
Sebelum mereka menuju ruang keluarga, Ara menghapus sisa air mata Sasa yang ada di pipinya.
"Sudah menangis nya, nanti cantiknya hilang dan saat pak tentara datang kenapa calon istri ku berbeda kata nya " canda Ara .
"Kau memang paling bisa menghubah suasana " ucap Sasa.
"Ayo, mereka pasti menunggu kita " ucap Ara .
Sedangkan di ruang keluarga Ardian semangkin bercucuran air mata saat melihat video yang terputar .
"Dad " ucap Ica dan missya bersamaan.
Hatinya seakan di tusuk oleh benda tajam, tiga hati yang dia sakiti, karna diri nya putrinya terluka .
saat mendengar langkah kaki yang mendekat , semua orang langsung memandang siapa yang datang.
"Putri ku " ucap Ardian.
Siapa pun yang mendengar ucapan Ardian, sangatlah pilu.
"Maafkan Daddy nak " ucap Ardian.
"Dad, tolong jangan seperti ini " ucap Sasa langsung membatu Ardian yang ingin bersujud di kaki Sasa.
"Duduk lah " ucap Sasa.
Di luar dugaan, Sasa dan Ara duduk di hadapan Ardian seakan ingin bersujud di kaki ardian, air mata Ardian tidak bisa di bendung lagi .
"Sasa mohon ampun dad, sudah berkata-kata kasar pada Daddy tadi, Sasa tidak bermaksud untuk durhaka tapi ini,,, sakit dad " ucap Sasa sambil memukul dada nya sendiri.
"Sayang, Daddy mohon jangan sakiti diri mu nak, cukup Daddy yang sudah menggores luka ini nak" ucap ardian berusaha menghentikan Sasa.
"Pukul Sasa dad, tidak seharusnya Sasa berkata kasar pada Daddy " ucap Sasa.
"Tidak sayang, Daddy yang seharusnya minta maaf, kalian tidak salah Daddy yang sudah banyak salah pada kalian " ucap Ardian.
"sayang boleh dad peluk kalian untuk pertama kalinya " ucap Ardian berharap .
"Tentu saja " ucap mereka bersamaan.
Siapa pun yang memandang mereka, sangat terharu pertemuan antara putri dan ayah mereka, sekarang mereka sudah saling memaafkan, satu dengan yang lain berdamai dengan hati mereka.
"Dad, Ica boleh ikut " ucap Ica berharap .
"Tentu saja boleh, sini adik manis " ucap Sasa.
"Ica boleh panggil kakak, walau Ica bukan darah daging dad dan mom " ucap Ica.
"Tentu saja, mulai sekarang panggil kakak sasa dan kak Ara " ucap Sasa.
"Tidak, kami seumur " protes Ara.
"Panggil nama saja " ucap Ara lagi.
"Baiklah, kak Sasa dan kak Ara " ucap Ica.
"Ica " protes Ara.
"Hehe,,, sorry Ara ,,, yang cantik sejagat raya yang menjadi perhatian Steve " ucap Ica.
Dinda langsung menatap missya yang tersenyum merespon ucapan putri nya.
"Iya, Setelah kejadian itu aku di nyatakan tidak bisa mengandung dan kami mengadopsi Ica " ucap missya.
"Tidak mas, ini semua takdir tuhan " ucap missya.
"Ayah,,,, " untuk pertama kalinya kata ayah keluar dari mulut Ara.
kenapa dia tidak menggunakan kata Daddy, karna Daddy spesial untuk Dominic dan dia akan membedakan panggilan antara Daddy nya dan ayah kandungnya.
"Iya nak " kenapa hatinya seakan di iris saat mendengar panggilan yang Ara ucapakan.
"Maaf untuk kejadian itu, Ara tidak bermaksud menembak grandpa " ucap Ara.
Kalian mengingat part di mana Ara kecil menembak pelurunya mengenai kaki arsel, pasti mengingat part itu dong ya ???
"Kau tidak salah sayang, grandpa memang pantas menerima itu bahkan dad juga pantas mendapatkan tembakan itu " ucap Ardian.
"Menembak " ucap Ica bingung.
"Kau harus hati-hati pada Ara, jika kau tidak hati-hati nanti kepala mu di tembak " bisik Sasa menakuti Ica.
Lihat saja Ica sudah bergidik ngeri mendengar ucapan Sasa.
"Kakak jangan membuat nya takut " ucap Ara.
"Sudah jangan dengar ucapan kak Sasa " ucap Ara.
"Tapi .... " ucapan Ica terpotong oleh teriakan seseorang yang menggema di seluruh mansion .
"Bunda,,,, Vanya come back my home " teriak Vanya menggema.
"Bunda,,, Daddy ,,, yuhuuuuu putri cantik BENATA kembali " teriak Vanya .
"Astaga Vanya, ini bukan hutan " protes Demian.
"Dasar Playboy cap kakap " ucap Vanya.
"Kalian bisa tidak jangan bertengkar, astaga kuping ku bisa pecah mendengar kalian bertengkar tiada habis nya " ucap Domani.
"Apa kalian tidak bisa tidak bertengkar satu hati saja, atau akan kak beri mainan baru " ucap Ara.
"Eh,,, ada tamu " ucap Vanya cengengesan .
" Bunda, dad " mereka bertiga langsung melangkah menuju ruang keluarga, dan Vanya langsung duduk di sela sela Dinda dan dominic.
"Dasar tidak sopan " ucap Domani.
"Bunda liat si kulkas " adu Vanya.
Tapi tak hanyal mereka bertiga memandang aneh tamu datang.
Sedangkan Ara, Ica, dan Sasa duduk di sofa panjang bersama Ardian, itu yang membuat mereka aneh .
"Apa mereka ketinggalan informasi " pikir nya.
"Bunda dia siapa " bisik Dinda.
Tapi belum juga Dinda jawab Vanya langsung bangun dari duduk nya dan berdiri di hadapan Sasa dan Ara dan wanita cantik di apit dua akak cantiknya.
"Maaf kakak bisa geser dikit, dia Kaka Vanya "
Next part selanjutnya KK bagaimana double kali ini, puas apa tidak ππ»
mohon koreksinya ya KK π€