
Masih di tempat yang sama dia tempat semua orang belanja bahan makanan dan yang lain , tiba-tiba dari arah lain seseorang memanggil mereka.
"Dinda " ucap seorang wanita.
Dinda yang merasa namanya di panggil seseorang langsung membalikan badan, dan di sana seorang wanita cantik yang berjalan menghampiri mereka.
"Dinda kan " ucap missya .
"Iya saya Dinda, missya bukan " ucap Dinda
"Syukur lah Kau masih mengingat ku " ucap missya.
"Tante " sapa Ara.
"Kita bertemu lagi nak " ucap missya.
"Tentu saja, bagaimana aku bisa melupakan mu " ucap Dinda.
"Kalian hanya berdua saja " ucap missya.
"Iya, yang lain lagi sibuk kebetulan bahan makanan juga menipis jadi sekali saja " ucap Dinda.
"Sepertinya kau sibuk sekali sekarang " ucap missya.
"Tidak, aku hanya diam di mansion tidak ada yang aku lakukan di sana selain menunggu suami dan putri ku datang " ucap Dinda.
"Ara " ucap seseorang.
Mereka langsung memutar badan, saat mendengar Ara di panggil.
"Kau di sini " ucap Steve .
"Seperti yang kau lihat " ucap Ara.
Missya dan Dinda memandang pria yang mendekati mereka, tapi tunggu apa ini kebetulan atau bagaimana.
"Ini tidak mungkin " missya membatin.
Ya sekarang dia mengingat pria ini, tapi bagaimana dia bisa mengenal Ara, dia harus mengatakan ini pada suamainya.
"Sepertinya aku sudah menyelesaikan belanjaan ku, aku duluan Din " ucap missya.
"Iya, hati-hati " ucap Dinda.
Tinggal mereka yang masih di sana, tapi saat dinda mendapat kode mata dari putrinya.
"Maaf ya jeng, saya duluan " ucap Dinda, langsung meninggalkan Ara dan Steve di sana .
Setelah kepergian Dinda dari sana, dia langsung menuju kasir ingin membayar daging yang dia pegang sedangan Ara masih di sana bersama Steve .
"Apa dia teman mu " ucap Steve.
"Bisa di bilang begitu, oh iya kau tinggal di dekat sini " ucap Ara basi-basi.
"Em,,,, itu iya aku tinggal tak jauh diri sini " ucap Steve terbata.
"Sepertinya kau ingin belanja, aku duluan kasian orang rumah pasti menunggu pesanan nya " ucap Ara.
"Oh iya silahkan , aku juga harus mencari barang yang ku inginkan " ucap Steve.
"Sampai jumpa " ucap Ara, langsung menuju kasir dan yang pasti Dinda sudah pergi dari sana.
Dan untuk saja dia memberikan kunci mobil pada bundanya.
"Ada tambahan yang lain nona " ucap wanita penjaga kasir.
"Sepertinya tidak " ucap ara, saat menunggu belanja Ara tiba-tiba ponselnya bergetar.
Bunda π
Putriku π
Bunda yakin tidak ada yang melihat bunda di sana
Bunda π
Sepertinya tidak.
Putriku π
Syukurlah, tunggu Ara di sana, Ara bayar belanjaan terlebih dahulu .
Bunda π
Hati-hati sayang
Putriku π
Siap komandan
Setelah selesai Ara langsung menyimpan kembali ponsel nya.
"Totalnya 2 juta nona " ucap penjaga kasir
"Ini " Ara menyerahkan kartu ATM miliknya.
"Ini kartunya nona, terima kasih sudah berkunjung di toko kami " ucap wanita penjaga kasir.
"sama-sama " ucap Ara langsung membawa barang belanjaan nya.
Tapi sebelum itu, Ara melihat sekitar nya dan memastikan tidak ada yang melihat nya Ara langsung masuk dalam mobil .
Setelah menyimpan barang belanjaan nya di kursi penumpang, Ara langsung meninggalkan area supermarket dan untung saja kaca mobil yang mereka bawa gelap jadi tidak terlihat jika mereka yang berada di dalam.
Sedangkan Steve yang mencari-cari keberadaan Ara di setiap karis tapi tidak menemukan keberadaan Ara.
"Dia capat sekali pergi nya " ucap Steve, padahal dia tinggal sebentar .
Dan sekarang lihat lah di kehilangan jejak target nya.
Sedangkan find yang berada di dalam mobil bnyak pertanyaan yang berputar di kepalanya nya.
"Bunda ingin mengatakan sesuatu " ucap Ara.
Tepat sekali, pertanyaan itu yang dia tunggu dari tadi .
"Sayang, pria tadi siapa kenapa wajahnya mirip " Dinda tidak menyelesaikan ucapannya.
"Maksud bunda, om Ardian " ucap Ara, dinda dengan reflek mengangguk .
"Iya benar, dia sepupu om Ardian " ucap Ara.
"Tapi bagaimana dia bisa mengenal mu sayang, bunda merasa dia tidak baik dan apa itu sebabnya kau memberi kode tadi " ucap Dinda.
"Yupz,,, tepat sekali Sekarang dia malah satu kampus dengan Ara " ucap Ara.
"Apa satu kampus " teriak Dinda.
"Bunda, kuping Ara " protes Ara saat Dinda berteriak dekat telinga nya.
"Sayang maafkan bunda, tapi kenapa di melakukan itu dan seperti dia juga seumur dengan bunda mana mungkin dia satu kelas dengan mu " ucap Dinda.
"Tentu saja mungkin bunda, karna dia mencari sesuatu " ucap Ara.
"Maksud nya "
Sebentar lagi kita akan menyambut bukan suci Marhaban, author ucapkan mohon maaf lahir batin , baik kata yang disengaja maupun tidak Sengahja ππ»