Little Queen

Little Queen
#150



1 Minggu kemudian.


Tak terasa waktu honeymoon mereka sudah usai dan akhirnya mereka akan memulai aktivitas mereka kembali.


Dan seluruh anggota keluarga BENATA, sudah menunggu di bandara.


Dan saat mendengar pesawat Jepang Jakarta akan segera landing mereka langsung berbinar bahagia akhirnya yang mereka tunggu-tunggu akan segera datang.


"Horeee,,, kakak sampai" ucap Vanya bahagia.


Satu Minggu berpisah dengan akak nya rasanya satu tahun dia tidak bertemu, dan apa lagi tidak hanya satu yang meninggalkan nya dua kakak kesayangan nya.


"Iya mereka akan Segara sampai sayang " ucap Dinda.


Dan saat pesawat yang membawa Ara dan Devan sudah landing Vanya Dengan semangat memperhatikan satu persatu penumpang yang turun.


"Bukan, bukan ,bukan " ucap Vanya.


Mungkin Vanya sedang menghitung orang yang naik pesawat dan mata nya langsung berbinar saat melihat seorang wanita yang sangat familiar di mata cantik nya.


"Kakak " teriak Vanya .


Dan langsung berlari menghampiri Ara yang baru saja turun dari pesawat dan dengan senang hati dia menerima peluk adik nya.


"Kakak Vanya sangat rindu " ucap Vanya saat sudah berada di pelukan Ara


"Kakak juga sangat merindukan mu, anak nakal " ucap Ara.


Vanya langsung melepaskan pelukan dan menggaruk kepalanya tidak gatal.


"Sorry Kaka, habis mainan nya keren suka teriak-teriak " ucap Vanya


"Fokus sama sekolah mu, atau kau akan sulit masuk universitas ternama " ucap Ara.


"Kan kita kaya kak, bisa bayar biar lolos " ucap Vanya.


Anggota keluarga bandara yang mendengar ucapan Vanya langsung membuka suara.


"Sejak kapan pemikiran mu bisa begitu " ucap indah.


"Mana boleh begitu nak " ucap Dinda lagi


"Daddy akan mengirim mu ke asrama jika kau berani melakukan itu " ucap Dominic.


"Tidak mau, Vanya hanya bercanda saja Vanya akan pintar " ucap Vanya.


"Ingat sayang kami tidak pernah menuntut mu untuk menjadi mahasiswa terpintar di seluruh dunia, tapi kau juga harus berfikir kecerdasan yang kau punya gunakan untuk menimba ilmu dengan baik dan benar dan jika kau melakukan kesalahan selesaikan, ingat kau harus di siplin dan tanggung jawab atas diri mu " ucap Dinda.


"Bunda benar, ini berlaku bukan untuk Vanya saja double D juga " ucap Dominic lagi


"Jangan pernah mencoba berlaku curang " ucap Alaric.


"Baiklah " ucap mereka semua patuh.


"Maafkan Vanya, Vanya janji akan membanggakan bunda dan Daddy, terutama keluarga BENATA " ucap Vanya.


"Bukti kan sayang, kami menunggu waktu itu tiba " ucap Dinda.


"Vanya akan buktikan itu, dan bagaimana jika Vanya bisa mendapatkan beasiswa tercerdas " ucap Vanya.


"Mendapat beasiswa cerdas itu, sangat bagus dan asal Kalian ingat ke dua kakak mu adalah siswa beasiswa di universitas ternama dan mereka juga harus mempertahankan IPK yang tinggi biar beasiswa yang mereka dapat tidak hilang, walau hilang mereka bisa bayar tapi bukan kah kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya jadi gunakan kesempatan itu " ucap indah.


"Dan bukan berarti Kelian harus sama, tidak setidaknya kalian harus bisa masuk ke universitas bagus dan lebih mudah mendapat kerja " ucap Dominic lagi.


Maksud nya mendapat pekerjaan?


Apa mereka tidak akan mewarisi harta kekayaan yang BENATA punya ?


Tentu saja tidak, mereka harus bisa membuktikan jika mereka pantas dan layak, itu sebabnya walau mereka memiliki perusahaan tapi sebelum itu mereka akan mendidik cucu mereka bekerja dari bawah biar suatu saat mereka tidak merendahkan pekerja yang posisinya di bawah.


Jahat, ya memang jahat mengendalikan perusahaan besar tidak mudah jadi mereka harus melakukan ujian terlebih dahulu.


Ya, semuanya anggota keluarga BENATA tahu jika dua kakak mereka adalah mahasiswa yang sangat cerdas dan mendapatkan beasiswa cerdas.


"Ayo kita lanjutkan di mansion " ucap Alaric.


"Ayo " ucap mereka.


Dan para supir langsung dengan sigap membawa barang barang Ara dan Devan untuk kembali ke mansion.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon dukungan dan support nya