
Saat pagi hari tiba-tiba seluruh anggota keluarga BENATA akan sarapan bersama di hotel.
"Selamat Pagi semua, putri cantik jelita BENATA sampai " teriak Vanya.
Sedangkan petugas keamanan hotel baik chef maupun yang lain yang yang tidak terbiasa dengan tingkat laku Vanya tercengang.
"Mba, kalau kuping nya sakit tidak apa-apa di tutup aja , kami sudah terbiasa menghadapi orang hutan " ucap Demian.
Petugas atau pun staf hotel hanya bisa mengulum senyum mendengar ucapan tuan muda mereka.
"Huaaaaa,,, bunda " teriak Vanya.
"Astaga, sayang sudah lah ini masih pagi " ucap Dinda.
Ibu, lima orang anak ini memang sangat extra sabar menghadapi bermacam macam tingkah laku buah hatinya yang kadang membuat nya pusing tujuh keliling.
"Sayang ini bukan mansion memang nya tidak malu teriak teriak " ucap Dominic.
"Sudah, duduk lah kita sarapan " ucap Dinda.
Dengan wajah yang manyun Vanya duduk di samping Kaka nya, tapi tunggu mata nya menemukan kejanggalan di pagi ini.
"Di mana pengantin baru " ucap Vanya.
Belum sempat salah satu dari mereka menjawab sudah terdengar langkah kami seseorang yang mendekat.
"Coba lihat, pengantin baru sudah sampai ayo kakak kita sarapan bersama, Vanya si cantik jelita juga baru sampai " ucap Vanya .
Tapi tunggu,, semua orang menggunakan pakaian santai pagi ini dan udara tidak dingin tapi ....
"Maaf kami terlambat " ucap Sasa dan Arga tidak enak.
"Tidak apa-apa, kami juga belum mulai " ucap Indah.
"Kakak, apa udara di kursi kakak sangat dingin " ucap Vanya.
Jangan di tanya wajah Sasa yang langsung memerah mendengar pertanyaan adiknya.
"Vanya, kakak ingin pergi kau ingin ikut jika ingin ikut cepat selesai sarapan mu " ucap Ara.
"Kakak ingin pergi ke mana, Vanya ikut " ucap Vanya cepat.
Sarapan pagi di mulai, hening tidak ad yang bicara hanya dentingan sendok yang mengisi kesunyian pagi hari ini.
"Ara sudah selesai " ucap Ara.
"Vanya juga " ucap Vanya.
Saat Ara sudah ingin pergi dan di ikuti oleh si bar-bar yang selalu mengekori kemana di pergi tapi .
Vanya menghentikan langkahnya tepat di belakang Sasa, Sasa yang merasa tidak beres langsung membalikan badan .
"Vanya lupa sesuatu " ucap Sasa.
"Tidak, emmm tapi ,,, kakak apa nyamuk di kamar kakak besar kenapa leher Kaka merah " ucap Vanya polos.
Ara yang semula nya sudah berjalan lebih dulu langsung mundur dan menarik adik nya, apa pagi ini adik nya pura-pura tidak tau apa bagaimana ?
Bukan nya tadi malam dia sangat kepo dengan apa yang di lakukan oleh kakak nya ,yang pasti semua orang sudah paham apa yang di lakukan oleh pengantin baru .
"Ayo cepat, maaf semua kami duluan " ucap Ara.
"Kakak jangan di tarik " ucap Vanya.
Sedangkan Sasa yang di tanya demikian hanya bisa tersenyum kecil , malu ,astaga dia sudah tidak menyadari jejak di leher nya .
"Lanjut sarapan nya " ucap Indah.
Sedangkan Ara dan Vanya yang sudah di dalam mobil nya, langsung menancap gas meninggalkan hotel.
"Kakak ,,, perasaan di kamar kita tidak ada nyamuk tapi kenapa leher kak Sasa merah seperti di gigit nyamuk, ihhhhhh serammmmmm ,,,, Vanya memeluk diri sendiri takut membayangkan nyamuk yang besar ,,, Vanya harus beli obat nyamuk biar malam nanti kita tidak di gigit nyamuk seperti kak Sasa " ucap Vanya lagi.
"Iya nanti kita suruh Daddy beli perusahaan obat nyamuk " ucap Ara asal.
" Good, kakak memang pinter " ucap Vanya.
Ara hanya bisa menggelengkan kepala melihat kepolosan atau kebodohan ,,, astaga .
"Horeee ,,, kita datang ke sini lagi "
Kira-kira Kemana Ara membawa adik nya pergi , kenapa dia sangat bahagia ??