
Masih di posisi yang sama dk sebuah perusahaan WO ternama.
"Maaf saya terlambat " ucap seseorang.
"Sasa sayang akhir nya kau sampai " ucap Dinda.
"Maaf, tadi ada pasien " ucap Sasa.
"Tidak apa sayang, kami juga masih menunggu mu " ucap Dinda.
"Sasa coba lihat yang ini " ucap Arga.
"Emmm,,, tidak buruk " ucap Sasa.
"Bagaimana menurut bunda " ucap Sasa.
"Bunda lebih suka uang simpel sayang, tapi itu menurut bunda " ucap Dinda.
"Yang mewah sayang " ucap Dominic.
"Menikah tidak perlu mewah dad, yang penting sah dan tidak memberatkan pihak laki-laki, dan tidak merendahkan harga diri wanita " ucap Sasa bijak.
"Sasa benar mas " ucap Dinda.
"Tapi ada benar nya juga apa yang dad katakan, dan aku juga tidak keberatan " ucap Arga.
"Tapi, uang nya bisa di tabung untuk masa depan kita nanti " ucap sasa.
"Insyaallah, tabungan ku masih cukup dan insaallah walau tidak bisa memberikan kemewahan tapi cukup " ucap Arga.
"Baiklah jika kau tidak keberatan , biar yang ini saja " ucap Sasa jatuh pada dekorasi yang simple tapi wow amazing.
"Baiklah yang ini " ucap Arga.
Setelah selesai menentukan dekorasi yang mereka inginkan, akhirnya mereka pamit pulang.
****
Sedangkan dua orang wanita paruh baya yang juga menyelesaikan semua nya langsung menuju cafe depan.
"Indah, kau yakin kita melakukan ini semua akan baik-baik saja " ucap Sena .
"Tenang saja, sudah aku lapar " ucap indah.
"Waiter " panggil indah.
Dan mereka memutuskan untuk memesan makanan karna perut mereka sudah sangat lapar sekarang.
****
Sedangkan di kampus elit yang hanya orang orang teratas yang bisa masuk ke sana , karena uang yang mereka keluarkan tidak main-main bahkan bisa mencapai ratusan juga persemester .
Seorang wanita yang sedang duduk di taman, dengan buku di tangan nya tiba-tiba seseorang datang.
"Hi ,,, boleh saya duduk di sini " ucap seorang pria.
Ara yang tadinya fokus dengan buku di tangan nya langsung, memandang asal suara
Bahkan dia tidak mengizinkan Devan duduk di samping nya, hanya pertanyaan yang dia berikan.
"Emmm,,,," Devan harus menormalkan kembali suara nya.
"Tuhan bagaimana caranya biar wanita ini sedikit tidak cuek pada nya " Devan membatin.
"Itu..... "belum selesai Devan bicara sudah di potong oleh seseorang yang datang dari arah belakang.
"Ara ,,,, bantu aku ini berat " teriak Ica yang membawa minuman dan juga Snack .
"Astaga, kenapa kau beli makanan sebanyak ini " ucap Ara sambil membatu Ica yang ke Susuhunan.
"Eh,,, ada pak Devan " ucap Ica batu sadar.
"Bapak mau Snack ini " ucap Ica menawarkan .
"Tidak, terima kasih " tolak Devan secara halus.
"Ara ini minuman mu " ucap Ica.
"Terima kasih " ucap Ara sambil menerima minuman yang di berikan oleh Ica.
"Bapak masih di sini " ucap Ica.
Ara yang sedang minum air yang di beli Ica, sudah ingin menyemburkan apa yang ada di dalam mulut nya saat mendengar pertanyaan Ica yang seakan ingin mengusir dosen mereka.
"Ha,,,,, " ucap Devan bingung.
"Mungkin bapak masih ada yang ingin di katakan pada Ara " ucap Ica.
"Baiklah, bapak akan pergi " ucap Devan, langsung membalikan badannya.
"Jika bapak ingin mengatakan nya, tolong izin pada bunda " ucap Ara yang bisa menghentikan langkah kaki Devan .
Bahkan langsung membalikan badan menghadap Ara dan tersenyum sebelum mengatakan sesuatu.
"Kau yakin " ucap Devan.
"Emmmm " ucap Ara.
"Baiklah " ucap Devan tersenyum bahagia.
Setelah kepergian Devan dari sana, Ica yang bingung langsung menatap Ara bingung.
"Ara apa maksud kalian " ucap Ica bingung.
"Sudahlah, habiskan semua ini nanti mubazir " ucap Ara .
"Ah,,, kau tidak asik " kesal Ica.
Ara hanya mengangkat bahu acuh, toh itu juga tidak penting juga untuk di bicarakan.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon dukungan dan support nya 🥰