Little Queen

Little Queen
#119



Dan setelah setelah sampai pada tujuan nya, Ara langsung mematikan mesin mobil nya.


"Horeee ,,, kita datang ke sini lagi " teriak Vanya bahagia.


"Ayo kita turun " ucap Ara.


"Okey " ucap Vanya langsung keluar dari dalam mobil .


"Selamat datang kembali Queen " sambut mereka.


Ya, pagi hari ini Ara datang ke markas nya yang sudah lama tidak dia kunjungi .


Dia juga rindu dengan nenek lampir, apa sudah mati ,, eh seperti nya dia tida bisa pastikan itu .


"Bagaimana , semua aman " ucap Ara pada pria yang mengikuti nya.


"Semua nya aman, tapi sepertinya nya ada yang ingin bermain-main dengan kita " ucap pria di samping Ara.


"Kita bicarakan ini di ruangan " ucap Ara


"Baik Queen " ucap nya patuh.


Vanya yang mendengar ada masalah, masalah perasaan kakak nya tidak mengganggu orang lain tapi ...


Ara langsung menuju ruang penyiksaan, ruangan yang sudah sangat lama tidak dia kunjungi.


Bughhhh ....


Ara langsung menendang pintu yang terbuat dari Belian tersebut sebelum pintu di buka oleh pria yang menjaga nya.


"Queen " ucap penjaga.


"Bagaimana keadaan nya " ucap Ara sambil memandang wanita paruh baya yang keadaan nya sudah sangat memperhatikan.


"Maaf Queen kemari berpikir ingin kabur jadi kami memberinya sedikit perhitungan " ucap penjaga.


"It's okey, jika dia mengulangi lagi beri dia pelajari yang lebih dari ini " ucap Ara.


"Hi, nenek Peyot apa kau sudah di neraka , upzz,,, maksud ku apa kau sudah mati " ucap Vanya saat melihat Marni yang tak berdaya.


"Yah,, masa gitu saja nenek Peyot lemah sih, kan kemarin berani ingin kabur " ucap Vanya lagi.


"Aku tidak akan membiarkan mu mati dengan mudah, aku belum memberikan pertunjukan pada mu " bisik Ara.


Dengan susah payah Marni membuka mata nya sangat bengkak Karna mendapat siksaan dan menatap Ara dengan dendam.


"Kau memang cucu tidak berguna " ucap Marni pekan.


"Upzz,,, apa kalian mendengar apa yang di katakan, cucu hello " ucap Ara langsung menarik rambut Marni dan menatap nya dengan tajam.


"Aku tidak pernah memiliki nenek sejahat diri mu, dimana saja saat bunda ku habis melahirkan ku dan membesarkan ku, dan ya aku harus mengingatkan satu hal pada mu kau yang tidak mengakui ku cucu karna aku perempuan bukan ,dan sekarang kau bilang cucu tidak anak pembawa sial apa kau lupa dengan kesombongan mu " teriak Ara .


"Ya, kau memang anak pembawa sial " ucap Marni.


PLAKKKK


"Aku sudah cukup sabar dengan mulut mu, rasanya aku ingin membunuh mu tapi sekarang aku berubah pikiran kau tidak pantas mati sebelum kau merasakan sakit " ucap Vanya.


Ya, Vanya yang menampar wajah Marni karna tidak teriak jika Kaka kesayangan di panggil nak pembawa sial.


Menurut nya tidak ada anak pembawa sial, karna semua anak suci saat di lahir kan dan dia juga tidak pernah meminta untuk di lahirkan di dunia.


"Dasar kurang ajar " marah Marni tak terima jika wajah nya di tampar .


"Kenapa , ingin marah " ucap Vanya.


"Silahkan " ucap Vanya lagi dan mengelilingi senjata yang sudah di siapkan dan seperti nya dia tertarik pada benda kecil uang sangat cantik.


"Jarum suntik "


Untuk apa benda tersebut , apa yang akan di lakukan adik nya.


"Mungkin jika pisau, pistol itu hak biasa lalu bagaimana dengan beda ini " ucap Vanya tersenyum iblis.


"Apa yang ingin kau lakukan " ucap Marni.


"Hanya main suntik, suntik saja aku sudah lama tidak main suntik suntik " ucap Vanya.


"Pegang dia " perintah Vanya.


Kira-kira apa yang akan di lakukan oleh putri bungsu BENATA dengan benda tersebut , kita saksikan part selanjutnya terima kasih yang sudah setia menunggu cerita author , love you banyak banyak pokok nya ?