Little Queen

Little Queen
#48



Sedangkan Ica yang melihat kedua orang tuanya aneh, langsung menatap Ara bingung.


"Kenapa " ucap Ara.


"Apa kau merasa mom ,dan Daddy ku aneh " ucap Ica.


Pertanyaan macam apa itu, bukan kah dia yang tinggal bersama kedua orang tua nya lalu kenapa bertanya padanya, aneh sekali .


"Kau yang mengenal jelas kedua orang tua mu, menurutku itu biasa saja " ucap Ara.


"Jelas dia berubah, pasti dia mengenali ku " Ara membatin.


Dan tak lama, missya dan Ardian kembali ke ruang tamu.


"Maaf ya nak, tadi di tinggal " ucap missya.


"Iya tidak apa-apa Tante " ucap Ara.


"Oh iya di mana kau tinggal sekarang nak, dan bagaimana kabar kedua orang tua mu " ucap missya.


Sedangkan Ardian hanya diam, menatap Ara yang hanya datar saja.


"Bunda, dan Daddy baik-baik saja, tak jauh diri sini " ucap Ara.


"Bunda mu sehat nak " ucap Ardian, akhirnya dia membuka suara.


"Ya bunda sehat, bahkan sangat sehat " ucap Ara.


"Dad, dan mommy seperti nya mengenal keluarga Ara " ucap Ica yang dari tadi menyimak percakapan antara Ara dan kedua orang tua nya.


"Kami pernah bertemu berapa tahun silam " ucap missya.


"Benarkah, pantas saja mom dad seperti sudah mengenal jelas keluarga Ara, padahal Ara baru saja berkunjung di sini " ucap Ica.


Saat mereka asik berbincang tiba-tiba, ponsel Ara bergetar.


Drrrr Drrrrr


"Sebentar " ucap Ara .


"Silahkan " ucap mereka.


Ara Langsung menjawab panggilan dari seseorang yang entah siapa .


"Baiklah, aku anak Samapi di sana 15 menit " ucap ara


" Apa terjadi sesuatu" ucap Ica.


"Sepertinya aku harus pulang " ucap Ara.


"Secepat itu, kita belum makan malam nak " ucap missya.


"Maaf Tante, jika berkenan biar lain waktu saja " ucap Ara langsung bangun dari duduk nya.


"Tentu saja, pintu mansion kami akan terbuka lebar untuk mu " ucap missya.


"Baiklah, kau hati-hati nak " ucap missya, saat mereka sudah berada di depan pintu Utama.


"Terima kasih atas jamuan nya " ucap Ara


"Padahal hanya minum dan makanan ringan saja " ucap Ica, Ara hanya tersenyum menanggapi ucapan sahabat nya.


"Hati-hati " ucap mereka.


Saat Ara sudah melangkah kaki nya, untuk pergi tiba-tiba terhenti saat mendengar ucapan seseorang.


"Maaf " ucap seseorang.


Ara langsung membalikan badannya kembali dan memandang pria yang sangat dia kenali.


"Untuk apa " ucap Ara.


Ica yang memang tidak mengetahui apa yang terjadi semangkin bingung, banyak pertanyaan pertanyaan yang berputar di kepala nya.


"Sayang ayo kita masuk " ucap missya.


"Maaf Ara, aku masuk dulu kau hati-hati di jalan " ucap Ica.


"Baiklah " ucap Ara.


Tinggal mereka Berdua yang masih berada di sana, Setelah kepergian missya dan Ica.


"Maafkan Daddy nak, atas apa yang sudah dad lakukan pada mu dan bunda mu " ucap Ardian, Ara tersenyum kecil sebelum menjawab ucapan Ardian.


"Sepertinya kata itu tidak pantas untuk Ara, dan kata itu lebih pantas di ucapan pada bunda " ucap Ara.


"Karena, di sini bunda yang tersakiti bukan ara, dan sakitnya bunda juga sakitnya Ara dan begitupun sebaliknya " ucap Ara.


"Tapi dad juga sudah menyakiti hati mu nak, dad menyesal maafkan Daddy nak " ucap Ardian ingin menggapai tangan Ara, tapi dengan cepat Ara mundur ke belakang.


"Maaf Ara harus pergi " pamit Ara, langsung meninggalkan Ardian yang menatap kepergian nya, dan Ara melihat itu melalui kaca spion motor nya.


Sedangkan wanita cantik yang berada di mansion nya, menunggu kedatangan seseorang siapa lagi jika bukan putrinya .


"Ara belum kembali " ucap Dominic.


"Belum mas, padahal dia bilang akan sampai 15 menit tapi Sekarang sudah lewat " ucap Dinda.


Benar, jika yang menghubungi Ara tadi adalah Dinda, bunda yang selalu menghawatirkan putrinya jika pulang terlambat semenit saja .


Dan dia memaklumi itu, karna semua orang tua pasti akan khawatir jika pergi malam hari, takut terjadi sesuatu pada putrinya walau pun kau bisa bahkan mampu menjaga diri.


"Mungkin sebentar lagi sayang " ucap Dominic dan tak lama terdengar suara motor yang sangat mereka kenali.


Dinda langsung menuju pintu utama, dan benar saja putri yang dia tunggu-tunggu Sampai.


"Bunda dan Daddy belum tidur " ucap Ara.


"Kau tau bunda mu Bagaimana sayang, dia tidak akan bisa tidur jika salah satu putrinya belum ada di mata nya " ucap Dominic.


"Maaf kan Ara bun, dad " ucap Ara.


"Tidak apa-apa, sekarang istirahat lah " ucap Dinda.


"Baik Bun " ucap Ara.


Memang dia keluar lebih awal, dan sebelum pergi ke mansion Ica dia pergi bermain terlebih dahulu, pada manusia yang tidak tau diri siapa lagi jika bukan arson dan Marni .


Next part selanjutnya KK dan mohon pengertian nya karna sinyal kurang baik menyebabkan susah untuk setor episode πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»