Little Queen

Little Queen
#151



Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, akhirnya mereka sampai di mansion utama milik keluarga BENATA.


"Selamat datang Queen " sambut semua anggota Ara.


Ara yang baru saja keluar dari dalam mobil hanya menggeleng kepala, bukan dia tidak menyukai sambutan dari anggota nya tapi dia sudah berpesan jangan menyambut nya berlebihan tapi lihat lah .


"Mereka berniat akan menyambut mu di bandara, tapi grandma melarang itu karna grandma tahu kau tidak suka menjadi pusat perhatian apa lagi ini akan membuat mu di ketahui " ucap indah.


"Terima kasih grandma " ucap Ara.


Sebisa mungkin dia akan menyembunyikan identitas diri nya.


"Lain kali jangan lakukan ini " ucap Ara berpesan pada anak buah nya.


"Maaf Queen " ucap anggota nya.


"Selagi di kawasan mansion seperti nya aman, tapi tidak untuk di luar identitas kita pasti di ketahui dan itu akan membahayakan " ucap Ara.


Benar, jika bukan musuh nya musuh Devan yang datang itu sebabnya dia akan menjaga ketat identitas mereka, untuk menghindari kekacauan.


"Ayo semua kita masuk " ucap alaric.


Semua orang langsung masuk, dan untuk menyambut kedatangan pengantin baru semua makanan sudah di persiapkan untuk keluarga , anggota mafia, dan para maid.


Hari ini mereka akan makan makan merayakan hari kebahagiaan Ara dan Devan, dan setelah selesai menikmati hidangan mereka langsung menuju ruang keluarga.


"Bagaimana honeymoon kalian lancar " ucap indah.


"Lancar " ucap Ara.


"Kakak, kata orang jika habis honeymoon perut nya akan buncit tapi kenapa perut Kaka datar " ucap Vanya polos.


Semua orang langsung bengong, bagaimana bisa putri bungsu BENATA bertanya begitu.


"Kakak kan hanya seminggu di sana, jadi mana bisa buncit masakan nya juga tidak enak lebih enak masakan bunda, jadi kakak makan cuma dikit " ucap Ara .


"Emmm,,, gitu ya Kak, kalau gitu nanti Vanya mau bekal masakan bunda saja kan lumayan hemat " ucap Vanya .


"Good, biar jatah uang jajan nya untuk kakak saja " ucap Ara .


"Mana boleh, kakak kan sudah punya oom tua minta saja sama oom tua " ucap Vanya.


"Vanya " tegur Dinda.


"Ups,,, sorry kakak ipar Vanya hilaf " ucap Vanya tanpa dosa.


"Maaf ya nak Devan " ucap Dominic


"Tidak apa dad " ucap Devan.


"Ada di koper hitam " ucap Ara.


Mendengar di dalam koper hitam, Vanya langsung berbinar tahu saja kakak nya jika dia sedang mencari sesuatu.


"Kakak buka koper nya " ucap Vanya.


Ara langsung bangun dari duduk nya untuk membuka koper hitam yang Sengahja memang tidak di bawa masuk ke dalam kamar nya.


"Satu dua tiga " ucap Vanya sebelum membuka koper nya.


"Horeeee,,, bukunya banyak " ucap Vanya bahagia.


"Vanya bagi untuk ku juga " ucap Domani.


"Aku juga " ucap Demian.


Jika orang lain akan meminta hadiah berupa barang maka tidak untuk keluarga BENATA, mereka akan membeli buku buku sebagai oleh oleh.


"Tidak, ini untuk Vanya , Vanya, Vanya semua untuk Vanya " ucap Vanya


"Ya sudah kami ambil kakak saja " ucap Demian dan Domani bersamaan.


"Mana boleh, sekarang kan istri kak Devan " ucap Vanya.


"Benar itu " ucap Devan.


Mana boleh istrinya di ambil, bisa-bisa kepalanya pusing tujuh keliling.


"Sama-sama sayang kan itu banyak " ucap Dinda.


"Hehehe, Vanya becanda bunda, ayo kita susun di perpustakaan " ucap Vanya.


Tentu saja mansion BENATA memiliki perpustakaan sendiri untuk memudahkan keluarga BENATA untuk mencari materi atau pun hanya menghilangkan bosan.


"Ayo " ucap Demian.


"Tolong bawakan , Vanya kan cewek mana mampu " ucap Vanya lagi.


"Giliran bawa koper saja tidak mampu, bunuh orang mampu " ucap Domani pelan


"Ih,, Kaka jujur sekali kan Vanya jadi malu " ucap Vanya lagi.


Mereka yang mendengar itu hanya menggeleng kepala.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya