan sesuatu " ucap Dominic.
"Menyaksikan apa, dad ingin pergi ke pasar malam" ucap Ara.
"Sudah sudah sana berangkat nanti kau telat sayang " ucap Dominic.
"Dad beritahu dulu dad dan bunda ingin pergi ke mana " ucap Ara.
"Sudah sayang, nanti kau terlambat sama , kasian ayah mu " ucap Dinda.
"Ah,,, bunda dan Daddy tidak seru " merajuk Ara
"Tidak boleh merajuk, nanti cantiknya hilang " ucap Dinda.
"Hati-hati, kak Sasa mungkin sekarang juga sudah menuju ke pantai sekarang " ucap Dominic.
"Baiklah , Ara berangkat dulu " pamit Ara.
"Hati-hati sayang " ucap Dinda .
Ara hanya melambaikan tangan nya, merespon ucapan dari bunda nya, walau dia sedikit penasaran tapi ah,,, sudahlah apa dia terlalu sibuk atau bagaimana kenapa dia bisa tidak mengetahui ke mana anggota keluarga nya pergi.
Setelah kepergian putrinya, mereka berdua langsung masuk ke dalam.
"Sekarang waktunya kita siap-siap " ucap Dominic.
"Ayo mas, nanti kita terlambat " ucap Dinda.
Emmmm,,,, kira-kira Kemana mereka pergi kali ini, aayoooo tebak ???
Sedangkan Ara yang sudah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya dia sampai di area pantai.
"Ara " ucapan seseorang.
"Kakak " ucap Ara
"Kakak kira kakak yang terlambat ternyata kau juga baru sampai" ucap Sasa.
"Tadi sedikit macet, seharusnya Ara sudah sampai sejak tadi " ucap Ara.
"Itu hal biasa, ayo kita mencari Daddy " ucap Sasa.
"Ayo " ucap Ara.
Mereka berjalan beriringan mencari keberadaan Ardian, dan di sana ardian sudah menunggu kedatangan nya .
"Itu Daddy " ucap Sasa saat Ardian melambaikan tangan bahwa dia di sana.
"Ayo kita menghampiri Daddy " ucap Sasa.
"Ayo " ucap Ara.
"Sayang, duduk lah" ucap Ardian.
Saat kedua putrinya sudah sampai di dekat nya , Sasa dan Ara langsung duduk di karpet yang sudah Ardian siapkan sebelumnya .
"Terima kasih sayang, kalian sudah menyempatkan waktu untuk sampai ke mari " ucap Ardian terharu.
Karna waktu seperti ini sangat jarang dia rasakan, apa lagi dengan kedua putrinya darah dagingnya hanya saja beda ibu.
Jahat sekali dia, kenapa dia begitu tega menghancurkan masa depan seseorang dan secara bersamaan dia sudah menghancurkan hati nya.
Jika waktu bisa di putar dia ingin menebus semua kesalahan nya ,tapi sayang semua nya sudah berlalu dia hanya bisa menjaga apa yang dia punya sekarang dan tak ingin menyakiti untuk yang ke sekian kalinya.
"Dad, are you okey " ucap Sasa
"Ah,,, tidak, dad okey " ucap Ardian.
"Sebelum kita bermain-main , lebih baik kita makan terlebih dahulu " ucap ardian dengan sigap mengambilkan makanan untuk kedua putrinya.
"Ini untuk Sasa, dan satu nya lagi untuk Ara " ucap Ardian.
"Terima kasih, dad, ayah " ucap mereka bersamaan.
kali ini Meraka akan menghabiskan waktu bersama, Dengan menikmati indahnya pantai di sore hari.
"Bagaimana perkembangan pernikahan mu sayang " ucap Ardian.
"Sudah 100 % hanya menunggu hari H nya saja " ucap Sasa.
"Syukur lah, maaf dad tidak bisa membantu " ucap Ardian .
"Tidak masalah dad, Sasa mengerti " ucap Sasa.
"Kalau Ara, bagaimana kuliah mu " ucap Ardian.
"Alhamdulillah baik ayah " ucap Ara.
Setelah berbincang bincang, mereka bertiga menikmati keindahan pantai, dan tak lupa bermain pasir sampai hari mulai gelap, dan selama itu Ardian membuktikan ketulusan nya, dan dia juga tidak membedakan antara Sasa dan Ara, hanya saja Ara yang sedikit kaku secara dia hanya merasakan kasih sayang Daddy nya saat kecil, dan tetap Daddy nya yang nomor satu.
"Seperti nya ini sudah makan ayah, lebih baik kita pulang " ucap Ara
"Iya ayah, Sasa juga harus pergi ke suatu tempat " ucap Sasa
"Iya tidak tersisa, rasanya dad ingin lama-lama di sini " ucap Ardian lemah.
"Kita bisa mengulang ini lain kali " ucap Sasa.
"Benar ayah, nanti bunda khawatir jika kami pulang larut malam " ucap Ara.
"Baiklah, ayo kita pulang " ucap Ardian .
Setelah menghabiskan waktu sekitar 4 jam bermain di pantai mereka memutuskan untuk pulang.
Tapi saat Ara di parkiran , dia merasa ponsel nya yang selalu bergetar sejak tadi Ara langsung mengambil ponsel nya bunda.
Bunda π
Ara sayang, datang lah ke restoran X ,tidak ada penolakan bunda tunggu .
"Sebelum pergi ke restoran kita bersihkan diri dulu " ucap Sasa
"Kakak sudah membaca pesan dari bunda " ucap Ara.
"Tentu saja kita pulang " ucap Sasa.
"Sayang hati-hati " ucap Ardian.
"Okey " ucap mereka bersamaan.
Mereka langsung pergi dari sana, menuju mansion sebelum pergi ke Restoran.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain, biar author lebih semangat lagi update nya π