Little Queen

Little Queen
#121



Bughhhh ...


Lagi dan lagi, Marni menerima pukul tapi kali ini dari Ara , yang hanya diam memperhatikan apa yang di lakukan ayah nya .


Tapi sayang kesabaran hanya sebentar , cukup , diri nya di cap menjadi anak pembawa sial .


" Cccuujueeehhhhh "


Marni tersenyum miring saat mendapat pukulan dari cucu pembawa sial menurut nya.


"Kau lihat , Marni menatap putra nya sebelum melanjutkan ucapannya, dia yang kau bela dengan berani memukul wajah mommy , lalu apa yang kau banggakan untuk nya dan ah,,,, iya apa kau sudah di beri guna guna siapa kau patuh pada nya " ucap marni.


"Come on Ardi, kau sudah di peralat oleh nya " ucap Marni lagi.


"Mom, Ardian tidak menyangka jika mommy sangat membenci darah daging Ardian, ingat mom di darah Ara masih mengalir darah Ardi darah daging mommy " ucap Ardian.


"Kenapa mommy sangat membenci Ara dan Dinda, mereka tidak salah mom " teriak Ardian frustasi.


"Mulai detik ini, jangan pernah anggap Ardi putra mommy , sorry mom " ucap Ardian langsung pergi .


Tapi sebelum Ardian pergi dia menghampiri Marni yang dalam keadaan terikat .


Cup ...


"Ardian minta maaf " ucap Ardian sambil mencium kaki Marni setelah itu dia langsung pergi.


Tes ....


Tanpa sadar air mata Marni menetes dengan apa yang sudah Ardi lakukan untuk nya.


Dia sudah sangat jahat pada ke dua orang tua nya, tapi tidak pernah meminta maaf terutama pada mommy nya, yang selalu melakukan yang terbaik untuk nya dan apa yang dia lakukan sampai titik terakhir Nafas nya pun dai tidak pernah minta maaf .


"Ardian tunggu mommy nak " ucap Marni sedih.


"Astaga, aku jadi melow " ucap Vanya.


Karna sekejam kejam nya diri nya, dia pasti akan ikut di suasana ini, padahal dia ke sini jarang dan ingin bermain-main tapi berubah karna oom tua nya sampai , eh oom tua bukan ayah kakak kesayangan nya hehehe..


"Sakit " ucap Marni .


"Lalu bagaimana perasaan wanita yang sudah anda anggap pembawa sial, anda merusak kebahagiaan nya dengan mencelakai suami orang yang sudah menjaga dan menyayangi kami , bagaimana apa itu tidak sakit buat kamu" ucap Ara.


"Apa tidak cukup anda Melukai hati kami, sampai anda juga membuat hati putra anda terluka " ucap Ara lagi.


"Dan di usia anda sekarang apa anda tidak ingin bertaubat , berdamai dengan hati anda anda percaya orang mengatakan jika kita berdamai dengan hati kita, tidak iri dengki kita akan bahagia " ucap Ara dengan reflek Marni mengangguk dengan mata yang memandang ke arah pintu dia berharap putra nya kembali.


"Lalu apa anda ingin berdamai dengan itu semua " ucap Ara.


Marni diam , dai tidak tau apa yang akan dia jawab tapi sampai saat ini dia paham wanita yang selalu di anggap sial adalah wanita yang hebat, dan bijaksana .


" MENYESAL "


Jika boleh dia ingin mengulang waktu seperti dulu lagi, tapi sekarang sudah terlambat .


"Pikiran baik-baik, kita tidak selamanya hidup kita tidak tau kapan kita akan kembali di panggil " ucap Ara .


"Ara pergi dulu, Ara tau nenek wanita baik-baik hanya saja nenek memiliki dendam " ucap Ara lagi.


"Ara pergi dulu " ucap Ara.


Tanpa mendengar jawaban dari Marni Ara dan Vanya langsung pergi meninggalkan Marni dengan sejuta penyesalan.


Sedangkan Vanya yang tidak bisa bermain-main hanya bisa melemas ingin membatah takut kakak nya marah dia kan masih belum cukup kuat untuk bertanding .


"Jangan berpikir untuk bermain-main cukup sampai di sini sayang " ucap Ara.


"Bagaimana bisa Kaka nya tau apa yang sedang dia pikirkan " Vanya membatin.


"Ayah "


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon support dan dukungan nya KK ๐Ÿค—