
"Apa mau kalian " ucap Devan di balik topeng nya.
Sedangkan Ara yang masih berada di dalam mobil hanya memperhatikan apa yang akan Devan lakukan pada musuh nya.
"Hahahaha,,, coba kalian liat dia bertanya ingin apa " ucap lawan Devan.
"Memang nya dia tidak takut mati, lihat saja kau hanya sendiri dan kami ... " ucap lawan Devan bangga dan mereka langsung tertawa menggelegar meremehkan Devan yang hanya sendiri.
Karna kaca mobil Devan memang gelap jadi orang yang di luar tidak akan bisa melihat jika ada seseorang di dalam mobil nya.
Ya semenjak Devan terjun di dunia mafia dia menyiapakan semua itu dengan matang, karna dia tak ingin seseorang yang ikut kemana pun dia pergi akan celaka apa lagi wanita nya.
Ya, sekarang wanita nya sudah berada di dalam mobil kesayangan nya yang tak sembarang orang bisa masuk dalam mobil nya
Mungkin dia jahat, mobil kesayangan nya yang tak pernah satu anggota keluarga nya menggunakan atau pun ikut ke mana pun di pergi jika menggunakan mobil nya.
Tapi kali ini untuk pertama dan seterusnya maka mobil itu tidak untuk nya sendiri tapi wanitanya .
Siapa lagi jika bukan Mutiara Ayu Azalia Putri BENATA, wanita yang sudah mencuri perhatian dari nya saat pertama kami dia bertemu, padahal Ara tidak melakukan apapun hanya diam dan datar menatap nya tapi lihat lah dengan mudah dia jatuh hati pada nya .
Kembali dengan Devan yang hanya santai walau di seorang diri tapi dia tetap tenang.
Tapi tidak dengan mata nya yang menghitung satu persatu lawan nya, cukup banyak karna hampir 20 orang yang mengelilingi nya .
Dan dia bersyukur di sekitar mobil tidak ada orang lain,karna mungkin mereka mengira jika hanya dia sendiri yang berada di dalam mobil.
"Sudah lah kau serahkan saja diri mu pada kami " ucap lawan Devan lagi.
"Tidak semudah itu, kalian harus melawan ku terlebih dahu.... " belum selesai Devan menyelesaikan ucapannya .
"SERANG " ucap lawan Devan.
Dan terjadi lah perkelahian antara Devan dan lawan nya.
Satu persatu Devan berhasil melumpuhkan lawan nya, dan Ara yang berada di dalam mobil hanya menyaksikan saja.
Apa dia tidak ada niat untuk membantu Devan Yang sekarang mulai kewalahan menghadapi lawan nya .
Tapi pertahanan nya untuk menyaksikan harus sirna , dia langsung mencari baju ganti di jok belakang mobil Devan, karna tanpa Sengahja dia melihat lawan Devan mengeluarkan senjata tajam .
Dan saat hampir seluruh tenaga Devan habis melumpuhkan lawan nya, dia tak menyadari jika seseorang menuju pada nya.
"Lepaskan senjata mu " ucap lawan Devan.
"Menyerah lah , atau aku akan menembak kepala mu " ucap seseorang tepat menodongkan senjata nya di kepala Devan.
Devan langsung melepaskan senjata nya di bawah, padahal dia masih sangat lelah melumpuhkan lawan nya yang begitu banyak.
"Dan lepas kan senjata mu jika kau ingin melihat dunia ini " ucap seseorang .
Lawan Devan langsung membeku saat senjata yang menempel di kepala nya.
"Aku tidak main-main dengan ucapan ku, kau bisa mati tidak lagi cedera " ucap Ara di balik topeng nya.
Ya, Ara langsung keluar saat Devan dalam bahaya , walau tadi dia hanya menyaksikan saja saat Devan melumpuhkan lawan nya, tapi sekarang tidak ..
Sedangkan sebuah mobil hitam yang berada tidak jauh dari mereka langsung mengeluarkan ponsel nya dan Merekam apa yang sudah mereka saksikan.
"Tadi nya ingin bermain eh, kita terlambat jadi hanya bisa menyaksikan saja " ucap pria yang berada di dalam mobil tersebut.
"Kau benar , ini tidak bisa di lewatkan " ucap pria yang merekam semua video ini.
Next part selanjutnya KK sepertinya otor perlu menghirup oksigen sebelum kita melanjutkan part selanjutnya ππ»ππ»