Little Queen

Little Queen
#52



Masih posisi yang sama di balkon kamar milik wanita cantik yang menerima telpon dari seseorang.


"Katakan " ucap Ara .


"Ara, aku sudah tau semau nya jika kau adalah putri Daddy ku, tapi sebelum itu aku harap kau tidak membenci ku dan memutuskan untuk tidak ingin berteman dengan ku lagi " Ica menjeda ucapan.


"Sungguh aku tidak ingin itu terjadi, karena yang kau tahu hanya kau sahabat ku " ucap Ica sedih .


"Kau sudah mengetahui semua nya " ucap Ara.


"Dan tak hanya itu, aku juga bukan putri kandung dari Daddy mu " ucap Ica lagi, runtuh sudah air mata nya yang dia tahan .


"Ica, are you okey " ucap ara, karna dia mendengar suara Ica sudah mulai berubah.


"Okey " ucap Ica saat sudah sedikit tenang.


"Ara kau ingin membatu ku " ucap Ica di sebrang sana.


"Apa itu, jika aku bisa membatu mu akan aku lakukan " ucap Ara.


"Ara, apa boleh kami berkunjung ke mansion mu " ucap Ica.


Ara langsung diam, dia masih memikirkan jawaban apa yang tepat dan tidak menyakiti dari dua belah pihak.


"Ara kau maaih di sana " ucap Ica lagi.


"Tentu saja, tapi " Ara menjeda ucapan nya.


"Ica maafkan aku " belum selesai Ara bicara sudah di potong oleh seseorang di sebrang sana.


"Ara aku mohon, aku mengerti ini pasti berat untuk mu tapi Daddy sudah cukup Menderita saat ini " ucap Ica.


"Beri aku waktu untuk mempertimbangkan segala nya, secepat mungkin aku akan mengabari mu " ucap Ara.


"Terima kasih Ara " ucap Ica.


"Sayang "


"Ica, bunda ku memanggil ku aku tutup telpon nya, by " ucap Ara langsung mengakhiri panggilan nya.


"Iya bunda, masuk saja pintu nya tidak di kunci " teriak Ara dari dalam.


Ceklek .


"Bunda cari dari tadi ternyata di sini " ucap Dinda.


"Bunda perlu sesuatu " ucap Ara.


"Itu tadi Sasa beri tahu bunda, jika sahabat nya akan datang malam ini dan saat bunda lihat bahan makanan sudah menipis, apa kau mau menemani bunda belanja di supermarket " ucap Dinda.


"Tunggu sebentar, bunda ambil tas bunda " ucap Dinda.


"Baiklah Ara tunggu di bawah " ucap Ara.



"Sayang kau yakin hanya menggunakan pakaian itu " ucap Dinda, saat sudah berada di lantai bawah.


"Memangnya kenapa bunda, baju Ara jelek ya atau Ara yang jelek " ucap Ara.


"Siapa bilang putri bunda jelek, tidak tidak j baiklah jika kau nyaman menggunakan pakaian itu, ayo kita pergi nanti keburu sore " ucap Dinda.


"Ayo " ucap Ara.


Kali ini mereka menggunakan mobil, karna tidak mungkin Ara menggunakan motor nya.


Selama di perjalanan Dinda diam, memperhatikan kendaraan lain.


"Bunda okey " ucap Ara.


"Tentu saja okey, memangnya kenapa sayang " ucap Dinda.


"Tidak, Ara perhatikan bunda sering melamun, apa ini karena percakapan kita tadi " ucap Ara.


Dinda menghembuskan nafas kasar, putrinya memang tidak bisa di bohongi.


"Ya, sedikit " ucap Dinda singkat.


"Bunda, jangan terlalu di pikiran, Ara mengerti apa yang bunda rasakan pasti berat, uang perlu bunda ingat kami akan selalu bersama bunda, kakak Sasa, triple D , Daddy dan yang lainnya " ucap Ara.


"Terima kasih nak " ucap Dinda.


Ya dia tidak sendiri, dia masih memiliki keluarga nya yang akan mendukung apapun keputusan .


Saat mereka sudah sampai di supermarket, dinda dan Ara langsung keluar dari dalam mobilnya.


"Biar Ara saja yang dorong troli belanjaannya, bunda yang memiliki bahan nya " ucap Ara.


"Terima kasih sayang " ucap Dinda.


Saat merek sibuk memilih bahan makanan yang akan mereka beli, tiba-tiba dari arah lain memanggil nama nya.


"Dinda "


Next part selanjutnya KK dan mohon pengertian nya berhubungan sinyal kurang mendukung menyebabkan susah untuk setor bab πŸ™πŸ»