
Setelah memakan waktu sekitar 10 akhirnya mereka sampai di hotel milik keluarga BENATA, di sana sudah tersusun rapi mobil yang sangat Ara kenal.
Ya tentu saja mobil keluarga BENATA, yang mungkin sudah sejak tadi berada di sana.
Apa lagi pernikahan Sasa yang semangkin mendekat tapi si pengantin malah sibuk bekerja .
Tapi tenang saja bunda dan grandma nya ayang akan menyiapkan semua nya, apa lagi grandma yang paling senang menyimpan segalanya.
"Ayo " ucap Devan.
Saat sudah berada di samping Ara yang sudah melepaskan helm nya .
"Kenapa tidak membawa mobil " ucap Devan basa-basi .
"Lama " ucap Ara sambil mengunyah permen karet.
Bahkan dengan santai Ara memainkan nya, membuat balon mengunyah kembali permen nya dengan tingkah laku yang Ara lakukan bukan nya membuat Devan malu malah semangkin gemes.
"Ya ampun bagaimana bisa aku tidak jatuh hati pada nya " ucap Devan membatin.
"Bapak tidak ingin masuk " ucap Ara membuyarkan lamunanku Devan tentang nya.
"Ha .... " ucap Devan yang baru sadar dari lamunannya.
Dan langsung masuk dalam lift yang entah sejak kapan dia sudah berada di sana , dengan Ara yang menunggu nya.
"Jangan suka melamun pak, nanti kesurupan setan " ucap Ara saat sudah berada di dalam lift.
"Setan tidak akan bisa masuk dalam tubuh saya " ucap Devan dengan percaya diri nya
"Benar kah " ucap Ara sambil mendekatkan wajah nya pad Devan.
Deg ....
"Jantung ku " dengan reflek Devan menyentuh jantung nya yang semangkin cepat berdetak dari pada sebelumnya.
"Hihihi,,,, wajah bapak lucu sekali " ucap Ara.
Langsung menjauh kan wajahnya dari wajah Devan yang pucat , gerogi atau apa lah yang di rasakan oleh Devan tadi.
Bukan nya semngkin berkurang, detak jantung Devan semangkin cepat melihat senyum Ara yang berapa detik .
Ting ....
"Di mana bunda " ucap Ara saat sudah keluar dari dalam lift yang di ikuti oleh Devan.
"Mungkin di sana " ucap Devan saat melihat sebuah ruangan yang banyak orang berlalu lalang.
"Mau ke mana " ucap Devan saat Ara pergi ke arah berbeda.
Sedangkan Ara yang mendengar ucapan Devan hanya melihat dan saat sudah sampai di tong sampah baru membuang permen karet yang ada di dalam mulut nya.
"Saya tidak akan pergi pak " ucap Ara saat sudah kembali di samping Devan.
Buahahahhhhhh
Hari ini wanita nya senang sekali membuat jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Emmmm "
Ara yang semula nya membuka bungkus permen karet yang lain langsung menatap Devan .
"Tidak , Ara makanan saja " ucap Devan .
Ara hanya mengangguk saja sambil membuka permen karet yang sempat di tawarkan untuk nya dan ...
Happpp
"Enak kan pak " ucap Ara
Ya, Ara dengan santai memasukan permen karet tersebut di dalam mulut Devan walau dia harus menjinjit untuk memasukkan permen nya
"Emmmmm,,, enak " akhirnya Devan juga makan permen karet .
"Akhirnya kalian sampai juga " ucap wanita paruh baya yang menghampiri mereka .
"Grandma " ucap Devan.
"Astaga, cantik sekali kabal cucu menantu ku ini " ucap Sena.
Rasanya Ara ingin tertawa terbahak-bahak saat sapaan Devan tidak di respon oleh Sena .
"Rasanya aku sudah seperti cucu tiri saja " gumam Devan.
"Grandma dengar tengik " ucap Sena sambil mencubit pinggang Devan.
"Astaga grandma " Ucap Devan kesakitan.
"Dasar lemah " ucap Sena.
"Ayo sayang, kita masuk ke dalam " ucap Sena.
"Bunda juga ada di sini grandma " ucap Ara.
"Ada , mereka habis melihat perkembangan dekorasi pernikahan kakak mu " ucap Sena.
"Sayang sini " ucap Dinda yang berada di sofa.
"Bunda, grandma " ucap Ara.
"Akhirnya kalian sampai juga " ucap indah.
"Maaf kami terlambat " ucap Devan.
"Kami mengerti " ucap indah.
Hi reader kesayangan otor yang cantik-cantik melebihi author , kali ini otor ingin promo karya seseorang yang tidak jauh lebih keren dari karya otor yang banyak pintu Doraemon π€ lah kok punya pintu Doraemon π€ ya seperti karya sebelum nya yang loncat sana sini tapi masih belum di revisi π€¦π€¦ masih ingat kan karya otor yang satu ini Baby girl
Okey kali ini langsung ke inti saja ya, jangan lupa untuk mampir di karya di bawah ini , dan yang sudah mampir terima kasih banyak banyak yang nama nya tidak di sebutkan doa terbaik untuk kalian π₯°ππ
...Nama pena : Tutiani...
...Nama pena : Mentoell ...