
Kondisi di ruang BK semangkin menegangkan saat kebenaran demi kebenaran terungkap.
Siswa yang bertingkah bar-bar dan selalu menerima hadiah pemberian wanita untuk si tampan Demian dan Domani ternyata keturunan dari keluarga konglomerat.
Prakkkk
Ara langsung melempar ponsel nya, tepat di atas meja, tenang ponselnya tidak akan rusak hanya dengan di lempar di atas meja.
"Lihat lah, siapa pelaku sebenarnya " ucap Ara.
Dan benar saja, semua yang ada di sana langsung menyaksikan Vidio berdurasi 2 menit di ponsel Ara.
Tentu saja Vidio di sana memperlihatkan siapa asli pelaku nya, dan betapa terkejutnya mereka siapa yang melakukan itu.
"Bagaimana, apa adik saya pelakunya " ucap Ara.
"Tidak, mom dad itu " Lidah Evi seakan kelu mengucap kata nya.
"Evi apa-apa ini " ucap dad Evi.
"Dad Evi bisa jelaskan " ucap Evi takut.
"Ini pasti Rekaya " ucap mom Evi.
"Nyonya, mungkin anda bukan orang bodoh yang bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah, jika nyonya tidak percaya nyonya bisa cek di ruang CCTV sekolah ini, aku yakin Vidio nya sama " ucap Ara.
Ah tentu saja Ara sudah meretas cctv sekolah, jika kalian bertanya kapan tentu di saat kepala sekolah menjelaskan siapa mereka.
"Dan sesuai dengan ucapan anda tadi nyonya, jika kasus ini akan di bawa ke jalur hukum, satu kalian sudah mencemarkan nama baik adik saya, kedua anda sudah melukai adik saya " ucap Ara.
"Tidak Evi tidak ingin di penjara " ucap Evi.
"Nak putri saya belum cukup umur, mana mungkin di penjara bagaimana masa depan nya " ucap dad Evi.
"Sebelum melakukan ini, apa dia pernah berpikir tentang masa depan nya tida bukan, kalian yang memulai pak polisi bagaimana kasus ini bisa di bawa ke pengadilan " ucap Ara.
"Tentu saja , sekarang sudah jelas siapa yang salah dan melakukan kekerasan" ucap pak polisi.
"Nak jika kau berani membawa ini ke jalur hukum, aku akan menghancurkan mu " ucap dad Evi.
"Sebelum itu, coba tuan buka email dari seseorang , mungkin tuan akan menarik kembali ucapan sombong anda " ucap Ara.
Benar saja dad Evi langsung merogoh saku jas yang dia pakai , dan langsung cek email dari seseorang.
"Tidak, ini tidak mungkin " ucap dad Evi.
"Dad, ada apa " ucap mom Evi.
"Siapa kau sebenarnya " ucap dad Evi.
Tentu saja dia bertanya demikian, karna dia mendapat email dari sebuah perusahaan yang membatalkan kerja sama pada perusahaan nya .
"Tuan, itu tidak penting siapa saya sebenarnya, tapi yang perlu taun dan nyonya ingat, di atas langit masih ada langit jadi jangan pernah sombong dengan harta yang tuan punya, ingat semua itu hanya titipan dan dengan mudah tuhan membalikan keadaan seperti sekarang " ucap Ara bijak.
Dad Evi langsung mengotak Atik ponsel nya , dan menghubungi seseorang.
"Hello, tuan apa saya melakukan kesalahan " ucap dad Evi pada orang di sebrang sana.
"Maaf tuan, saya hanya melakukan perintah " ucap orang di sebrang sana.
"Tuan, bukan nya kita sudah sepakat sebelum nya " ucap dad Evi, tapi mata nya tak pernah lepas memandang Ara, sedangkan Ica jangan di tanya mungkin mata nya sudah berputar-putar .
Tuttttt
Sambungan telepon terputus secara sepihak .
"Tuan , tuan " ucap dad Evi.
"Nona muda " ucap kepala sekolah.
"Bagaimana bisa sekolah ini mempunyai guru seperti nya, bukan nya sebagai seorang guru memberi contoh yang terbaik untuk murid nya " ucap Ara.
"Di saat adik saya di aniaya oleh nya anda diam saja, apa itu tugas seorang guru " ucap Ara.
"maaf " ucap Jasmine.
"Maaf anda sudah terlambat, pak saya tahu anda bijak " ucap Ara.
"Bu Jasmine maaf, mulai hari ini Bu Jasmine boleh pergi dari sini jangan pernah datang ke sekolah ini lagi " ucap pak kepala sekolah.
"Maksud bapak, oak saya mohon maafkan saya " ucap Bu Jasmine.
"Maaf Bu, kali ini Bu Jasmine sudah melewati batas " ucap kepala sekolah.
"Pak, saya mohon pak bagaimana saya memberi makan untuk keluarga saya " ucap Bu Jasmine
"Itu urusan, anda " ucap pak kepala sekolah.
"Sayang ayo kita pergi " ucap Ara.
"Kakak sakit " rengek Vanya.
"Tahan sedikit, nanti kakak obati " ucap Ara.
"Nona , saya mohon" ucap Bu Jasmine bersujud di kaki Ara .
"Maaf ibu anda tidak boleh seperti ini, bangun lah , tapi maaf itu keputusan kepala sekolah belajar dari kesalahan biar dia anggota keluarga kita tapi sebagai seorang guru yang bijak cari tahu kebenaran nya baru di selesaikan masalah nya " ucap Ara .
"Pak polisi, sesuai dengan keinginan nya kami akan membawa ini ke jalur hukum " ucap Ara .
"Baik nona kami tunggu laporan nya " ucap pak polisi.
"Tidak, aku tidak ingin di penjara " ucap Evi.
"Siapa sebenarnya kau " ucap dad Evi, dia sangat penasaran tak hanya kepala sekolah yang seakan menghargai nya , polisi dan bahkan pemilik perusahaan besar juga membatalkan kerja sama mereka.
"Perkenalkan nama saya,MUTIARA AYU AZALIA PUTRI BENATA " ucap Ara dengan lantang.
Untuk pertama kalinya, Ara mengucapkan nama lengkap nya di depan orang luar.
Deg ...
Saat mendengar nama lengkap Ara, dad Evi langsung memegang jantungnya .
Pantas saja semua orang tunduk pada nya, siapa yang tidak mengenal BENATA keluarga harmonis yang membuat orang lain iri dengan nya, dan tak hanya itu keluarga nya juga menjadi panutan bagi semua orang.
"Dad "
Next part selanjutnya jangan lupa siapkan ambulance ya guys 🤪