
Saat malam hari tiba, di mansion BENATA maupun di mansion Pratama mereka sangat sibuk.
Terutama missya yang sangat bahagia saat di beri kabar oleh putri nya jika putri putri benata akan datang berkunjung di mansion mereka.
"Ica sayang tolong bantu mommy sini nak " ucap missya yang berada di dapur.
"Sebentar mom " ucap Ica lemah.
Astaga ada apa dengan putrinya, jangan yang sempoyongan seperti orang mabuk saja.
"Ica, are you okey " ucap missya.
"Kepala Ica pusing mom " ucap Ica.
"Memang nya kenapa, biasanya jika begini kau naik atas motor " ucap missya.
Ya, Ica memang aneh karna tidak pernah naik motor jadi saat naik motor dia akan mabuk yang berterusan.
"Jangan bilang kau naik motor sayang " tebak missya.
"Hehehe, itu,,, iya mom habis Ica mau di tinggal Ara " ucap Ica cengengesan .
"Astaga, sudah tau payah naik motor masih juga maksa " ucap missya menggelang.
Kadang orang akan mabuk jika naik mobil, tapi putrinya beda naik motor dia akan mabuk apa lagi di bawa kecepatan tinggi, ya gini mabuk yang berterusan.
"Sudah, Ica duduk saja kebetulan mom buat air jeruk,, mau " ucap missya.
"Mau " ucap Ica.
"Sini biar mom ambilkan " ucap missya.
"Makasih mommy " ucap Ica .
"Sama-sama sayang, sudah minum air nya " ucap missya.
****
Sedangkan di mansion BENATA, semua anggota keluarga BENATA sudah siap akan berkunjung ke mansion Pratama
"Sayang Kalian tidak ikut " ucap Dinda saat melihat dua orang putra nya.
"Sepertinya tidak deh Bun, kan kami tidak ada hubungannya nya dengan mereka " ucap Demian.
"Tapi tidak salah jika berkunjung ke mansion mereka " ucap Dominic.
"Iya sih dad, tapi lain kali saja kami ingin sama grandma dan grandpa saja " ucap Demian.
"Baiklah, jaga grandma dan Grandpa " ucap Dominic.
"Siap dad " ucap Domani.
"Bunda, Daddy Vanya sudah siap " teriak Vanya.
"Auuu " pekik nya, dia melupakan bibir nya yang sobek.
"Sayang bibir mu " ucap Dinda.
"Hehehe, tenang bun Vanya anak kuat ,jadi hanya kaget saja " ucap Vanya
"Kalian sudah siap sayang " ucap Dinda , saat melihat Ara dan Sasa .
Sasa yang sudah siap menggunakan pakaian dress selutut, berbeda dengan Ara yang hanya menggunakan kaus oblong bewarna hitam .
"Ara sayang, yakin ingin menggunakan pakaian itu " ucap Dinda
"Yakin bunda, tidak sopan ya Bun " ucap Ara .
"Sopan kok sayang " ucap Dominic.
"Kakak harus gunakan anting ini dan jangan lupa lipstik sekalian " ucap Vanya langsung memasangkan anting dan lipstik merah di bibir Ara.
"Vanya, astaga kakak sudah seperti ingin pergi ke pasar saja " protes Ara
"Jangan di hapus nanti Vanya nangis ini " ancam Vanya
"Bunda " rengek Ara.
"Cantik kok sayang " ucap Dominic.
"Kakak " ucap Ara.
Sasa yang tadinya tersenyum langsung dengan cepat merubah mimik wajah nya.
"Cantik kok sayang , hanya saja di mana Vanya dapat anting itu " ucap Sasa.
"Vanya dapat punya grandma " ucap Vanya tertawa kecil.
"Bunda, huaaaaa " tangis Vanya.
"Ara sayang sudah lah turuti saja apa Yanga dik mu inginkan, toh cuma satu kali " ucap Dinda.
Ara yang tadinya ingin menghapus lipstik merah di bibir nya langsung terhenti saat adik bar-bar nya menangis.
"Baik lah " pasrah Ara.
"Maaf tuan, nyonya di depan ada nak Arga " ucap maid .
"Terima kasih bik, kami akan ke sana " ucap Dinda.
"Oh,,, nak Arga sudah sampai ayo kita berangkat " ucap Dominic.
Setelah terjadi nya drama sebelum berangkat, akhirnya mereka akan berangkat menuju mansion utama Pratama.
Di mana Sasa yang bersama Arga satu mobil, dan Ara , Vanya dan kedua orang tua nya satu mobil tentu yang menyetir Ara dan Vanya yang duduk di samping nya dengan Arga yang akan mengikuti mereka dari belakang .
Jika boleh jujur hati Dinda berdebar saat ingin berkunjung di mansion yang pernah dia tinggali , dia sudah memaafkan tapi ingatan demi ingatan saat dia tinggal di sana akan bermunculan di kepala nya.
Ara yang melihat Dinda di kaca spion tersenyum, dia mengerti bunda nya akan mengingat semua nya.
Dinda yang melihat senyum dari putrinya, seakan mendapat keajaiban kegundahan hatinya langsung hilang.
"Terima kasih Tuhan, putri nya memang kuat biasa tidak perlu bicara dengan senyum saja dia bisa membuat nya tenang " Dinda membatin.
Next part selanjutnya KK dan kita lanjut besok ya semoga double kali ini masih di tunggu π₯°π