Little Queen

Little Queen
#93



Saat pagi hari tiba, semua orang akan memulai aktivitas mereka kembali dan begitupun wanita cantik yang sudah rapi Dengan pakaian formal nya, ingin berangkat menimba ilmu.


Tok Tok Tok


"Nona muda, sudah saat nya sarapan di tunggu tuan dan nyonya di bawah " ucap maid di balik pintu kamar Ara.


"Baik Bik, Ara akan ke bawah " ucap Ara.


"Baik nona, bibik turun ke bawah " pamit maid lagi.


"Iya bik " ucap Ara.


Setelah menyelesaikan memasukan barang barang nya, Ara langsung turun ke bawah .


Sedangkan di meja makan semua anggota keluarga BENATA sudah berkumpul menunggu kedatangan Ara.


"Maaf Ara terlambat " ucap Ara merasa tak enak karna seluruh anggota keluarga nya menunggu kedatangan nya.


"Tidak apa sayang, kau pasti lelah " ucap Dinda.


"Tumben Kakak terlambat apa begadang " ucap Vanya.


"Tidak " ucap Ara .


"Masa " ucap Vanya tak yakin


"Sudah, sudah ayo kita mulai " ucap alaric.


"Grandpa tidak asik, kan Vanya ingin kepo " gumam Vanya.


Sedangkan Demian yang mendengar gumaman Vanya, mengulum senyum .


"Apakah tawa-tawa " bisik Vanya.


"Vanya sayang, sarapan jangan bicara " ucap Dinda.


"Maaf bunda " ucap Vanya.


Sarapan pagi berjalan dengan hikmat, hanya dentingan sendok dan garpu yang mengisi kesunyian pagi ini.


****


Di apartemen yang tak kalah megahnya, seluruh anggota keluarga Sena juga melangsungkan sarapan pagi bersama.


"Devan are you okey " ucap Sena yang melihat cucu nya dari saat keluar dari kamarnya Devan hanya diam tak seperti biasanya.


"Okey grandma " ucap Devan singkat.


"Apa kau memikirkan ucapan kami kemarin Devan " ucap Brayen.


"Tidak dad, mungkin Devan hanya lelah saja " ucap Devan.


"Tidak mom, ini sudah cukup " ucap Devan


Mika hanya menghembuskan nafas lemah, dia tahu apa yang menyebabkan putra nya berubah dalam satu malam .


"Devan sudah selesai " ucap Devan langsung bangun dari duduk nya.


"Kau sudah ingin berangkat " ucap Sena lagi.


"Iya, Devan harus ke kampus terlebih dahulu " ucap Devan lagi.


"Sebentar biar mom antar ke depan " ucap Mila langsung mengejar putra nya.


"Sayang " ucap Mila.


"Mom, tidak perlu antar Devan ke depan kan mommy masih sarapan " ucap Devan.


"Tidak apa sayang, nanti masih bisa mom lanjutkan sarapan nya " ucap Mila.


"Kau masih memikirkan ucapan kami kemarin " ucap Mila, dan Devan langsung diam dan Mila membenarkan Atas kediaman putranya.


"Kau sudah tegas sayang, kau hanya kurang sedikit lagi untuk meyakinkan nya, jika kau tidak berjodoh dengan nya setidak nya kau bisa menjaganya saat ini, mom rasa itu sudah cukup " ucap Mila lembut.


"Terima kasih mom " ucap Devan langsung memeluk wanita kesayangan nya.


"Jangan menyerah jika kau benar benar menyayangi nya " ucap Mila lagi sambil mengusap punggung putranya.


"Baik mom, Devan pamit dulu, mom lanjutkan sarapan mommy " ucap Devan.


"Iya sayang, kau hati-hati " ucap Mila .


Devan langsung pergi dari kawasan apartemen miliknya nya .


Dan tak jauh berbeda dengan Ara yang juga berangkat menggunakan motor kesayangan nya.


Devan yang kebetulan berhenti di lampu merah tak sengaja mata nya menangkap sosok wanita yang sangat dia kenali menggunakan motor.


"Bagaimana aku tidak mengagumi mu, jika dengan kesederhanaan mu saja sudah membuat siapa pun akan kagum pada nya " ucap Devan.


Kikkkkk Kikkkkk


Bahkan Devan sampai tidak sadar jika lampu merah berubah jadi hijau.


"Tunggu sebentar " ucap Devan langsung menjalankan mobilnya.


Sedangkan Ara yang mendengar bunyi klakson mobil bersautan hanya mengangkat bahu acuh.


Hi reader kesayangan author , mohon pendapat nya dong karna sebagai reader kesayangan author yang ingin request untuk di hadirkan pria baru saingan Devan atau biar Devan yang membuktikan meluluh hati Ara ?