Little Queen

Little Queen
#49



Saat pagi hari tiba, semua orang akan memulai aktivitas mereka masing-masing .


Dan kebetulan hari ini seluruh mahasiswa di liburkan setelah menyelesaikan ujian akhir semester.


Dan di sinilah lah, Ara di taman belakang tempat ternyaman menurut nya.


"Jauh termenung " ucap seseorang.


Ara langsung membalikan badan nya, saat mendengar suara seseorang.


"Grandma " ucap Ara


Iya, indah yang datang menghampiri Ara yang sedang duduk seorang diri .


"Apa yang kau pikirkan sayang " ucap indah.


"Tidak ada grandma, hanya melihat bunga-bunga saja " ucap Ara berbohong.


"Baiklah, jika cucu grandma tidak ingin berbagi dengan grandma tidak apa-apa " ucap indah.


Jelas dia tau, ada sesuatu yang cucunya pikirkan tapi dia tidak tau apa itu.


"Bunda, cari-cari ternyata di sini " ucap Dinda yang membawa nampan berisi kue dan air.


"Bunda bawa apa " ucap Ara


"Kue kesukaan mu " ucap Dinda.


"Ayo di makan sayang, mom " ucap Dinda


"Mom bisa gendut jika selalu makan yang manis manis " ucap indah, tapi dia tetap makan kue yang menantunya buat yang menurutnya sangat lezat.


"Grandma, tidak akan gendut secara grandma selalu olah raga " ucap Ara.


"Benar grandma sudah seperti anak muda lagi " ucap Dinda


"Ah, kalian mom jadi malu " ucap indah tersipu.


Saat indah mengingat sesuatu, dia langsung terkejut melihat jam di tangannya.


"Astaga, mom lupa ada janji dengan Sena " ucap indah.


"Maaf sayang mom harus pergi, bisa-bisa Sena marah ini " ucap indah .


"Hati-hati mom " ucap Dinda.


"Hati-hati grandma jangan ngebut " ucap Ara.


"Siap " ucap indah.


Tinggal mereka berdua yang masih berada di taman belakang.


"Bunda, apa Ara boleh bertanya sesuatu " ucap Ara,


"Tentu saja, memangnya apa yang ingin kau tanyakan sayang " ucap Dinda.


"Bunda, bagaimana jika orang masa lalu bunda datang menemui bunda " ucap Ara.


Dinda langsung terdiam, saat mengingat seseorang yang menggores luka di hatinya.


Ara langsung menggenggam erat kedua tangan Dinda Yang sekarang sudah menahan tangis.


"maaf bunda, Ara tidak bermaksud untuk menggali luka yang sudah bunda kubur dalam dalam, jika boleh lupakan saja pertanyaan Ara tadi " ucap Ara.


"Sayang apa kau menemui nya, dan dia melukai mu " ucap Dinda


Jelas, Dinda sudah mengatakan semuanya pada putrinya siapa ayah kandungnya tepat bersamaan dengan mereka mengatakan siapa ibu Sasa.


Dan mereka tak ingin merahasiakan semua ini, putri mereka berhak tau siapa kedua orang tua mereka.


Dan setelah mereka beri tahu kebenaran ini, putri mereka sempat terpukul termasuk Sasa berbeda dengan Ara yang sudah mengetahui semua nya.


"Ya " ucap Ara singkat.


"Di mana, apa dia melukai mu " ucap Dinda cemas.


Ara menggelang jelas tidak, bahkan untuk menyentuh nya saja dia tidak mengizinkan.


"Di mansion teman Ara, ternyata dia putri nya " ucap Ara.


"Lalu bagaimana dengan reaksi nya, apa dia mengenali ku sayang " ucap Dinda.


"Iya, dia mengenali Ara dan dia juga minta maaf pada Ara " ucap Ara.


"Lalu apa kau memaafkan nya " ucap Dinda.


"Ara tak menjawab, tapi Ara hanya bilang jika kata itu pantas untuk di ucapakan pada bunda karna di sini yang di sakiti adalah bunda, Ara tidak mengetahui apapun masa itu " ucap Ara.


"lalu bagaimana jika bunda memaafkan kan, apa kau memaafkan nya " ucap Dinda.


"Ara juga manusia biasa Bun, yang tak luput dari kesalahan dan dosa jika tuhan saja memaafkan hambanya yang bertobat lalu kenapa Ara tidak " ucap Ara.


"Kau memang putri bunda yang hebat " ucap Dinda, runtuh sudah pertahanan nya yang dari tadi menahan air mata nya.


Tes ...


"Dan di balik kehebatan seorang anak, ada seorang ibu yang lebih hebat " ucap Ara sambil menghapus sisa air mata Dinda Yang Sekarang bercucuran.


"Terima kasih sudah menjadi kekuatan bunda selama ini " ucap dinda langsung memeluk tubuh putrinya.


"Dan Terima kasih, sudah mau merawat dan memperjuangkan Ara Sampai detik ini " ucap Ara.


"Tidak ada orang tua yang tak memperjuangkan putrinya walaupun nyawa menjadi taruhannya sayang " ucap Dinda.


"Lalu bagaimana jika dia datang menemui bunda " ucap Ara lagi.


Dia masih penasaran dengan apa yang bunda nya katakan.


"Biar bunda selalu menghindar, tapi pasti bunda akan bertemu dengan nya " Dinda menjeda ucapannya.


"Tapi bunda masih tidak tau apa yang akan bunda katakan saat bertemu dengan nya " ucap Dinda.


"Sekarang ayo kita masuk " ucap Dinda.


"Ayo " ucap Ara.


Next part selanjutnya KK dan mohon pengertian nya karna sinyal yang kurang baik menyebabkan author susah setor bab πŸ™πŸ»