
Masih di posisi yang sama, di taman belakang mansion Pratama.
"Nak jika kami beritahu kebenaran nya, mom harap kau tidak akan merah pada mom dan Daddy " ucap missya.
"Ica janji tidak akan marah pada mom, dan Daddy " ucap Ica yakin, walau hatinya sudah mulai tak tenang tapi dia harus meyakinkan kedua orang tua nya.
"Nak sebenarnya kau bukan putri kandung kami " ucap missya.
Deg ...
Dunia Ica seakan berhenti saat mengetahui kebenaran ini.
"Maksud mommy " ucap Ica.
"Mom tidak bisa memiliki keturunan, mom dan dad sepakat untuk mengadopsi seorang anak dan itu kau " ucap missya.
"Lalu siapa orang tua Ica " ucap Ica.
"Kedua orang tua mu sudah meninggal, karena kecelakaan yang mereka alami " ucap missya.
"Tapi percaya lah, kami sudah menganggap mu seperti putri kami sendiri " ucap missya.
"Mom, dad " Ica langsung berhambur ke dalam pelukan missya .
Mommy yang selalu menyayangi nya sepenuh hati, tidak pernah berkata kasar padanya.
"Maaf kami baru bisa jujur sekarang sayang, mom harap kau tidak meninggalkan mom dan Daddy " ucap missya.
"Terima kasih mom, dad sudah menyayangi Ica seperti putri mom dan Daddy " ucap Ica.
"Tapi tak hanya itu " ucap missya.
"Mas " ucap missya.
"Sebenarnya Ara, sahabat mu putri Daddy " ucap Ardian.
"Ma-maksud Daddy "ucap Ica bingung.
"kebenaran apa lagi ini tuhan " Ica membatin.
"Dulu dad pernah menikah dengan ibu Ara, dan karna keluarga Daddy tidak menginginkan keturunan perempuan jadi dad di paksa harus menceraikan Dinda, ibu Ara sahabat mu " Ardian menjeda ucapannya.
Ya Tuhan, hatinya seakan di tusuk oleh sesuatu , sakit tuhan lalu bagaimana dengan Dinda pasti lebih sakit dari ini.
Missya langsung mendekat dan mengusap bahwa suaminya, dan tersenyum .
"Dad, sudah melantarkan mereka hidup di luar sana " ucap Ardian .
"Dad memang orang tua yang jahat, dengan teganya menelantarkan putri Daddy " ucap Ardian menyesal.
"Apa Ara mengetahui jika dia putri Daddy " ucap Ica.
"pasti tau, da dia pasti mengingat jelas " ucap Ardian.
"Lalu jika Ara putri Daddy kenapa dia bersikap seperti itu " ucap Ica.
"Dia ingin menjaga perasaan mu nak, Ara berbeda dengan yang lain " ucap missya.
"Kenapa Ara harus menjaga perasaan Ica, lalu bagaimana dengan perasaannya " ucap Ica.
"Ara berbeda nak, dia memiliki hati yang baik " ucap missya.
"Lalu bagaimana dengan ibunya " ucap Ica.
"Dad akan meminta maaf padanya, sebelum dad akan menyesal seumur hidup apa kau ingin membatu Daddy nak " ucap ardian berharap.
"Tolong bantu dad bertemu dengan keluarga Ara " mohon Ardian .
"Ica tidak bisa janji dad, tapi Ica akan berusaha melakukan apa yang mom dan dad inginkan " ucap Ica.
"Terima kasih sayang, jangan pernah tinggalkan kami " ucap missya memeluk tubuh putri nya dan di ikuti oleh Ardian.
"Terima kasih sudah menyayangi Ica seperti putri kandung mom dan dad sendiri " ucap Ica.
****
Sedangkan seorang pria yang sedang berkutik dengan berkas yang tiada henti.
"Kenapa berkas ini membosankan sekali " kesal Devan.
"Lebih baik aku menjadi dosen, hati ku akan tenang " ucap Devan tersenyum membayangkan seseorang .
Bahkan dia Sampai tidak menyadari seseorang yang memperhatikan entah sejak kapan.
"Sepertinya aku harus membawa mu ke rumah sakit jiwa " ucap wanita paruh baya yang berada di ambang pintu.
"Grandma, sejak kapan di sana " ucap Devan.
"Sejak kau ngomel tidak jelas, dan ah sudahlah lupakan saja " ucap Sena.
"Grandma ke sini untuk bilang pada mu jika nanti malam grandma akan kembali ke Australia " ucap Sena.
"Apa, kenapa secepat itu " ucap Devan
"Mana mungkin grandma meninggalkan grandpa seorang diri di sana dan lagian grandma sudah bertemu dengan sahabat grandma " ucap Sena .
"Tapi kenapa tidak besok saja " ucap Devan.
"Jadwal penerbangan nya nanti malam, bagaimana lagi " ucap Sena
"Baiklah, Devan akan menyelesaikan berkas ini biar Devan antar " ucap Devan.
"Emmmm " Sena hanya berdehem saja.
****
Sedangkan di mansion utama BENATA, seorang wanita yang sedang membaca buku yang dia pegang tiba-tiba ponselnya bergetar.
"Ica " ucap Ara .
"Hello " ucap Ara, saat sudah menekan tombol hijau.
"Ara, apa kau sibuk " ucap Ica di sebrang sana.
"Tidak kenapa " ucap Ara
"Sekarang kita sedang libur semester, bagaimana jika kita jalan jalan " ucap Ica.
"Sepertinya kau sedikit aneh hari ini, aku tau kau bukan tipe wanita yang suka keluar tidak jelas, bisa kau katakan apa yang kau inginkan " ucap Ara
"Kau memang hebat bisa membaca pikiran orang, apa kau cenayang " ucap Ica .
"Tentu saja bukan, aku mengenal jelas diri mu " ucap Ara.
"Katakan "
Next part selanjutnya KK dan semoga masih dapat feel nya, mohon maaf karna sinyal yang susah menyebabkan susah setor bab ππ»