
" Ayah " ucap Ara saat melihat Ardian yang masih berada di ruang tunggu .
" Vanya tunggu kakak di ruangan " ucap Ara.
"Baik " ucap Vanya.
"Tolong tunjukkan di mana ruangan ku " ucap Ara pada anak buah nya.
"Baik Queen, mari nona " ucap anggota Ara.
Setelah kepergian adik dan anggota nya, Ara langsung duduk di kursi tunggal Berhadapan dengan Ardian yang Dian dengan pandangan kosong.
"Terima kasih sudah menghubungi ayah untuk datang ke mari " ucap Ardian akhirnya membuat suara.
( Flashback on )
Di mansion yang sangat megah , seorang pria yang sedang bersiap siap untuk berangkat bekerja tiba-tiba ponselnya Nye bergetar.
Putriku π
Selamat pagi ayah , maaf Ara ganggu waktu ayah, Ara hanya ingin bilang boleh ayah datang di markas grandma, ayah ingat kan ?
Dan tak lupa Ara mengirim alam yang dia maksudkan pada Ardian.
Ara ingin menunjukkan sesuatu, Ara tunggu kedatangan ayah .
Ayah
Ayah akan usahakan untuk datang sayang .
Walau Ardian sedikit bingung tapi dia tetap datang, karna dia yakin untuk datang ke markas tempat dia pernah di sekap tidak lah mudah .
"Semoga ini bukan tentang mommy " ucap Ardian.
Karna dia mendapat kabar jika mommy nya pergi dari rumah sakit jiwa, dan dia tidak tau kemana keberadaan mommy nya sekarang.
( Flashback off )
"Maaf Ara sudah menyakiti nenek " ucap ara.
"Tidak sayang mommy memang perlu di beri pelajaran, ayah minta maaf atas semua yang nenek mu lakukan " ucap Ardian.
"Ara sudah memaafkan semua nya ayah, tapi Ara tidak tau dengan bunda , di sini bukan Ara yang di sakiti bunda ,,, maaf jika Ara mengingat kembali ,,, saat bunda melahirkan Ara dan saat itu kami tidak di Terima di hari yang sama, bagaimana hati bunda pasti sakit tidak hanya luka saat melahirkan Ara tapi hatinya,,,, bukan Ara ingin mengungkit masa lalu Ara tidak merasakan sakit yang bunda rasakan, dan Ara hanya ingin mengingatkan kembali jika kata maaf itu pantas di katakan pada bunda bukan Ara " ucap Ara lagi.
"Maaf sayang " ucap Ardian.
"Ara sudah melupakan semua nya, dan ayah sudah sarapan " ucap Ara.
"Ara sudah sarapan di hotel tadi " ucap Ara.
"Syukurlah " ucap Ardian.
"Ayah saat Ara menikah nanti ayah mau kan jadi wali Ara " ucap Ara.
Deg ...
Tuhan, apa dia pantas melakukan itu, dia sudah jahat pada putri nya .
Sedangkan Ara yang melihat Ardian diam, Ara menggenggam tangan Ardian
"Tapi .... " ucapan Ardian di potong oleh Ara.
"Tapi ayah merasa tidak pantas begitu " ucap Ara, Ardian hanya mengangguk membenarkan apa yang di katakan oleh putri nya.
"Tentu saja pantas, ayah biologis Ara kan, dan Ara ingin ayah yang menjadi wali Ara karna memang begitu kan " ucap Ara.
"Tapi bagaimana dengan Daddy mu " ucap Ardian lagi.
"Ayah, Daddy pasti mengerti sekeras apa pun Ara memaksa Daddy menjadi wali pasti tidak bisa, Daddy hanya bisa menjadi wali untuk 3 adik Ara , jadi mau ya yah " ucap Ara lagi.
"Ara tidak menerima penolakan pokok nya, titik " ucap Ara .
"Tentu saja ayah mau, karna Ara putri ayah " ucap Ardian.
"Terima kasih ayah " ucap Ara.
Ardian melihat jam tangan branded yang melingkar sempurna di tangan nya .
"Ayah punya urusan " ucap Ara.
"Emmmm,,, seperti nya Ayah harus kembali ke perusahaan karna ada meeting 1 jam ke depan " ucap Ardian.
"Baik lah, ayah hati-hati di jalan " ucap Ara.
"Ayah pamit, jaga diri mu sayang " ucap Ardian.
Setelah kepergian Ardian dari sana , Ara langsung menuju ke ruangan nya, entah apa yang di lakukan adik nya di ruangan .
Ayo tebak apa yang di lakukan Vanya di ruangan nya ?
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya ππ»