
Dan selama di perjalanan Ara memandang di sekitar nya, dia berpikir kemana mereka akan pergi tapi pertanyaannya Demikian dia tahan, tapi sayang rasa penasaran membuat nya menggerakkan pertahanan.
"Mas kita ingin pergi ke mana sih " ucap Ara.
"Kita akan segera sampai sayang " ucap Devan.
Dan saat Ara bertanya maka jawaban menyebalkan selalu dia dapatkan.
"Sabar sayang " ucap Devan saat melihat wajah kesal istrinya.
Rasanya Devan ingin mencubit pipi istrinya yang sedang mode kesal.
Dan tak lama mobil mereka berhenti di sebuah rumah sederhana, Ara yang melihat itu mengernyit dahi bingung.
"Sayang ayo kita keluar " ucap Devan langsung melepaskan sabuk pengaman Ara dan diri nya.
"Ini mansion apa hotel " ucap Ara.
Rasanya Devan ingin tertawa, bagaimana bisa istrinya berkata demikian.
Rasanya rasa kesal Ara hilang entah ke mana, saat melihat Mension atau hotel yang begitu hipnotis mata nya.
"Sepi apa tidak ada orang " ucap Ara lagi.
"Ini " ucap Devan sambil menyerahkan kunci saat mereka sudah berada di depan pintu.
"Buka sayang " ucap Devan.
Dengan ragu Ara mengambil kunci di tangan Ara dan membuka pintu tersebut dan waw,,,
"Bagaimana sayang suka " ucap Devan.
"Ini sangat luar biasa " ucap Ara kagum.
"Ayo kita masuk " ucap Devan.
Mereka langsung masuk ke dalam mansion tersebut.
"Mas ini mansion siapa " ucap Ara lagi saat sudah selesai mengitari semua sudut.
Devan langsung memegang kedua tangan Ara sebelum mengatakan sesuatu.
"Sekarang ini manjadi mansion kita, maaf jika tidak mewah seperti mansion utama BENATA " ucap Devan.
Bughhhh....
"Auuuu " pekik Devan saat dengan santai nya Ara menepuk kening nya.
"Sayang " protes Devan
"Bagaimana bisa mas bicara jika mansion ini tidak mewah " ucap Ara.
"Tapi ... " belum selesai Devan bicara sudah Ara potong.
"Tapi tunggu bakan nya mas punya apartemen kenapa harus beli lagi " ucap Ara.
Karna setahu diri nya sebelum ini Devan tinggal di apartemen yang tidak kalah elit nya dan kenapa dia tidak tinggal bersama orang tua nya.
Karna kedua orang tua Devan tinggal di Australia bukan sini, itu sebabnya dia membeli apartemen di negara tersebut.
"Itu biar untuk keluarga mas berkunjung ke sini " ucap Devan lagi.
Karna memang setelah acara pernikahan anggota keluarga nya langsung kembali ke Australia karna mereka harus datang ke perusahaan.
"Kan bisa tinggal di sini " ucap Ara lagi
"Mereka akan menolak dan memilih menginap di hotel " ucap Devan.
"Sebelum pulang ayo kita menikmati keindahan mansion baru kita " ucap Devan.
Dengan senang hati Ara menuruti keinginan suaminya.
Apa lagi keindahan mansion baru mereka sangat memukau bagi nya, terdapat banyak pohon pohon di sekitar mereka dan itu membuat nilai plus bagi nya.
Dan udara nya juga sangat segar, seakan akan mereka berada di desa desa hang jauh dari polusi.
Dan mereka memiliki untuk bersantai depan kolam renang yang sebelumnya sudah di sediakan tempat santai.
"Ini pasti mahal " ucap Ara di sela-sela menikmati keindahan mansion.
"Tidak sayang, hanya berapa digit saja " ucap Devan
"Kalau begitu Ara minta uang dong " ucap Ara .
Niat hati Ara hanya ingin bercanda tapi tidak untuk Devan .
Devan langsung mengeluarkan semua kartu ATM yang dia punya, dan langsung menyerahkan pada Ara .
"ini sayang " ucap Devan.
"Untuk apa kartu sebanyak itu " ucap Ara .
"Tentu saja untuk sayang, mas pegang satu kartu saja itu sudah cukup " ucap Devan.
"Kenapa harus Ara yang pegang semua nya " ucap Ara lagi.
"Bukan kah uang suami uang istri, dan mas memberikan hak sayang dan lagi mas bekerja juga untuk sayang dan calon anak anak kita nanti kan " ucap Devan lagi.
"Tapi kan ... " Belum selesai Ara bicara sudah di pasang oleh Devan.
"Pegang semua nya sayang, ini untuk masa Depan buah hati kita nanti " ucap Devan sambil menyerahkan kartu ini di tangan Ara.
"Mas percaya jika semua ini aman pada Ara " ucap Ara lagi.
"Tentu saja, bahkan uang lebih aman pada seorang istri dari pada suami yang pegang " ucap Devan.
"Baiklah jika begitu Ara pegang kartu nya " ucap Ara.
"Bukan di pegang saja sayang di gunakan juga, untuk shopping beli apa pun itu " ucap Devan.
"Ara tidak suka shopping " ucap Ara.
"Beli mall nya saja " ucap Devan.
"Ide bagus " ucap Ara.
"Nanti kita beli mall " ucap Devan .
"Ya ampun mas kenapa begitu menanggapi ucapan Ara dengan serius " ucap Ara.
"Mas serius sayang uang nya cukup kok " ucap Devan lagi.
"Ah,, Ara pusing lebih baik kita kembali ke mansion " ucap Ara.
Kerena memang sekarang hari sudah mulai sore dan mereka harus kembali ke mansion takut mereka kemalaman saat sampai.
"Baiklah " ucap Devan.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon dukungan dan support nya