Little Queen

Little Queen
#84



"Dan sayang nya aku tidak mati nenek Peyot " ucap seseorang yang bertopeng.


Tapi tunggu saat seseorang masuk , ada yang lain ikut masuk keruang penyiksaan.


"Queen " ucap anggota Ara .


"Astaga ini keren sekali " Vanya membatin.


Bahkan semua senjata hampir lengkap, rasanya dia sudah ingin berlari mengambil senjata itu, tapi dia harus menahan nya jika tidak maka dia akan datang ke sini untuk pertama dan terakhir.


"Siap kan kursi tambahan " ucap Ara yang duduk di kursi nya.


"Baik Queen " ucap anggota ara langsung mengambil kursi.


"Kenapa kau tidak mati saja " geram arson.


"Dan kenapa kau masih hidup, apa siksaan yang kau dapat belum cukup " ucap Ara.


"Silahkan duduk nona " ucap anggota Ara .


"Aku tidak akan mudah mati " ucap arson.


"Siapa bilang, tinggal tembak jantung mu kau akan mati " ucap Ara.


"Dasar wanita pembawa Sial " geram Marni.


Bughhhh


"Aaaarrrrggggg " teriak Marni.


"Jaga ucapan mu, jika tidak ingin ku cabut nyawa mu " ucap Vanya


Oh good, titisan indah sekarang sudah menjelma, sekarang giliran Ara yang memperhatikan apa yang adiknya lakukan.


"Queen mohon izin untuk memberi mulutnya hadiah " ucap Vanya.


"Silahkan, katakan pada mereka jika kau menginginkan sesuatu " ucap Ara


Dan benar saja Vanya langsung mendekati tiga orang sampah, bahkan tidak ada rasa takut sedikitpun pada nya .


"Jadi kau yang sudah melukai wanita kesayangan kamu " ucap Vanya pada Steve yang sekarang bahkan kondisinya sangat lemah.


"Jangan coba-coba kau menyentuh putra ku " ucap arson.


"Jadi kau putri pembawa sial itu " ucap Marni tersenyum miris.


"Mulut mu memang harus di beri pelajaran, biar tau caranya bicara yang benar " ucap Vanya.


"Ambil pisau kecil " ucap Vanya.


"Nona ini " ucap seorang pria menyerahkan pisau kecil.


"Tolong buka mulut sampah itu " ucap Vanya.


"Upzzzz ,,,, sorry nenek Peyot " ucap Vanya.


"Aku ingin silet " ucap Vanya.


"Aku akan melukis nama seseorang yang sangat berjasa dalam hidup kami " ucap Vanya .


"Pegang tangan nya " ucap Vanya.


Sreeeekkkkk


"Aaaarrrrggggg "


Dan terus Vanya menggoreskan soketnya melukis nama seseorang.


"DINDA "


"Wow,,, cantik bukan " ucap vanya.


"Cantik " ucap Ara


Vanya langsung melihat , pria yang hanya diam dengan pipi yang bengkak bibir yang biru karna luka tembakan yang dia terima tidak di obati bahkan selalu di siksa habis habis.


"Jadi ini reuni keluarga " ucap Vanya Setelah memahami kondisi saat ini.


"Dan, semua anggota keluarga nya sampah " ucap Vanya lagi.


"Karna kau sudah melukai wanita kesayangan kami, maka kau juga harus merasakan hadiah dari ku " ucap Vanya.


Dia langsung menuju tempat penyimpanan pistol yang dan mencari pistol yang menurut nya sangat menarik, Setelah menemukan nya baru dia kembali mendekati sampah pembangunan.


"Tarik nafas dalam-dalam oom jelek " ucap Vanya.


Door Door


Bughhhh....


"Steve " teriak arson.


"Steve bertahan lah nak " teriak arson, walau kecil kemungkinan tapi dia berharap putra nya selamat.


Karna memang Steve sudah lemah karna luka cedera yang dia terima sudah semangkin parah, dia hanya pasrah , dan jika boleh waktu di ulang dia menyesal sudah berurusan dengan wanita cerdik di hadapan nya ini.


"Upzzzz,,, sorry oom, apa kau masih hidup di sana " ucap Vanya.


Anggota Ara langsung memeriksa Steve yang terjatuh.


"Bagaimana "


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon suporter dan dukungan nya πŸ’ž