
Setelah selesai makan malam, baik keluarga Pratama maupun dari keluarga Sena mereka memutuskan untuk pulang menginap di apartemen miliknya cucu nya.
Dan sekarang tinggal lah keluarga besar BENATA saja yang berada di mansion Jeni.
"Akak kirim pesan pada siapa " ucap Vanya kepo.
Ara yang kebetulan sudah mengirim pesan pada seseorang langsung menyembunyikan ponselnya.
"Bunda, kak Ara sudah punya kekasih " teriak Vanya.
"Oh my God " kaget mereka semua.
"Vanya kenapa kau senang sekali membuat kami kaget " kesal Demian.
Sedangkan Marvel yang sudah terbiasa dengan sepupu perempuan nya yang sering teriak-teriak tidak jelas hanya menggeleng kepala .
"Sayang apa yang kau katakan " ucap Dinda.
"Iya sayang, jangan bisakah berteriak seperti itu " ucap indah.
"Hehehe,,, sorry bunda, grandma " ucap Vanya cengengesan.
"Ara memang nya benar kau sudah punya kekasih " ucap Dominic.
"Tidak, Ara hanya kirim pesan pada seseorang saja " ucap Ara.
"Syukur jika tidak punya kekasih " ucap indah.
"Grandma jangan macam-macam " ucap Ara.
"Tidak kok " ucap indah.
"Bagus jika tidak" ucap Ara.
"Ini sudah larut ayo kita istirahat " ucap indah.
"Iya, aku juga sudah ngantuk " ucap Demian.
"Semua nya selamat istirahat " ucap Demian.
"Mimpi indah sayang " ucap Dinda.
"Siap bunda " ucap Demian.
"Sayang ayo kita istirahat " ucap Dinda.
"Bunda, dan dad duluan saja Ara masih ingin di sini " ucap Ara
"Jangan lama lama sayang, kau harus perlu istirahat " ucap Dominic.
"Siap dad, selamat istirahat dad , bunda " ucap Ara dan Vanya bersamaan.
Saat semua nya orang sudah pergi dari ruang keluarga menuju kamar masing-masing, Vanya malah tinggal di sana.
"Vanya kenapa kau tidak istirahat " ucap Ara.
"Kakak kenapa tidak istirahat juga " tanya Vanya balik.
"Vanya juga tidak ngantuk " ucap Vanya.
"Kakak tau apa yang kau inginkan, sudah sana ambil jaket mu " ucap Ara.
"Siap Kak " ucap Ara langsung berlari mengambil jaket nya sesuai apa yang di perintahkan Ara.
"Dia tidak jauh berbeda dengan ku saat masih kecil " ucap Ara sambil memandang Vanya yang berlari.
"Kakak ayo kita basmi sampah pembangunan " ucap Vanya yang sudah menggunakan jaket hitam nya.
"Ayo " ucap Ara.
Kali ini tida ada motor yang biasa dia gunakan, karna dia masih terluka jadi dia memiliki menggunakan mobil biar adiknya aman .
"Jangan banyak tingkah di sana, jika kau bertingkah kakak tidak akan pernah membawa mu lagi ke sana " peringat Ara sambil menyetir mobil nya.
"Siap,,, tapi boleh main-main kan " ucap Vanya.
"Terserah, tapi ini yang terakhir " ucap Ara.
"Hehe,,, tidak tidak Vanya akan nurut apa yang akak katakan " ucap Vanya takut.
"Kakak pegang ucapan mu " ucap Ara, langsung melanjutkan mobilnya.
Sedangkan di markas khususnya di ruang penyiksaan, dua orang pria dan satu orang wanita sudah dalam keadaan yang mengganas kan.
"Lepaskan putra ku " teriak arson.
Bughhhh
"Arson " ucap Marni.
"Sudah aku peringatkan jangan pernah teriak di depan kami " ucap anak buah Ara.
"Dimana wanita itu " kesal arson.
"Queen " ucap anggota Ara.
"Terserah, lihat saja aku akan membunuh nya " ucap arson.
"Kau yakin bisa, aku ingin lihat bagaimana kau bisa melukai Queen dengan keadaan mu seperti ini " ucap anggota Ara
"Sudah lah, kau lebih baik kau berdoa sebelum kau melihat putra mu akan di sakiti " ucap anggota ara.
"Jangan pernah sentuh putra ku " ucap arson.
"Aku tidak bisa pastikan itu, karna putra mu yang memulai dan sudah berani melukai Queen kami " ucap anggota Ara.
"Bagus, biar dia mati sekalian " ucap Marni.
"Dan sayang nya aku tidak mati nenek Peyot "
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon dukungan dan support nya, yang sudah mampir Terima kasih banyak semoga kita semua sehat dan di mudahkan segala sesuatu yang ingin di capai , aamiin ππ