Little Queen

Little Queen
#47



Dan benar saja saat malam hari tiba, Ara sudah siap dengan pakaian santai nya sesuai janji yang dia ucapkan dia akan datang ke mansion sahabat nya, siapa lagi jika bukan Ica.


"Kau ingin pergi sayang " ucap Dinda saat melihat putri nya sudah rapi dengan pakaian santai nya.


"Iya bunda, Ara susah ada janji dengan teman " ucap Ara.


"Baiklah hati-hati dan jangan sampai larut malam " ucap Dinda.


"Siap bunda " patuh Ara


***


Sedangkan di mansion utama pertama, mereka sibuk menyiapkan jamuan Yang akan Meraka hidangkan pada tamu mereka.


"Apa dia sudah menuju kemari sayang " ucap Ardian.


"Sebentar Ica cek ponsel Ica sebentar " ucap Ica langsung membuka pesan masuk


Ara :


Aku sedang di perjalanan menuju mansion mu


Ica


Hati-hati di jalan


"Bagaimana " ucap Ardian.


"Dia sedang di perjalanan dad " ucap Ica.


Dan benar saja tak lama berselang, Ara sudah sampai di sebuah mansion yang lumayan megah .


"Permisi nona, maaf mencari siapa " ucap security yang bertugas.


"Saya sahabat Ica, apa Ica ada di dalam " ucap Ara


"Oh nona muda, ada ada silahkan masuk nona " ucap security.


"Terima kasih " ucap Ara.


Ara langsung masuk dikawasan mansion utama milik sahabat nya.


Sedangkan mereka menunggu kedatangan Ara, tapi sebelum itu ponsel Ardian bergetar.


"Tunggu sebentar " ucap ardian .


Ardian langsung menjawab panggilan panggilan dari seseorang, setelah selesai Ardian kembali mendekati putri dan istrinya nya.


"Siapa dad " ucap Misya.


"Telpon dari kantor, dad tinggal sebentar " ucap Ardian.


"Baiklah, nanti cepat kembali " ucap missya.


"Maaf sayang dad harus ke ruang kerja sebentar " ucap Ardian.


"Yah Daddy " ucap Ica lemah.


Dan tak lama setelah kepergian Ardian, bel pintu berbunyi, Ica dan missya saling pandang.


"Mungkin dia teman Ica " ucap Ica.


"Ayo kita buka sama-sama " ucap Misya.


Ceklek



"Ara " ucap Ica.


"Selamat malam " ucap Ara.


"Malam nak, kau Ara yang selalu di cerita kan Ica, cantik sekali kau nak " ucap Missy.


"ayo silahkan masuk nak " ucap missya.


"Ara ayo masuk, akhirnya kau sampai juga " ucap Ica sambil mengandeng tangan ara menuju ruang tamu.


"Silahkan duduk, mom tinggal sebentar " ucai missya.


" Silahkan Tante " ucap Ara.


"Bagaimana kau tidak nyasar kan cari mansion ku " ucap Ica.


"Tidak juga, mansion mu tidak terlalu sulit untuk di cari " ucap Ara.


"Benarkah " ucap Ara.


"Iya, setiap Ica pesan sesuatu pasti kurir nya ke mansion tetanga " ucap missya sambil menyimpan kue yang missya buat di atas meja.


Dan di ikuti dengan maid yang menyimpan air minum di atas meja.


"Terima kasih bik " ucap Ara.


"Sama sama nona " ucap maid.


Saat mereka asih berbicara, tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang yang mendekat.


"Apa tamu kita sudah sampai " ucap seseorang yang bari mendekati mereka.


Ara yang semulanya berbicara langsung diam saat melihat seseorang datang .


"Ardian " pria yang dulu menelantarkan diri nya dan bunda nya.


Jelas dia mengingat siapa orang-orang yang dulu menyakiti nya .


Sedangkan Ardian langsung menghentikan langkah kaki nya, saat melihat mata itu, mata yang dulu pernah menatap nya dengan tajam .


"Dad, kenalkan dia teman Ica, namanya Ara " ucap Ica.


"Malam om " ucap Ara.


Tapi Ardian tidak merespon ucapan putrinya, matanya sudah memanas sekarang menahan sakit saat kau di panggil om oleh putri mu sendiri.


"Dad ke ke toilet sebenar " ucap arson langsung pergi.


"Dad, apa Daddy sakit " ucap Ica.


"Sebentar kalian lanjutkan saja, Tante ke belakang sebentar " ucap missya


Sedangkan Ardian yang bukan nya ke toilet dia menuju taman Belakang, memukul dadanya sendiri yang sangat sakit.


"Dia putri ku " ucap Ardian.


"Kenapa sangat sakit saat dia memanggilku om, bukan Daddy atau ayah " ucap Ardian lagi.


Jelas dia mengenal Ara walau sudah dewasa, tapi dia masih mengenal wajah dan tatapan matanya yang dulu pernah di culik oleh arsel.


Sedangkan missya yang berada di ambang pintu, langsung menghentikan langkah nya Mendengar ucapan suaminya.


Deg


"Jadi dia Ara yang dulu di culik " ucap missya.


Tentu saja dia mengingat semua nya, di mana dia harus tertangkap saat ingin menyelamatkan Ara .


"Mas " ucap missya mendekati Ardian.


Ardian yang tadi nya meneteskan air mata langsung menghapus sisa air mata yang ada di pipinya.


"Are you okey " ucap missya.


"Kenapa mom kemari " ucap Ardian.


Missya memandang wajah suamainya yang sembab habis menangis, karna mantan mertua nya hidup suaminya selalu di hantui rasa bersalah.


"Apa dad baik-baik saja " ucap missya lagi.


"Aku baik-baik saja " ucap Ardian.


"Dia Ara yang di culik itu " ucap missya.


Ardian mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan dari istrinya.


Missya menghembuskan nafas kasar, sebelum mengatakan sesuatu pada suaminya.


"Minta maaf lah pada nya, sebelum dia pergi " ucap missya.


"Tapi, bagaimana jika dia tidak memaafkan ku " ucap Ardian ragu.


"Mas ingat sifat yang di miliki oleh Dinda, wanita yang lemah lembut , selalu memaafkan kesalahan orang lain " ucap missya.


"Tapi " ucap Ardian langsung di potong oleh seseorang.


"Mas harus menyelesaikan semuanya, jika tidak hidup mas akan selalu di hantui rasa bersalah selamanya " ucap missya.


Karena selama ini, Ardian selalu mimpi buruk dan dia selalu mengucapakan kata maaf, hati istri mana yang tak terluka jika melihat suaminya menderita seperti itu.


Next part selanjutnya KK dan mohon pengertian nya karna kondisi sinyak yang kurang baik menyebabkan susah buka apk πŸ™πŸ»