Little Queen

Little Queen
#145



Setelah menempuh perjalanan yang sangat lama akhirnya mereka sampai di Jepang tempat yang sejak kecil Ara impikan.


"Sayang kau menyukai " ucap Devan.


"Sangat, ini luar biasa " kagum Ara.



"Syukurlah " ucap Devan.


"Tida sia-sia aku beli tiket mahal " ucap Devan pelan


"Apa " ucap Ara.


"Tidak tadi ada kupu-kupu terbang cantik sekali " ucap devan mengalihkan topik pembicaraan.


"Benarkah " ucap Ara.


"Sayang kau pasti lelah ayo kita ke hotel " ucap Devan.


"Ayo " ucap Ara.


Dia tidak ingin memikirkan hal lain, dia akan menikmati masa honeymoon dengan senang-senang di sini.


Rasanya dia ingin panen bunga sakura ini untuk dia bawa ke Indonesia tapi apa lah daya dia tidak bisa melakukan itu.


Dia cukup menikmati keindahan ini walau hanya sebentar.


Saat di perjalanan menuju hotel tak henti hentinya Ara takjub dengan bunga sakura yang bermekaran seakan adiknya memprediksi semua ini.


"Tidak sia-sia punya adik yang kadang menyebalkan jika hadiah honeymoon yang menakjubkan " ucap Ara pelan.


Dan saat mereka sudah sampai di hotel tempat mereka menginap beberapa hari ke depan, Ara langsung memasuki pakaian mereka di lemari Yangs udah di sediakan.


Dan setelah selesai Ara langsung menuju balkon hotel yang kebetulan berhadapan dengan pantai.


"Wow,,, ini sungguh menakjubkan " ucap Ara .


"Sayang " ucap Devan.


"Emmmm " Ara hanya berdehem saja tanpa terusik jiga Devan memeluknya dari belakang.


Entahlah, apa dia menikmati atau bagaimana tapi jujur saat angin yang sepoi-sepoi membuatnya sedikit aneh apa lagi tangan Devan sudah mulai berkeliaran.


Jangan bilang jika dia tidak tahu, jika foto nya di kirim pada Devan dan tiket ini juga Devan yang beli


Dia tahu betul berapa uang saku adiknya, tiket ke Jepang bukan biaya yang kecil dan saat Vanya tidur maka dia mencari tahu semua itu dan ternyata suaminya sendiri beli.


"Astaga dia tidak habis pikir jika adiknya begitu pandai mendapatkan sesuatu dengan gratis "


Dan kembali lagi pada dia insan yang sedang di landa nafsu sekarang dan Ara langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Devan dan entah siapa yang mulai yang jelas ciuman Devan sekarang mulai liar.


Ara berpikir jika sudah dari kemarin malam Devan menahan ini semua itu sebabnya dia membiarkan apa saja yang ingin Devan lakukan pada tubuhnya.


"Aahhhh "


Saat mendengar suara ******* Ara, Devan semangkin semangat mencium area sensitif wanita terutama bagian leher.


Ara tidak ingin munafik karna ini nikmat menurut nya.


Saat Devan ingin membuka kancing baju Ara, dengan cepat Ara menghentikan nya.


"Sayang " ucap Devan


"Ara ingin pantai " ucap Ara


Jeedaaarrt .....


Di saat nafsu nya sudah di ubun-ubun tapi dengan santai istrinya ingin pantai, Devan langsung menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan.


"Maaf sayang , ayo kita ke pantai sekarang " ucap Devan langsung merapikan rambut Ara yang sudah acak-acakan karna ulah nya.


Rasanya Ara ingin tertawa tapi sangat kagum dengan suaminya yang tidak egois, dia tahu suaminya sudah menginginkan itu sekarang tapi dia tidak bisa menahan diri untuk menunda ke pantai yang sudah melambai tangan untuk nya.


Sabar lah wahai Devan Queen tidak akan membuat mu kecewa, dia akan memberikan yang terbaik atas kesabaran mu ini.


"Mas tidak masalah " ucap Ara.


"Tidak apa, ayo kita ke pantai nanti keburu gelap " ucap Devan.


"Ayo " ucap Ara.


Karna Sekarang sudah mulai sore, jadi mereka memutuskan untuk pantai sebelum semua malam hari tiba.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya πŸ™πŸ»